Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Demonstran Thailand Mengkritik Pengeluaran Keluarga Kerajaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2020 09:23 9:23 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Oktober 2020 09:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Demonstran di Thailand mengkritik pengeluaran istana Raja Maha Vajiralongkorn dan menggelar “peragaan busana” yang memparodikan anggota keluarga kerajaan dalam aksi unjuk rasa di Bangkok hari Kamis (29/10/2020) yang diikuti ribuan orang.

Dimulai sebagai aksi anti-pemerintah pada bulan Juli, demonstrasi di Thailand sekarang juga menyerukan reformasi kerajaan, menabrak tabu di negara itu dan melanggar undang-undang yang memenjarakan orang hingga 15 tahun karena mengkritik raja dan keluarganya.

Sejak unjuk rasa digelar hingga sekarang istana kerajaan tidak bersuara. Pemerintah juga belum memberikan komentar tentang acara hari Kamis itu, lapor Reuters.

Parodi peragaan busana itu, dilakukan oleh para aktivis yang melenggak-lenggok meniru keluarga kerajaan berjalan di atas karpet merah, digelar bertepatan dengan hari peluncuran koleksi busana karya seorang putri Raja Vajiralongkorn yang merupakan seorang busana.

Para orator dalam unjuk rasa itu mengecam apa yang mereka sebut sebagai pembelanjaan boros keluarga kerajaan di masa Thailand, negeri yang sangat bergantung pada industri pariwisata, terpukul sangat keras oleh pandemi Covid-19.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Demonstran menyerukan reformasi terhadap monarki untuk mengurangi kekuasaan raja. Mereka juga menuntut pencabutan perubahan konstitusi yang memberikan kewenangan kepada raja untuk mengontrol sebagian unit angkatan bersenjata dan kekayaan istana yang bernilai miliaran dolar.

Raja Vajiralongkorn menghabiskan sebagian besar waktunya di Jerman tahun ini, dan pada aksi unjuk rasa hari Senin demonstran menyemut di sekitar Kedutaan Jerman untuk meminta agar negara itu mencari tahu apa saja kegiatan dan gaya hidup Raja Thailand itu selama di sana.

Pemerintah Jerman sejauh ini menilai Raja Thailand belum melanggar larangan berpolitik di negeri terkaya Eropa itu selama tinggal di sana, kata sebuah sumber parlemen Jerman hari Rabu.

Demonstran Thailand, yang katanya berani turun ke jalan antara lain karena terinspirasi dengan demonstran di Hong Kong, juga menuntut agar Prayuth Chan-ocha dicopot dari jabatan perdana menteri. Bekas pemimpin junta militer Thailand itu membantah tuduhan bahwa dirinya mengakali pemilu tahun lalu agar tetap berkuasa.* 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demonstrasiMaha VajiralongkornPerdana MenteriPrayuth Chan-ocharajathailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Jual Minyak Iran yang Disitanya ke Venezuela Seharga $40 Juta
Tulisan selanjutnya Hidayatullah Kembali Menunjuk Dr Nashirul Haq sebagai Ketua Umum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?