Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembayaran Non-Tunai dengan Aplikasi Digital Populer di Jerman

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Januari 2021 07:41 7:41 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Januari 2021 07:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejak pandemi corona, jaringan toko roti terlaris di Jerman, Kamps, tiba-tiba menjadi berita heboh di seluruh negeri. Penyebabnya, Kamps menawarkan apa yang mereka sebut “diskon inovasi” 3% bagi setiap pelanggan yang bersedia membayar dengan kartu atau aplikasi. Masyarakat beralasan, pembayaran non tunai dengan kartu atau aplikasi di smartphone lebih cepat dan lebih higienis.

Praktik pembayaran non tunai merupakan tren baru di Jerman. Biasanya, orang Jerman dikenal konservatif soal bayar-membayar. Mereka hampir selalu membayar dengan uang tunai, dan banyak toko dan restoran yang hanya mau menerima pembayaran tunai.

Di negara-negara tetangga seperti Luxembourg, Prancis –bahkan di negara-negara Baltik seperti Estonia– pembayaran non-tunai sudah lebih populer. Di Skandinavia, banyak hotel dan bar malah sudah menolak pembayaran tunai, demikian dikutip Deutsche Welle (DW).

Sementara di Jerman, baru pada tahun 2020 pusat data statistik mencatat 56 persen pembayaran di toko-toko Jerman dilakukan secara non tunai.  Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen baru-baru ini mengatakan, digitalisasi dan pembayaran non tunai harus menjadi prioritas utama. Pembayaran elektronik ini secara luas dipromosikan sebagai “tindakan higienis” yang aman dan cepat di seluruh Uni Eropa, meskipun tidak ada bukti bahwa koin dan uang kertas menimbulkan risiko yang signifikan dalam penularan virus corona.

“Banyak orang yang mulai terbiasa dengan kenyamanan ini,” kata Oliver Hommel, pakar pembayaran dan perbankan di konsultan bisnis Accenture. “Keengganan bisnis untuk pembayaran non-tunai sudah menurun secara signifikan,” tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun 2015, Uni Eropa mewajibkan perusahaan kartu kredit menurunkan biaya transaksi untuk pelaku usaha. Sebab itu kini pengguna sudah jarang menemukan aturan pembelian minimum untuk penggunaan kartu.

Tetapi kenyamanan bagi konsumen justru memberatkan toko-toko kecil. Biaya transaksi 0,25% pada kartu debit dan sampai 3% pada kartu kredit masih dirasa terlalu besar.

Sebaliknya perusahaan-perusahaan besar cenderung lebih beruntung, karena mereka juga masih bisa menegosiasikan persyaratan yang lebih menguntungkan dengan penyedia layanan pembayaran non-tunai.  Warga Jerman sebelum ini segan menggunakan pembayaran non tunai karena mereka khawatir dengan data-data pribadi mereka, kutip DW.

Munculnya teknologi baru di ponsel cerdas, makin banyak model pembayaran non tunai. Ada yang menggunakan jaringan internet, ada juga yang menggunakan teknologi nirsentuh NFC untuk komunikasi jarak dekat.

Di kebanyakan supermarket, transaksi dengan niai kecil bahkan tidak memerlukan otoriasasi lewat nomor PIN atau password. Ponsel cukup “dilewatkan” saja pada perangkat yang tersedia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aplikaso digitalJermannon-tunaipembayaran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekretaris PW Muhammadiyah Jabar Ahlan Husein Wafat
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah: Pelaksanaan UU Ciptaker Harus Berpihak pada Masyarakat Luas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?