Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Kalimah Thoyyibah: Antara Faedah, Ghirah dan Tarbiyah Aqidah

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 Desember 2020 14:40 2:40 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 Desember 2020 14:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | KITA sering mengenal istilah kalimah tayyibah. Apakah itu kalimah tayyibah atau kalimat yang baik?

Kalimat yang baik – yang merupakan bagian dari ayat-ayat Al-Qur’an – ini ketika dibaca menambah iman orang-orang beriman. (Lihat QS. 8: 2).

Kalimat  yang baik – yang mengandung nama Allah – ini ketika disebut membuat hati mereka gemetar. (Lihat QS. 8: 2).   Kalimat  yang baik – yang merupakan bacaan dzikir untuk mengingat Allah – ini menjadikan hati mereka tenang dan tenteram. (Lihat QS. 13: 28, 39: 23).

Sebaliknya, kalimat yang baik – yang mengandung nama Allah – ini ketika disebut dalam bentuk ucapan dan tulisan membuat kesal hati orang-orang yang tidak beriman. (Lihat QS: 39: 45).

Allah Ta’ala berfirman:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﺮَ ﻛَﻴْﻒَ ﺿَﺮَﺏَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻣَﺜَﻼً ﻛَﻠِﻤَﺔً ﻃَﻴِّﺒَﺔً ﻛَﺸَﺠَﺮَﺓٍ ﻃَﻴِّﺒَﺔٍ ﺃَﺻْﻠُﻬَﺎ ﺛَﺎﺑِﺖٌ ﻭَﻓَﺮْﻋُﻬَﺎ ﻓِﻰ ٱﻟﺴَّﻤَﺎٓءِ

ﺗُﺆْﺗِﻰٓ ﺃُﻛُﻠَﻬَﺎ ﻛُﻞَّ ﺣِﻴﻦٍۭ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺭَﺑِّﻬَﺎ ۗ ﻭَﻳَﻀْﺮِﺏُ ٱﻟﻠَّﻪُ ٱﻷْﻣْﺜَﺎﻝَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُﻭﻥَ

Artinya:

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,” “pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (Ibrahim [14]: 24-25)

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

Artinya:

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim [14]: 27)

Yang dimaksud kalimah thoyyibah (kalimat yang baik) yang tertera dalam ayat di atas adalah dua kalimat syahadat. Kalimat yang baik ini mengandung lafdzu al-jalalah (lafadz keagungan) dan nama manusia yang paling agung. (Tafsir As-Sa’dy). Dengan demikian kalimat ini adalah kalimat yang agung dan salah satu syi’ar Islam.

Kalimat yang baik ini diperumpamakan oleh Allah Ta’ala bagaikan pohon yang baik, dalam hal ini adalah pohon kurma (HR. Bukhori), yang mana akarnya tertanam kokoh, cabangnya menjulang tinggi ke langit, dan berbuah di setiap musim.

Pohon iman akarnya tertanam kokoh di kalbu orang beriman baik berupa ilmu maupun keyakinan. Cabangnya berupa ucapan, amal, akhlaq dan adab yang baik. (Tafsir As-Sa’dy, Tafsir Ibnu Katsir).

Faedah Kalimah Thoyyibah

Berkat kalimat yang baik ini cabang pohon iman “menjulang tinggi ke langit”, yakni terus-menerus dinaikkan ke langit di setiap waktu. (Tafsir As-Sa’dy, Tafsir Ibnu Katsir).   Pohon iman menghasilan buah berupa berkah dan pahala yang Allah Ta’ala berikan setiap waktu. (Tafsir Jalalayn).

Salah satu berkah ini adalah kehidupan yang baik (hayah thoyyibah) di dunia berupa rezeki yang cukup, halal dan baik. Juga berupa kemudahan dalam beribadah, sifat syukur dan qona’ah. (Lihat QS. 16: 97).  Dengan demikian orang-orang beriman – sejak mukallaf atau sejak memeluk agama Islam bagi muallaf hingga menutup hidup dengan kalimat yang baik ini – mereka melakukan perbuatan baik (amal sholih). (Lihat antara lain QS. 2: 25, 82, 277).

