Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Perbedaan Kata Tahun dalam Bahasa Arab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Februari 2021 17:04 5:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Februari 2021 17:04
Bagikan
islam - buku - perpustakaan
Bagikan

Hidayatullah.com | KATA selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan para Ahli Bahasa, apalagi terkait dengan taraduf yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sinonim, walau jenis taraduf ini sangat banyak.  Para ahli bahasa Arab ada yang sepakat dengan adanya sinonim, diantaranya:  Sibawaihi, Asma’i, Abu al-Hasan Rummani, Ibnu Khalawiyah, Hamza bin Hamza al-Isfahani,  Al-Fairuzabadi,  Al-Tahanawi, serta mayoritas ahli bahasa Arab modern mengakui adanya sinonim dalam bahasa Arab.

Sedangkan yang tidak sepakat adanya sinonim, seperti: Tsa’lab, Ibnu Faris, Abu Hilal Al’askari, Baidhawi dan beberapa ahli bahasa lainnya.

Adanya perbedaan sanah dan aam, adalah yang bermadzhab mengingkari sinonim, sedangkan yang bersepakat, maka tiada perbedaan keduanya.

Tahun dalam bahasa Arab dikenal dengan kata aam dan sanah, yaitu waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari dengan siklus penuh, dalam jangka waktu 365 hari (12 bulan). Sudah jamak bahwa  aam dan sanah yang berarti tahun adalah  dianggap kata-kata sinonim dalam bahasa Arab, tapi kemudian muncul perbedaan, ketika membincang keduanya dalam Al-Qur’an.

Dalam aspek maknanya, sebagaimana dalam  mau’dhu’, kata sanah adalah muannast (perempuan), jamaknya (plural) adalah  sanawat, kata sanah ini menunjukkan arti; sangat atau keras (syiddah), kelaparan (jadbi), jahat (syar), kekeringan (Qahth). Hal tersebut dapat dilihat pada kata  sanah  yang sering digunakan pada kata yang kurang baik, seperti  negeri, tahun ini dihantam musibah  (ashabat albaladah sanah).

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Kata  aam, adalah kata tunggal dan menunjukkan maskulin (mudzakkar),  jamaknya adalah  awam , dan kata ini kebalikan dari sanah, yang bermakna; kemakmuran (rakha’), kenyamanan (rahah), kebaikan (khair), dan kesejahteraan (rafahiyah).

Kata  sanah digunakan dalam bentuk dasar, seperti: umur, tanggal, jangka waktu tertentu. Sedangkan kata  aam  digunakan untuk merujuk pada tahun tertentu yang berhubungan dengan hal khususan (al am dirasi dll), dan kata aam  lebih khusus dari pada  sanah.

Untuk memahami perbedaan lebih luas terkait dengan  aam dan  sanah, maka penulis akan rujuk beberapa pendapat yang membedakan antara keduanya, dan juga sebagai contoh atas makna keduanya, yang secara umum  aam untuk hal kebaikan, sedangkan  sanah  berkaitan dengan keburukan. Maka, berikut perbedaan keduanya dalam Al-Qur’an.

Kata  sanah disebutkan lebih dari satu tempat dalam Al-Qur’an, ada 7 kata dengan bentuk tunggal, dan 12 kata dengan bentuk jamak. Sedangkan kata  aam  hanya dengan bentuk tunggal dan terdapat pada 7 tempat saja, Ini menunjukkan bahwa tahun-tahun yang baik (a’wam al khair) hanya sedikit. Di mana Kata  amm  dalam ayat  mendorong orang untuk bersabar dalam kesulitan, mengingatkan manusia untuk melakukan perbuatan baik, memotivasi  dan mendapatkan pahala, dan  hal-hal baik lainnya.

Kata  sanah digunakan untuk merujuk pada hari-hari yang keras dan menyedihkan, sementara kata  Aam  digunakan untuk menunjukkan kelapangan hati, kebaikan dan kesenangan. Sebagaimana dalam surat Yusuf, 47 _ Yusuf berkata:  Supaya kamu bertanam tujuh  tahun (sanah) (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan._ yaitu, Tujuh tahun penderitaan, kesedihan, kepayahan yang telah dilalui.

Kemudian penggunaan aam  dalam surat Yusuf, ayat 79:  Kemudian setelah itu akan datang  tahun  (Aam) yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur ._ yaitu telah usai penderitaan, dan tujuh tahun berikutnya adalah keindahan dan kebahagiaan.

Kejelian al-Qur’an dalam penggunaan kata, maka merujuk pada ulama bahasa Arab yang menolak adanya taraduf (sinonim), akan semakin terlihat, bahwa setiap kata yang hadir ke dunia memiliki artinya sendiri.*/Halimi zuhdy, rujukan; Al Furuq al-lughawiyah, Mawaqi’; Maudhu’,  al fikr, dan lainnya)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahasa Arabkatatadaruf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Menghancurkan Desa Badui Palestina untuk ke-183 Kalinya
Tulisan selanjutnya PP Jaminan Produk Halal Terbit, Begini Harapan BPJPH Terkait UU Ciptaker

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?