Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Memberikan Kewarganegaraan kepada Ratusan Warga Mesir yang Tinggal di Pengasingan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Maret 2021 11:34 11:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Maret 2021 11:34
Bagikan
Pendukung Partai Gerakan Nasionalis (MHP)
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Turki memutuskan untuk mengeluarkan kewarganegaraan kepada hampir 700 warga Mesir yang tinggal di pengasingan tahun lalu. Hal itu setelah memutuskan bahwa pelamar adalah profesional yang sangat terampil dan terdidik, Middle East Eye melansir.

Sekelompok warga Mesir yang disebut “Komite Mesir” bertemu dengan pejabat senior Turki di Ankara kira-kira enam bulan lalu dan menyerahkan daftar orang yang telah melarikan diri dari Mesir setelah kudeta militer pada 2013, sumber Mesir mengatakan kepada MEE.

Dua sumber Turki yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada MEE bahwa Ankara telah memutuskan untuk menyetujui permintaan mereka berdasarkan kualifikasi profesional mereka.

“Pemerintah mengeluarkan kewarganegaraan dengan menggunakan kekuatan luar biasa untuk melakukannya,” ungkap salah satu sumber Turki. “Mereka tidak terkait dengan Ikhwanul Muslimin.”

Sumber kedua dari Turki mengatakan ribuan orang Mesir telah menjadi warga negara Turki sejak 2013 setelah berinvestasi di negara itu atau karena jasa mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Turki dan Mesir baru-baru ini mencari cara untuk memperbaiki hubungan mereka, yang sangat terpecah setelah Ankara menolak untuk mengakui Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sebagai pemimpin sah negara itu karena dia dilantik melalui kudeta.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga merupakan kritikus vokal atas pelanggaran hak asasi manusia Sisi terhadap para pemimpin dan anggota Ikhwanul Muslimin dalam penumpasan pasca kudeta.

Awal bulan ini, dalam upaya nyata menuju pemulihan hubungan, pejabat senior Turki, termasuk menteri luar negeri dan pertahanan, secara terbuka menyerukan untuk meningkatkan hubungan. Turki juga meminta saluran oposisi Mesir yang terletak di negara itu untuk mengurangi kritik mereka terhadap pemerintah Sisi karena negosiasi rumit yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Namun, langkah Turki untuk memberikan kewarganegaraan kepada warga Mesir yang tinggal di pengasingan menunjukkan bahwa Ankara tidak akan membahas keberadaan warga Mesir di negara itu sebagai bagian dari kesepakatan apa pun.

‘Perlindungan Tertinggi’

Yasin Aktay, penasihat Erdogan untuk urusan Timur Tengah, menulis dalam sebuah kolom yang diterbitkan awal pekan ini bahwa baik para pengungsi Mesir maupun para pemimpin Ikhwanul Muslimin tidak menjadi bagian dari pembicaraan bilateral, yang melalui badan intelijen masing-masing.

“Orang harus tahu bahwa Turki tidak akan menyerahkan manusia ke negara mana pun yang memiliki hukuman mati dan tidak memiliki peradilan yang adil dan transparan,” tulisnya. “Selain itu, otoritas Mesir tidak membuat permintaan seperti itu selama pembicaraan saat ini, dan mereka tidak dapat memintanya.”

Semua sumber yang diwawancarai oleh MEE membantah spekulasi bahwa Turki telah memberikan kewarganegaraan kepada Mesir sebagai bagian dari pembicaraan saat ini.

Namun, seorang mantan pejabat Turki, yang mengetahui praktik di Ankara, menyatakan bahwa Turki juga telah memberikan paspor kepada pejabat Hamas sebelum mencoba menormalisasi hubungan dengan Israel tahun lalu.

“Pemerintah mungkin telah melakukan hal yang sama di sini, memberikan perlindungan akhir kepada beberapa orang Mesir,” ujar mantan pejabat itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdel Fattah el-SisiIkhwanul MusliminKewarganegaraanMesirMiddle East EyeTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat Dakwah Rasulullah kepada Kaisar Heraklius
Tulisan selanjutnya vaksin syarat haji Menkes Minta Calon Penerima Vaksinasi Covid-19 Penderita Komorbid Jujur dan Periksa ke Dokter Sebelum Vaksin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?