Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: ≥2 Juta Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Yaman Terancam Malnutrisi Akut

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Februari 2021 16:56 4:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Februari 2021 16:56
Bagikan
Bagikan

 

Hidayatullah.com–Lebih dari 2 juta anak Yaman berusia di bawah 5 tahun diperkirakan akan mengalami malnutrisi akut pada tahun 2021, kata empat lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Jumat (12/2/2021).

PBB melaporkan bahwa hampir satu dari enam anak tersebut — 400.000 dari 2,3 juta — berisiko mengalami kematian akibat malnutrisi parah tahun ini, naik signifikan dibanding estimasi tahun lalu, lansir Associated Press.

Laporan itu juga mengatakan bahwa kurangnya dana mengerambat program kemanusiaan di Yaman, sebab negara-negara donor gagal memenuhi komitmen mereka.

Menambah parah krisis itu, sekitar 1,2 juta wanita hamil atau menyusui di Yaman juga diperkirakan mengalami malnutrisi akut tahun ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Angka-angka ini merupakan tangisan minta tolong lain dari Yaman, di mana pada setiap anak malmutrisi artinya ada satu keluarga yang berjuang untuk menyambung hidup,” kata David Beasley, direktur eksekutif World Food Program, yang mengeluarkan laporan tersebut bersama Food and Agriculture Organization, UNICEF serta World Health Organization (WHO).

“Krisis Di Yaman merupakan campuran beracun antara konflik, ambruknya perekonomian dan kurangnya pendanaan yang sangat parah,” papar Beasley. Pada tahun 2020, program kemanusiaan di Yaman hanya menerima $1,9 miliar dari $3,4 miliar yang dibutuhkan, kata laporan tersebut.

UNICEF memperkirakan di Yaman ada 12 juta anak yang membutuhkan bantuan, seperti makanan, layanan kesehatan, air bersih, pendidikan dan uang tunai bagi keluarga yang sangat miskin untuk menyambung hidupnya.

“Ada solusi untuk mengatasi kelaparan ini, yaitu makanan dan mengakhiri kekerasan yang terjadi,” kata Beasley.

Enam tahun terakhir rakyat Yaman mengalami pertumpahan darah, kehancuran dan bencana kemanusiaan. Pada tahun 2014, pasukan pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran menduduki dan menguasai ibu kota Sana’a dan sebagian besar bagian utara wilayah Yaman. Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi beberapa bulan kemudian melancarkan intervensi militer untuk mengembalikan kekuasaan pemerintah dukungan PBB. Namun, upaya Saudi menggempur pasukan Syiah Houthi yang dibekali persenjataan oleh rezim Teheran tidak membuahkan hasil.

Pekan lalu, pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan Amerika Serikat tidak lagi memberikan dukungan kepada pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Namun, mencapai perdamaian melalui meja perundingan sepertinya adalah jalan sulit.

Presiden Biden juga mencabut keputusan pemerintah Trump yang menyatakan militan Houthi sebagai organisasi teroris. Langkah Biden itu didukung oleh organisasi penyalur bantuan di Yaman, yang khawatir penetapan Houthi sebagai teroris hanya akan menggangu penyaluran makanan, bahan bakar minyak dan barang kebutuhan lain untuk kelangsungan hidup orang Yaman, negara termiskin di kawasan Timur Tengah.

“Anak-anak malnutrisi lebih rentan dibanding penyakit… Itu merupakan lingkaran setan yang sering kali mematikan, tetapi dengan intervensi yang relatif murah dan sederhana, banyak nyawa bisa diselamatkan,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakmalnutrisiyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Kwarnas Berikan Apresiasi, Sekjen Lantik Mabi dan Pinsako Pramuka Hidayatullah
Tulisan selanjutnya Ada Fadjroel Rachman di GAR ITB yang Melaporkan Din Syamsuddin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?