Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Laporan Ordo Jesuit Spanyol Tentang Kejahatan Seksual Para Anggotanya Selama Puluhan Tahun Dianggap Menggelikan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Januari 2021 10:42 10:42 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Januari 2021 10:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ordo Jesuit di Spanyol mengakui bahwa 81 anak dan 21 orang dewasa pernah mengalami kejahatan seksual yang dilakukan oleh 96anggotanya sejak tahun 1927, dan meminta maaf atas kejahatan seksual yang memalukan dan menimbulkan penderitaan tersebut.

Dalam laporan yang dirilis hari Kamis (21/1/2021), Compania de Jesus (Society of Jesus, Serikat Yesus atau dikenal juga dengan sebutan Yesuit) –yang anggotanya banyak yang bekerja sebagai guru—mengatakan bahwa kejahatan seksual tersebut mayoritas terjadi di sekolah atau “yang berkaitan dengan sekolah”.

Menurut dokumen itu, 48 dari 65 Jesuit yang melakukan tindakan seksual terhadap anak-anak sudah meninggal dunia. Empat orang yang masih hidup sekarang bukan lagi Jesuit dan 13 lainnya sudah dilarang bekerja menangani anak-anak sambil menunggu hasil proses kasus sipil dan gerejanya, atau sudah diperintahkan berhenti dari ministrinya dan dikirim ke tempat pengasingan bagi Jesuit.

Dilansit The Guardian, ordo itu mengatakan bahwa 96 Jesuit yang melakukan kejahatan seksual terhadap anak-anak dan dewasa antara tahun 1927 dan 2020 hanya mencakup 1,08% dari anggotanya selama periode itu.

“Kami ingin menghaturkan permohonan maaf kepada para korban dan masyarakat atas pelanggaran-pelanggaran tersebut, atas budaya bungkam kami, dan karena tidak menghadapi fakta yang ada secara jujur dan adil,” kata Antonio Espana, pimpinan ordo tersebut di Spanyol. “Kami juga ingin mengingatkan diri kami bahwa ada orang-orang yang menderita akibat luka-luka ini dan kami berupaya untuk tidak menambah kepedihan yang mereka rasakan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ordo Jesuit Spantol tidak memaparkan nama-nama pelaku kejahatan seksual tersebut. Kepada koran ternama Spanyol El Pais mereka mengatakan, alasannya agar tidak terjadi “tuduhan tanpa bukti” terhadap anggotanya dan sekaligus mengirimkan “pesan kepada para korban bahwa mereka dapat mempercayai niat kami untuk mengungkap kebenaran.” 

Jesuit Spanyol mengatakan bahwa mereka berkomitmen terhadap transparansi, seraya menambahkan pihaknya sudah menerapkan protokol dan rencana yang akan menjamin bahwa institusi-institusi Jesuit merupakan “tempat aman bagi anak-anak dan orang-orang rentan”.

Mereka jug meyakini sejumlah orang sudah melaporkan kasus-kasus pelanggaran seksual selama dua tahun belakangan dengan menggunakan alamat email [email protected], yang memang disediakan untuk membantu para korban.

Infancia Robada (Stolen Childhood), asosiasi yang mewakili korban kejahatan seksual semasa kanak-kanak, menyambut baik laporan itu tetapi pada saat yang sama menyebutnya “menggelikan” mengingat kejahatan yang sesungguhnya telah terjadi selama kurun itu jumlahnya jauh lebih banyak dari yang dituliskan.

“Mereka (Ordo) sepertinya lupa bahwa korban tidak melaporkan kejahatan itu karena mereka mau. Mereka melaporkannya hanya jika mereka bisa,” kata Juan Cuatrecasas, presiden asosiasi itu. “Pada tahun 1927, tidak mungkin ada orang yang bisa melaporkan hal seperti ini,” tegasnya.

“Kami menghargai upaya Jesuit dengan menyelami masa lalu dan memaparkan tanggal dan statistiknya. Namun, hal ini harus dipandang sebagai awal dari hal lainnya yaitu pengakuan dan pemahaman,” imbuhnya.

Cuatrecasas mengatakan Jesuit perlu berbicara dengan para koran dan membahas soal proses hukumannya dan kompensasi.

Pada tahun 2018, Paus Fransiskus –yang dia sendiri seorang Jesuit— mengakui sejumlah kegagalan dari Gereja Katolik Roma dalam menangani pendeta dan rohaniwan yang melakukan kejahatan seksual.

Namun setahun kemudian, Paus Fransiskus dihujani kecaman karena tidak mengambil tindakan nyata terhadap kasus-kasus kejahatan seksual yang menggunung di lingkungan gereja di berbagai belahan dunia, dan karena dia justru berkata bahwa kejahatan seksual terhadap anak-anak tidak hanya terjadi di lingkungan gereja melainkan sudah terjadi sepanjang sejarah di banyak lingkungan budaya dan masyarakat luas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jesuitKejahatan Seksualpaus FransiskusSpanyolYesuit
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Luhut Binsar Hibahkan Tanah 10 Ha di Sentul Bogor untuk PBNU
Tulisan selanjutnya Kebakaran di Pabrik Vaksin Terbesar Sedunia Renggut 5 Nyawa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?