Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Zalim Kepada Allah, Tak Mudah Diingatkan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2020 09:34 9:34 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 3 Oktober 2020 09:34
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com | TATKALA kita menasehati seorang mukmin yang khilaf karena telah berbuat zalim kepada sesama manusia, seumpama berlaku curang, menyakiti perasaan orang lain, atau menyakiti fisik orang lain, maka tak terlalu sulit bagi kita untuk menyadarkannya.

Kita cukup mengingatkannya secara ma’ruf dengan petikan ayat-ayat al-Qur’an atau hadits Rasulullah ﷺ maka insya Allah dia akan segera tersadar dan berucap istighfar.  Barangkali, kekhilafan tersebut disebabkan karena kondisi yang memaksa ia berbuat demikian. Boleh jadi ia sedang sangat membutuhkan biaya, atau ia punya beban hidup yang menyebabkan ia tertekan.

Namun, ketika kita menasehati seorang yang berlaku zalim kepada Sang Pencipta, akan sangat sulit bagi kita untuk menasehatinya. Kalau bukan karena Allah Ta’ala memberikan hidayah kepadanya, rasanya tak akan mampu kita menyadarkan bahwa ia telah berlaku zalim kepada Sang Pencipta. Terlebih bila itu ia lakukan dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.

Misalnya, seseorang yang menyekutukan Allah Ta’ala dengan mahluk-Nya, atau menganggap bahwa ada Tuhan lain yang patut disembah selain Allah Ta’ala, atau menganggap bahwa Allah Ta’ala memiliki anak, maka orang seperti itu akan bersikukuh dengan pendapatnya jika disadarkan. Pendapat kita akan ditentangnya, bahkan boleh jadi ia akan meneror kita agar tak lagi mempengaruhinya.

Penentangan seperti itu telah dialami para Nabi dan Rasul pada zaman dahulu kala. Nabi Musa Alaihissalam (AS), misalnya. Ia pernah ditanya oleh Fir’aun sebagaimana diungkap dalam al-Qur’an surat Asy-Syu’ara [26] ayat 23 hingga 28.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Siapakah Tuhan seluruh alam itu?” tanya Fir’aun.

“Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. (Itulah Tuhanmu), jika kamu memercayainya,” jawab Musa AS

Lantas Fir’aun berkata kepada orang-orang di sekelilingnya untuk memperolok-olok Musa AS. “Apakah kalian tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?”

Namun Nabi Musa AS tetap melanjutkan dakwahnya, “(Dia) Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”

Fir’aun mulai murka dan berkata, “Sungguh, Rasul kalian yang diutus kepada kalian (ini) benar-benar orang gila.”

Nabi Musa AS tak peduli dengan caci maki Fir’aun. Ia tetap melanjutkan dakwahnya, “(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu mengerti.”

Lagi-lagi Fir’aun tetap bersikukuh dengan pendapatnya meskipun telah berulang kali dijelaskan oleh Nabi Musa AS. Bahkan, Fir’aun tetap berlaku zalim kepada Sang Penciptaanya meskipun Nabi Musa AS telah memperlihatkan mukzizat atas izin Allah Ta’ala.

Demikian pula dengan Nabi Ibrahim AS. Beliau tak mampu mengingatkan ayahnya sendiri, Azhar, yang berlaku zalim kepada Sang Penciptanya. Padahal, Ibrahim AS telah berkata dengan lemah lembut kepada ayahnya, sebagaimana tertulis dalam al-Qur’an surat Maryam [19] ayat 42 sampai 45.

“Wahai ayahku!” kata Ibrahim AS. “Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?”

“Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu. Maka, ikutilah aku, niscata aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.”

“Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.”

“Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari TuhanYang Maha Pengasih, sehingga engkau akan menjadi teman bagi setan.”

Betapa santun nasehat Nabi Ibrahim AS ini. Namun Azhar, sang ayah, dengan congkak menolak ajakan anaknya. “Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam. Maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama,” kata Azhar sebagaimana tertulis dalam al-Qur’an surat Maryam [19] ayat 46.

Demikianlah kehendak Allah Ta’ala. Hanya Dia yang kuasa membolak-balikkan hati manusia. Meskipun perbuatan zalim kepada Allah Ta’ala sulit disadarkan, namun para penyeru kebenaran tetap harus mendakwahi mereka sebagaimana para Nabi dan Rasul dahulu. Apa pun hasilnya, serahkan pada Allah Ta’ala. Wallahu a’lam.* Mahladi Murni

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dzalimMa'rufzalim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya lockdown Tahap II, Bantuan Pesantren Rp 1 Triliun di Era Covid Segera Cair
Tulisan selanjutnya Otoritas Islam Sudan Keluarkan Fatwa Melarang Normalisasi dengan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?