Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Cinta, Tak Kecam Saudi dan UEA, Al-Qaradhawi Ingin Wafat di Qatar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 April 2014 22:03 10:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 April 2014 21:00
Bagikan
Syeikh Dr Yusuf Al Qaradhawi
Bagikan

Hidayatullah.com—Ulama asal Mesir dan bermukim di Qatar, Dr Yusuf Al-Qaradhawi, yang khutbah Jumatnya kadang menimbulkan ketegangan di antara negara-negara Arab, kini menyampaikan pesan yang agak menyejukkan.

Dalam sebuah pernyataannya pada hari Ahad (20/4/2014) yang dikirim lewat surat elektronik, Al-Qaradhawi yang dalam khutbahnya banyak menyinggung pemerintah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mengatakan bahwa semua yang pernah dikatakannya merupakan pendapat pribadi dan bukan pendapat pemerintah Qatar.

“Posisi pribadi saya tidak merefleksikan posisi pemerintah Qatar … Saya tidak memiliki posisi resmi, tetapi hanya mengungkapkan pendapat pribadi saya,” kata Al-Qaradhawi dalam e-mailnya dilansir Al-Arabiya.

Al-Qaradhawi dalam khutbahnya sering mengkritik negara-negara Arab tetangga Qatar yang disebutnya tidak cukup islami.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya mencintai semua negeri di Teluk, dan mereka semua mencintai saya: Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab, Oman, dan Bahrain. Saya menganggap mereka sebagai satu negara dan satu rumah,” kata Al-Qaradhawi lagi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada 5 Maret lalu, Arab Saudi, UEA dan Bahrain menarik pulang duta-duta besar mereka dari Qatar, sebuah tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ketiga negara itu menuding pemerintah Doha, yang menampung Al-Qaradhawi setelah dicabut kewarganegaraannya oleh Mesir, ikut campur dalam urusan dalam negeri mereka. Penguasa Qatar menolak tudingan itu.

Ketiga negara tetangga Qatar tersebut geram karena memberikan Doha dukungan kepada Al-Ikhwan Al-Muslimun, organisasi asal Mesir di mana Al-Qaradhawi pernah aktif dan ditawari menjadi pemimpinnya, yang dilarang beroperasi di sebagian negara Teluk.

Sejak penarikan duta-duta besar negara tetangga dari Qatar, Al-Qaradhawi beberapa waktu tidak muncul menyampaikan khutbah Jumat. Sebuah tindakan yang dipandang sebagian pihak sebagai upaya meredakan ketegangan di antara negara-negara Teluk.

Dalam pernyataan hari Ahad kemarin, Yusuf Al-Qaradhawi mengakui bahwa dirinya pernah menerima penghargaan-penghargaan dari Arab Saudi dan UEA atas karya-karyanya, seraya menyanjung tinggi pemberian penghargaan itu.

Al-Qaradhawi mengatakan bahwa pendapat yang disampaikannya di publik hanya dimaksudkan sebagai kritik membangun.

“Apa yang pernah saya katakan, dan saya katakan (sekarang), semata nasihat yang tulus, yang akan terbukti kesungguhannya setelah itu,” katanya.

UEA memanggil duta besar Qatar pada bulan Februari lalu, terkait komentar Al-Qaradhawi di sebuah stasiun televisi Qatar di mana dia mengecam UEA sebagai sebuah negara anti-Islam. Setelah itu dalam khutbahnya dia menyinggung lagi soal UEA.

Dalam pernyataannya kemarin Al-Qaradhawi membantah laporan-laporan media yang mengatakan dirinya akan segera meninggalkan Qatar.

“Saya adalah bagian dari Qatar. Qatar adalah bagian dari saya … Sekarang saya berusia 88 tahun dan saya akan tinggal di Qatar dan dimakamkan di tanahnya,” kata ulama yang telah mengundurkan diri dari dewan ulama Al-Azhar menyusul dilengserkannya politisi asal Al-Ikhwan, Muhammad Mursy, dari kursi kepresidenan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Syeikh al Qaradhawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas dan Fatah Akan Berunding Lagi di Gaza
Tulisan selanjutnya Gul: Formula Putin-Medvedev Tak Cocok di Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?