Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Jalan Seratus Tahun yang Tak Boleh Terjeda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 April 2021 13:47 1:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 April 2021 12:54
Bagikan
Dr Abdul Mannan
Bagikan

Oleh: Mahladi Murni

Hidayatullah.com | Halaqah sore itu belum saya tutup. Saya, sebagai koordinator masih memberi kesempatan kepada Ustadad Sholeh Usman, Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, untuk memberi pelengkap kajian yang baru saja disampaikan oleh murobbi kami, Ustadad Nursyamsa Hadits. Waktu sudah menunjuk hampir pukul 5 sore.

Tetiba Ustad Candra Kurnianto, sekjen DPP Hidayatullah yang juga anggota halaqah kami, memberi kabar mengejutkan, “Ustadadz Abdul Mannan sudah tiada.”

Ustad Sholeh Usman spontan berteriak, “Ya Allah … ya Allah.”  Ustad Nursyamsa menutup mukanya dengan kedua tangannya seraya menyebutkan asma Allah.  Ustad Candra terduduk lemas di atas kursi. Mukanya memerah. Matanya basah. Isak tangis tiba-tiba membahana di ruang rapat Gedung Dakwah Hidayatullah lantai 2.

Saya juga tertunduk, tak kuasa pula membendung air mata ini. Beliau adalah guru, tokoh, pemimpin, sekaligus pemikir organisasi ini. Wafatnya beliau adalah kehilangan besar bagi Hidayatullah.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Ingatan saya langsung melayang kepada sebuah buku bertajuk Grand Design Hidayatullah 2021-2121. Buku hebat tentang Hidayatullah 100 tahun ke depan. Itulah karya terakhir beliau, buah pikir beliau untuk organisasi yang beliau rintis ini.

Tanggal 3 September 2020, materi buku itu sudah selesai. Di dalamnya tertulis gambaran tentang Hidayatullah satu abad ke depan serta upaya mewujudkannya. Beliau kemudian menelepon saya, meminta agar saya menemui beliau di Pesantren Hidayatullah, Depok, Jawa Barat.

Seperti biasa, setiap kali beliau memanggil saya, maka kami akan bertemu di Masjid Ummul Quro yang terletak di tengah-tengah pesantren Depok. Lalu, siang itu, beliau bercerita tentang materi buku itu. Kata beliau,  jika kelak materi buku itu telah selesai diedit dan didesain menjadi buku, lalu diserahkan kepada Pemimpin Umum Hidayatullah, Ustad Abdurrahman Muhammad, maka tuntaslah tugas beliau.

Masya Allah, meskipun ketika itu beliau mulai sakit-sakitan, namun beliau masih memikirkan Hidayatullah. Saya membayangkan bagaimana beliau melewati malam-malam dengan sholat lail yang tak pernah beliau tinggalkan, lalu merangkai huruf demi huruf sehingga menjadi materi buku itu.

Sebenarnya, menulis buku bukan sekali ini beliau lakukan. Jauh sebelumnya, beliau pernah menulis buku tentang peradaban Islam. Beliau juga memanggil saya ketika materi buku itu sudah selesai. “Pak Mahladi, tolong edit materi buku ini. Buat menjadi cair, sehingga enak dibaca,” kata beliau ketika itu.

“Tidak Ustadadz! Saya tidak berani mengubah gaya tulisan Ustadadz yang khas. Saya hanya akan mengedit kesalahan tulis saja,” jawab saya ketika itu.  Beliau tercenung, lalu mengangguk. “Ya, antum benar,” kata beliau.

Sejak itu, saya sering diminta untuk mengedit buku-buku beliau, hingga buku terakhir itu.  Akhir Januari 2021, buku Grand Desain Hidayatullah telah rampung. Saya melihat raut wajah beliau sumringah ketika menimang-nimang buku itu.

Besok, kata beliau, buku itu akan beliau serahkan kepada Ustad Abdurrahman Muhammad, pemimpin tertinggi Hidayatullah, di Gunung Tembak, Kalimantan Timur.

Kembali kepada kisah halaqah yang terjeda setelah mendapat berita duka. Semua terdiam dan larut dalam suasana duka. Ustad Sholeh Usman mengajak seluruh anggota halaqah untuk mengangkat tangannya lalu beliau melantunkan doa dengan khusuk.

“Ya Allah, eratkan ukhuwah kami, dan bantulah kami berjuang menegakkan agama-Mu …” begitulah petikan doa Ustad Sholeh Usman dengan suara terbata-bata dan diamini oleh seluruh peserta halaqah.

Doa itu seakan menegaskan bahwa Hidayatullah 100 tahun ke depan sebagaimana diimpikan oleh Ustad Abdul Mannan allahuyarham serta seluruh kader Hidayatullah akan sulit terwujud manakala ukhuwah tidak dijaga. Begitu juga jalan menuju impian itu tak akan mudah dilalui tanpa pertolongan Allah Taala.

Selamat jalan guru kami. Semoga Allah Ta’ala menguatkan langkah-langkah kami untuk meniti jalan 100 tahun yang telah engkau tinggalkan kepada pemimpin-pemimpin kami. Aamiin ya Rab *

Kabiro Humas DPP Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eksekusi Mati Menurun di Tahun 2020
Tulisan selanjutnya kudeta raja Yordania Putra Mahkota Saudi Dituduh Dukung ‘Israel’ Kudeta Raja Yordania

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?