Mereka pun menjadi orang baik (sholih). (Lihat QS. 3: 114, 29: 9). Selain itu mereka menjadi  agen perubahan ke arah kebaikan (muslih) bagi diri, keluarga dan masyarakatnya. (Lihat QS. 2: 220, 182, 4: 114, 128, 7: 170, 11: 117, 49: 9-10).

Karena selama hidupnya memegang erat dan mengaplikasikan kalimat yang baik ini maka Allah Ta’ala meneguhkan kehidupan orang-orang beriman di dunia ketika menghadapi ujian syubhat dengan mendapatkan hidayah menuju keyakinan. Juga ketika menghadapi ujian syahwat mereka mampu mendahulukan apa-apa yang dicintai Allah Ta’ala dari pada hawa nafsu mereka. (Tafsir As-Sa’dy QS. 14: 27).

Adapun di akhir kehidupan mereka amal dan iman mereka dalam keadaan baik, sebelum meninggal mereka mengucapkan ucapan yang baik yakni kalimat yang baik ini, serta meninggal dengan cara dan proses yang baik, atau dengan kata lain meraih predikat husnul khatimah. (Tafsir As-Sa’dy QS. 14: 27).

Selain itu ketika didudukkan oleh malaikat di liang lahat Allah Ta’ala memberi mereka keteguhan sehingga bisa menjawab dengan baik dan benar pertanyaan yang diajukan dua malaikat tentang Rabb, agama dan nabi mereka, lalu selanjutnya selamat dari azab kubur. (Tafsir As-Sa’dy QS. 14: 27).   Selanjutnya di akhirat mereka masuk ke dalam tempat kembali yang baik (husnul maab), yakni surga. (Lihat QS. 13: 29, 38: 49).

Ghirah Islamiyah vs Ghirah Syaithoniyah

Mengingat keagungan dan faedah kalimah thoyyibah ini maka orang-orang beriman yang mempunyai ghirah Islamiyah memuliakan syi’ar Islam ini. (Lihat QS. 22: 32). Sebaliknya, orang-orang kafir dan munafiq yang memiliki ghirah syaithoniyah mendiskreditkannya. (Lihat QS. 39: 67).

Upaya-upaya pendiskreditan ini bisa jadi termasuk “jihad” mereka di jalan thagut. (Lihat QS: 4: 76). Dalam menyikapi upaya-upaya tersebut orang-orang beriman yang mempunyai ghirah Islamiyah memberikan reaksi yang baik dan positif  yang didasari oleh niat lillAllahi Ta’ala. Reaksi yang mereka berikan ini merupakan jihad di jalan Allah. (Lihat QS. 4: 76, 47: 7, 49: 15).   Sebaliknya, dalam menyikapi jihad di jalan Allah ini orang-orang munafiq yang memiliki ghirah syaithoniyah memberikan reaksi negatif. (Lihat QS. 3: 167-168).

Urgensi Tarbiyah Aqidah

Melihat pentingnya aqidah dalam kehidupan maka penting untuk selalu mentarbiyah diri, keluarga dan masyarakat Muslim agar mau dan mampu beristiqomah dalam berIslam dan beriman hingga akhir hayat. Pentingnya tarbiyah aqidah demi meraih istiqomah ini sesuai dengan perintah Allah Ta’ala dalam surat Ar-Ruum ayat 30 dan 43.

Tarbiyah aqidah ini juga mesti dilakukan dalam bentuk menanamkan aqidah ke dalam jiwa-jiwa manusia, dan menjaga aqidah mereka supaya terpelihara dengan baik.

Dengan tarbiyah aqidah ini terwujudlah generasi gemilang yaitu generasi yang sholih, ber-akhlaqul hasanah, muslih, senang melakukan amal sholih, merasakan hayah thoyyibah, pembela kemuliaan kalimah thoyyibah, khusnul khotimah di akhir hidupnya, dan kelak masuk ke dalam husnul maab. Wallahu a’lam.*/ Abdullah al-Mustofa, Pelayan di Pusat Kajian Strategis Pendidikan Islam Indonesia (PKSPII) Kota Pendidikan Pare Kediri Jawa Timur

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kalimah tayyibahkalimat yang baik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yakin ‘Kalkulator Allah’, Aqsha Mart kini Melesat dengan Niat dan Keberkahan
Tulisan selanjutnya Habib Rizieq Pimpin Shalat Maghrib Berjamaah Bareng Polisi di Sela-sela Pemeriksaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?