Hidayatullah.com—Tim ahli pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas mencari tahu asal-usul coronavirus penyebab pandemi Covid-19 hari Rabu (3/2/2021) mengunjungi Wuhan Institute of Virology.
Laboratorium itu menjadi sorotan sejak coronavirus pertama kali muncul di Wuhan di penghujung tahun 2019, sebab konon katanya virus itu merebak akibat “kebocoran” yang terjadi di sana.
Tim WHO yang diketuai pakar virus Peter Ben Embarek tiba dengan pengawalan super ketat di laboratorium itu sekitar pukul 09.30 waktu setempat.
“Saya berharap hari ini sangat produktif, bertemu dengan orang-orang kunci di sini dan menyampaikan semua pertanyaan penting yang perlu ditanyakan,” kata anggota tim Peter Daszak, yang merupakan presiden dari organisasi non-pemerintah EcoHealth Alliance, setibanya di laboratorium itu seperti dilansir DW.
Awak media yang mengikuti perjalanan ke laboratorium itu, seperti pada kunjungan tim ke tempat lain sebelumnya, tidak diberikan akses langsung oleh pihak China untuk berbicara kepada para pakar.
Di tengah kabut pagi hari, para petugas pengawal memperhatikan dengan seksama orang-orang yang ada di sekitar tempat itu, terutama jurnalis.
Wuhan Institute of Virology menjadi subyek sejumlah teori konspirasi yang mengatakan bahwa kebocoran atau kelalaian di sana merupakan penyebab wabah Covid-19. Sebagian kalangan bahkan ada yang percaya virus itu sengaja dilepaskan ke masyarakat dengan tujuan utama mendulang uang dari krisis kesehatan.
Kebanyakan ilmuwan menolak dugaan itu, tetapi sebagian berspekulasi bahwa virus yang diambil dari alam liar itu kemungkinan menjadi bahan eksperimen di laboratorium tersebut, sebelum akhirnya merebak keluar lewat infeksi salah satu staf lembaga penelitian itu.
“Kami semua mengetahui tentang hipotesis perihal kemungkinan keterlibatan lab dalam masalah ini, dan kami sudah pasti akan menanyakan semua aspek kunci tentang Wuhan Institute of Virology ini,” kata Daszak kepada Sky News menjelang kunjungan tersebut.
“Semua kemungkinan ada di atas meja dan kami tetap berpikiran terbuka,” imbuhnya.*