Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Alexei Navalny Perdayai Agen FSB Ungkap Cara Dirinya Diracun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Desember 2020 12:08 12:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Desember 2020 12:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny memperdaya seorang agen dinas rahasia Rusia FSB untuk mengungkap kasus peracunan dirinya, lapor kelompok investigasi Bellingcat.

Navalny dikabarkan berpura-pura sebagai seorang pejabat keamanan dan menelepon agen rahasia tersebut untuk mengorek informasi darinya.

Agen bernama Konstantin Kudryavtsev mengatakan kepada Navalny bahwa racun Novichok ditempatkan di celana dalamnya.

Navalny, yang saat ini masih dalam masa pemulihan di Berlin, mengunggah rekaman pembicaraan panjang dengan Kudryavtsev di kanal YouTube-nya, lansir BBC Selasa (22/12/2020).

Bellingcat mengatakan panggilan telepon ke Kudryavtsev diatur sedemikian rupa agar seolah-olah datang dari sambungan telepon tetap FSB.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam pembicaraan itu Navalny berpura-pura sebagai seorang pejabat senior yang meminta penjelasan rinci tentang laporan operasi FSB berkata dengan peracunan tersebut.

Kudryavtsev mengatakan bahwa alasan mengapa Navalny gagal dibunuh kemungkinan karena kesigapan pilot dan tim medis di Omsk, Siberia, yang bertindak cepat mengatasi kondisi gawat yang dialaminya.

Kudryavtsev mengatakan dirinya dikirim ke Omsk untuk menyita pakaian Navalny dan menyingkirkan semua jejak Novichok yang ada.

Pekan lalu, dalam sebuah konferensi pers besar Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa investigasi yang dilakukan Bellingcat –bersama dengan berbagai media mitranya di Barat– merupakan “trik” yang dibuat oleh intelijen Amerika Serikat.

Putin mengatakan kalau memang Navalny diracun oleh agen-agen dinas rahasia Rusia dia pasti sudah mati.

Namun, dalam kesempatan yang sama Putin juga mengatakan bahwa FSB memiliki wewenang untuk mengintai Navalny.

Dalam laporannya pekan lalu, Bellingcat menyebut sejumlah agen FSB yang terlibat dalam operasi peracunan Navalny, yaitu beberapa orang ahli senjata kimia, yang ditudingnya mengintai gerak-gerik Navalny selama bertahun-tahun sebelum berusaha melenyapkannya.

Navalny, yang memiliki jutaan pengikut di media sosial, mengecam pemerintah Rusia pimpinan Putin karena dianggapnya sangat korup dan dipenuhi dengan orang-orang yang disebutnya sebagai “bajingan dan pencuri”. Dia menyebut Putin menjalankan sistem pemerintahan feodal yang “menyedot habis darah Rusia”.

Pada musim panas, sebelum peristiwa peracunan dirinya di bulan Agustus, Navalny berkampanye agar sejumlah pendukungnya terpilih menduduki jabatan publik di Siberia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:NavalnyNovichokPutinrusiaSiberia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Penjarakan Tokoh Oposisi Kurdi dengan Tuduhan Terorisme
Tulisan selanjutnya Doa Tahlil Laskar FPI Dilema Pasca Otopsi Jenazah 6 Orang Laskar FPI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?