Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih dari 1.200 Ekstremis Kanan-Jauh Jerman Memegang Izin Kepemilikan Senpi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Februari 2021 11:27 11:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Februari 2021 11:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dinas intelijen dalam negeri Jerman BfV mengungkap bahwa saat memantau ekstremis kanan-jauh yang telah dikenal dan yang masih terduga pada Desember lalu, mereka menemukan ada 1.203 orang di antara mereka memegang izin kepemilikan senjata api (senpi).

Menurut data Desember 2019 yang juga dirilis Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 528 pemegang lisensi senpi adalah mereka yang disebut Reichsbürger, anggota sebuah organisasi sayap kanan yang menolak aturan demokrasi Jerman.

Tidak hanya itu, sebanyak 17 kasus latihan menembak tunggal atau beruntun yang dihadiri oleh ekstremis-ekstremis sayap kanan antara awal 2019 dan akhir 2020 diketahui oleh BfV, tiga perempat dari jumlah itu berlangsung di tempat-tempat lain di Eropa.

Penggunaan lapangan menembak itu sendiri bukanlah perbuatan pidana, imbuh kementerian, mengutip Kepolisian Federal Jerman.

Menjawab serangkaian pertanyaan di parlemen yang diajukan oleh oposisi dari Partai Kiri, Kemendagri mengatakan BfV belum tuntas menghitung berapa jumlah lisensi senjata api yang dipegang ekstremis sayap kanan pada tahun 2019, lansir DW Selasa (2/2/2021).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Desember 2019dalam perdebatan RUU kepemilikan senjata api di majelis rendah parlemen Jerman, Bundestag, pakar urusan dalam negeri dari Partai Kiri Martina Renner memberikan perkiraan bahwa lebih dari 700 anggota “neo-Nazi” masih memiliki senjata api.

Dalam laporan khusus September tahun lalu, BfV memperkirakan ada 13.000 ektremis sayap kiri yang berpotensial terlibat aksi kekerasan tinggal menetap di Jerman.

Jerman memiliki dua bentuk izin kepemilikan senjata api, satu untuk para pemburu dan peminat olahraga menembak, satunya untuk orang-orang seperti pengawal pribadi yang memerlukan izin khusus untuk membawa senjata di tempat publik. Perubahan UU yang belum lama ini dilakukan dimaksudkan untuk memperketat kepemilikan senjata oleh kelompok pertama.

Renner, yang pernah ditunjuk Partai Kiri untuk duduk dalam komisi penyelidikan aksi terorisme, hari Selasa mengatakan bahwa data terbaru menunjukkan meningkatnya ancaman dari kalangan rasis dan neo-Nazi.

“Sebagaimana diduga, melibatkan dinas intelijen BfV terbukti bukanlah kebijakan yang efektif dalam penanganan sayap kanan bersenjata,” kata Renner, yang secara pribadi pernah menerima ancaman dari kelompok kanan-jauh.

Dalam pertanyaan di parlemen yang diajukan Desember lalu, Renner dan koleganya dari Partai Kiri juga meminta informasi tentang penggunaan senjata legal maupun ilegal pada tahun 2019 dan 2020.

Menjawab pertanyaan, Kemendagri mengatakan bahwa Kepolisian Federal Jerman pada tahun 2019 mencatat ada 176 tindak kekerasan dengan senjata api, dan pada tahun itu pula terjadi pembunuhan kepala pemerintahan distrik Kassel, Walter Lubcke, yang sangat menggemparkan Jerman. 

Kasus pembunuhan Lubcke itu berujung pada hukuman seumur hidup bagi seorang pria warga Kassel anggota neo-Nazi bernama Stephen Ernst yang berstatus menikah dan memiliki dua anak, serta hukuman penjara yang jauh lebih ringan untuk Markus H yang dibebaskan dari dakwaan pembunuhan tetapi divonis bersalah dalam kasus kepemilikan senjata api secara ilegal.

Walter Ernst dan Markus H keduanya dilatih menggunakan senjata api jenis handgun dan senpi laras panjang di dua klub menembak dekat Kassel, papar Kemendagri.

Pelaku penembakan bermotif rasisme tahun 2020 di Hanau, Tobias R, diketahui pada tahun 2019 tiga kali mengunjungi lapangan tembak di Slovakia, imbuh Kemendagri. Dua kali dia ditolak mendaftar, dan pada kali ketiga dia berlatih secara mandiri. Pada Februari 2020, pria Jerman berusia 43 tahun itu membunuh 9 orang di Hanau, sebelum akhirnya membunuh ibunya dan dirinya sendiri.

Pihak berwenang juga menjawab pertanyaan tentang penggunaan senjata di lingkungan akomodasi pencari suaka. Kemendagri mencatat ada 24 insiden tindak kejahatan bermotif politik yang dilakukan orang berideologi kanan-jauh pada tahun 2019, kebanyakan menggunakan senapan angin dan senjata berpendorong gas, serta pistol peringatan.

Pada tahun 2020 tercatat tujuh insiden tindak kejahatan dengan menggunakan senjata di tempat akomodasi pencari suaka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekstremisJermanKanan-jauhNeo-Nazisayap kanansenjata api
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid-19: Tim WHO Kunjungi Wuhan Institute of Virology
Tulisan selanjutnya Saudi Tutup Akses Masuk 20 Negara, Indonesia Salah Satunya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?