Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Al-Qur’an dan Belantara Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Maret 2021 21:13 9:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Maret 2021 21:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | JIKA Anda tersesat di hutan belantara, dan Anda ingin sekali pulang, lalu tiba-tiba Anda menemukan petunjuk, lantas apa yang Anda lakukan selanjutnya?

Tentu saja Anda harus meyakinkan diri dan hati Anda bahwa petunjuk itu benar dan pasti akan membawa Anda selamat menuju pulang. Setelah Anda yakin, baru kemudian Anda ikuti petunjuk itu.

Petunjuk itu berisi seruan dan larangan. Jika petunjuk memerintahkan Anda berbelok ke kiri maka Anda harus berbelok ke kiri. Jika petunjuk itu melarang Anda untuk mendaki maka Anda tak boleh mendaki.

Begitulah perumpamaan hidup manusia di belantara dunia. Manusia ingin pulang ke kampung halamannya di surga. Agar bisa selamat, manusia perlu petunjuk. Apa petunjuk itu? Tak lain adalah al-Qur’an.

Allah Ta’ala telah berfirman dalam permulaan surat al-Baqarah [2], “Alif Lam Mim. Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (ayat 1 dan 2).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Yakinkah kita dengan apa yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam permulaan surat al-Baqarah tersebut? Orang-orang yang beriman sudah pasti meyakininya. Mereka tak akan ragu dengan petunjuk itu. Mereka berusaha keras menaatinya; menjalankan semua perintah yang ada di dalamnya dan menjauhi semua larangan yang ada di sana. Mereka rela berkorban, baik harta maupun raga. Mereka juga mau bersabar dalam ketaatan.

Namun, bagaimana dengan yang lainnya? Sebagian manusia tak meyakini petunjuk itu. Orang-orang seperti ini bahkan sudah ada sejak Rasulullah SAW masih hidup.  Mereka menuduh bahwa al-Qur’an itu hanyalah buatan Muhammad SAW atau buatan manusia, bukan buatan Tuhan.

Terhadap tuduhan ini, Allah Ta’ala membalasnya dengan tiga tantangan. Pertama, Allah Ta’ala menyuruh manusia membuat yang semisal dengan itu secara utuh. Ini diungkapkan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat Al- Isra’ [17] ayat 88, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’an ini niscaya mereka tak akan mampu membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu sebagian yang lain.”

Pada tantangan kedua, Allah Ta’ala meminta kepada manusia untuk membuat sepuluh ayat saja, bukan lagi seluruhnya. Ini diungkap oleh Allah Ta’ala dalam surat Hud [11] ayat 13, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kalian sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kalian memang orang-orang yang benar.”

Lalu tantangan ketiga, Allah Ta’ala meminta manusia membuat hanya satu ayat saja. Ini diungkap dalam al-Qur’an surat Yunus [10] ayat 38, “Apakah pantas mereka mengatakan, ‘Muhammad yang telah membuatnya?’ Katakanlah, ‘Buatlah sebuah surat yang semisal dengan surat (Al-Qur’an), dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar’.”

Ketika tantangan ini datang, Bangsa Arab tengah berada pada puncak kecemerlangan syair-syairnya. Sebagian masyarakat yang paham seluk beluk syair, langsung beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Mereka tahu tak akan ada manusia yang sanggup menandingi ketinggian sastra al-Qur’an. Mereka sadar bahwa al-Qur’an adalah perkataan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Azza wa Jalla, bukan buatan manusia.

Fenomena ini mirip dengan para penyihir Fir’aun yang langsung beriman setelah kalah dengan peragaan tongkat Nabi Musa AS. Mereka tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Musa AS bukanlah sihir melainkan mukjizat yang hanya bisa terjadi karena kehendak Yang Maha Kuasa. Mereka bahkan tetap beriman meskipun Fir’aun menyiksa mereka sampai mati.

Nah, jika masih belum yakin dengan al-Qur’an maka pelajarilah lagi. Pahami isinya, resapi maknanya. Sebab, kata Allah Ta’ala, orang-orang terdahulu yang mendustakan al-Qur’an adalah orang-orang yang belum mengetahuinya secara baik, namun buru-buru mendustakannya. Mereka manusia-manusia pandir yang hatinya telah tertutup.

Ini diungkapkan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat Yunus [10] ayat 39, “Bahkan (yang sebenarnya), mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Demikianlah halnya umat-umat yang ada sebelum mereka telah mendustakan (Rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang yang zalim.”

Padahal, Allah Ta’ala telah berkali-kali mengingatkan manusia bahwa al-Qur’an adalah petunjuk untuk menapaki jalan yang lurus. Dalam surat Yunus [10] ayat 108, misalnya, Allah Ta’ala menyeru kepada Muhammad ﷺ untuk mengatakan:

قُلۡ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ قَدۡ جَآءَكُمُ الۡحَـقُّ مِنۡ رَّبِّكُمۡ‌ۚ فَمَنِ اهۡتَدٰى فَاِنَّمَا يَهۡتَدِىۡ لِنَفۡسِهٖ‌ۚ وَمَنۡ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيۡهَا‌ۚ وَمَاۤ اَنَا عَلَيۡكُمۡ بِوَكِيۡلٍؕ

“Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (al-Qur’an) dari Tuhanmu. Oleh sebab itu barang siapa mendapat petunjuk maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan Aku bukanlah pemelihara dirimu.”

Dalam surat Yunus [10] ayat 57, Allah Ta’ala juga berfirman, “Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran (al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.”

Jadi, jika masih belum yakin juga dengan al-Qur’an, maka segeralah yakinkan diri. Sebab, kita harus melangkah membelah belantara dunia agar bisa kembali ke kampung halaman kita di surga. Jika kita tetap diam atau terobang-ambing terus, mana mungkin kita akan keluar dengan selamat dari belantara ini. Wallahu a’lam.*

Baca juga: Ini Sebab Perlu Ta’awudz Saat Baca Al Quran

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Qur'an adalah petunjukAl-Qur'an dan Belantara Duniaoase iman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kuasa hukum farid okbah Penyiksaan Tahanan Masih Terjadi, Komnas HAM Ingatkan Ratifikasi OPCAT Amanat Konstitusi
Tulisan selanjutnya Menjemput Kemenangan Dakwah: Hakekat dan Kiat-kiatnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?