Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Lima Meninggal, Puluhan Terluka’ dalam Protes Anti-Modi di Bangladesh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Maret 2021 09:48 9:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2021 09:48
Bagikan
protes anti-modi
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan pelajar Bangladesh bentrok dengan polisi dan pasukan perbatasan di distrik Brahmanbaria timur, setidaknya lima orang telah dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam protes anti-Modi di Bangladesh timur. Pasukan keamanan melepaskan tembakan untuk memadamkan protes terhadap kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi, Al Jazeera melaporkan.

Ratusan pelajar dari sekolah agama pada hari Sabtu (27/03/2021) bentrok dengan polisi dan pasukan perbatasan dalam protes anti-Modi di distrik Brahmanbaria. Polisi mengatakan mereka harus melepaskan tembakan untuk mengendalikan kekerasan.

“Kami menerima tiga jenazah yang terkena peluru dan dua lainnya meninggal karena luka-luka mereka kemudian,” ungkap Abdullah Al Mamun, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Brahmanbaria milik pemerintah, kepada Reuters.

Seorang petugas polisi setempat mengonfirmasi lima orang telah tewas tetapi menolak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media, menurut kantor berita tersebut. Polisi Bangladesh tidak secara resmi mengkonfirmasi jumlah korban tewas.

Kekerasan dimulai pada hari Jum’at (27/03/2021) di ibu kota Dhaka, dan berlanjut ke beberapa distrik di negara mayoritas Muslim berpenduduk 168 juta itu, di mana banyak kelompok menuduh Modi mendiskriminasi Muslim minoritas di India yang mayoritas Hindu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Setidaknya empat pendukung kelompok Hefazat-e-Islam meninggal pada hari Jum’at setelah polisi melepaskan tembakan ketika pengunjuk rasa diduga menyerang kantor polisi di kota tenggara Chittagong. Puluhan orang juga terluka di Dhaka pada hari Jum’at ketika polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata dalam bentrokan dengan pengunjuk rasa.

Pada hari Sabtu, ratusan anggota Hefazat-e-Islam dan kelompok lainnya berbaris melalui Chittagong dan Dhaka, memprotes kematian pendukung mereka.

“Polisi menembaki pendukung damai kami,” pungkas sekretaris kelompok, Azizul Haque, yang menyelenggarakan unjuk rasa di Chittagong. “Kami tidak akan membiarkan darah saudara-saudara kami sia-sia.”

Hefazat-e-Islam telah menyerukan pemogokan nasional pada hari Minggu untuk memprotes pembunuhan tersebut. Amnesty International juga mengecam aksi polisi di Chittagong.

“Hak untuk protes damai telah mendapat serangan bersama, terutama selama pandemi virus korona, yang berpuncak pada jenis penindasan berdarah ini,” ujar Sultan Muhammad Zakaria, peneliti Amnesty Asia Selatan, dalam sebuah pernyataan.

Modi mendarat di Dhaka pada hari Jum’at, perjalanan internasional pertamanya sejak wabah virus corona tahun lalu, untuk merayakan ulang tahun ke-50 kemerdekaan Bangladesh.

Dia meninggalkan negara itu pada hari Sabtu setelah mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan memberikan negara itu 1,2 juta suntikan vaksin COVID-19.

Kedua negara mengeluarkan pernyataan bersama merayakan kerja sama dan kemitraan mereka, tetapi pemerintah Bangladesh tidak berkomentar tentang protes tersebut.

Layanan Facebook tidak tersedia di Bangladesh pada hari Sabtu, kata jejaring sosial itu, menambahkan pihaknya memiliki kekhawatiran serius tentang cara pembatasan itu pada saat komunikasi yang efektif diperlukan untuk mengatasi pandemi virus corona.

“Kami menyadari bahwa layanan kami telah dibatasi di Bangladesh,” ungkap Facebook dalam sebuah pernyataan. “Kami sedang bekerja untuk memahami lebih banyak dan berharap akses penuh dipulihkan secepat mungkin.”

Pemerintah Bangladesh tidak berkomentar apakah mereka telah memblokir Facebook dan aplikasi Messenger-nya, tetapi sebelumnya telah menggunakan penutupan internet sebagai alat untuk mengekang penyebaran protes.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al JazeeraAzizul HaqueHefazat-e-IslamKunjungan modi ke BangladeshPelajar Sekolah AgamaSheikh Hasina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bom Meledak, Pak Moel Bak Robin Hood, dan Ending Partai Demokrat Tidak Menentu
Tulisan selanjutnya Era Demokrasi dan Kebebasan Pers, PKS Prihatin Penganiayaan Terhadap Wartawan Masih Terjadi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?