Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Telah Menutup Puluhan Masjid dan Sekolah Islam Tahun Ini

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2020 11:58 11:58 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 15 Oktober 2020 11:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Prancis telah menutup lebih dari 70 masjid dan sekolah Islam swasta sejak Januari, pihak berwenang mengkonfirmasi, The New Arab melaporkan.

Laporan tersebut keluar hanya beberapa hari setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dikecam karena membuat komentar yang dianggap Islamofobia.

Setidaknya 73 masjid dan sekolah swasta Islam di seluruh Prancis telah ditutup oleh pihak berwenang sejak Januari. Penutupan tersebut dalam upaya untuk memerangi “Islam ekstremis”, kata Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanan pada hari Selasa (13/10/2020).

Dalam jumpa pers, menteri membenarkan bahwa sebuah masjid dan sekolah swasta di daerah Heralt ditutup bulan lalu, bersama dengan “organisasi” dan sembilan toko di daerah lain.

Menteri juga menyerukan pengusiran ratusan warga negara asing dari Prancis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kita harus mengusir 231 orang asing dari wilayah Prancis, yang tinggal di sana secara ilegal, dan dikejar dengan tuduhan ekstremisme, termasuk 180 orang di penjara,” katanya.

Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Prancis dan komunitas Muslimnya.

Pekan lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagai agama “dalam krisis” di seluruh dunia. Ia juga mengatakan pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang tahun 1905 yang secara resmi memisahkan institusi agama dan negara di Prancis.

Dia mengumumkan pengawasan pemerintah yang lebih ketat terhadap sekolah dan kontrol yang lebih baik atas pendanaan masjid dari luar negeri.

Macron juga memperingatkan terhadap pembentukan “masyarakat tandingan” yang memegang hukumnya sendiri di antara Muslim Prancis.

Para cendekiawan di lembaga Islam Sunni Mesir, Al-Azhar, mengecam pernyataan itu sebagai “rasis” dan menuduh pemimpin Prancis itu menyebarkan “pidato kebencian”.

“Dia membuat tuduhan palsu terhadap Islam, yang tidak ada hubungannya dengan esensi sejati dari agama ini,” kata Akademi Riset Islam Al-Azhar dalam pernyataannya.

“Pernyataan rasis seperti itu akan mengobarkan perasaan dua miliar pengikut Muslim” di seluruh dunia, dan menghalangi jalan menuju dialog yang konstruktif, tambah pernyataan itu.

Al-Azhar mengatakan membuat “tuduhan palsu tentang Islam atau agama lain, seperti separatisme dan isolasi” bertentangan dengan “realitas sebenarnya dari apa yang diminta agama-agama ini”.

Ia juga mengutuk mereka yang mengeksploitasi atau menggunakan “teks agama untuk mencapai tujuan yang tidak baik”.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga membalas serangan pemimpin Prancis itu.

“Pernyataan Macron bahwa ‘Islam sedang dalam krisis’ adalah provokasi terbuka yang melampaui rasa tidak hormat,” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Siapa Anda untuk berbicara tentang penataan Islam?” ia bertanya, menyebutnya sebagai “kurang ajar”.

Erdogan menyarankan Macron “untuk lebih memperhatikan saat berbicara tentang masalah yang dia abaikan”.

“Kami berharap dia bertindak sebagai negarawan yang bertanggung jawab daripada bertindak seperti gubernur kolonial.”

Turki adalah negara sekuler dengan mayoritas Muslim yang merupakan bagian dari NATO tetapi bukan Uni Eropa. Tawaran keanggotaannya telah terhenti selama beberapa dekade karena berbagai sengketa, baik yang terkait dengan kebijakan domestik maupun luar negeri.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PrancisTutup Masjid dan Sekolah Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar yang Ikut Demo Terancam Tidak Dapat SKCK, KPAI: Harusnya Ditindak Sesuai UU Anak
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Akan Bangun Lagi 2.166 Rumah Pemukim Ilegal Yahudi di Tepi Barat yang Diduduki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?