Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Prancis Tolak Gugatan Kasus Agent Orange Perang Vietnam

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Mei 2021 11:25 11:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Mei 2021 11:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan di Prancis hari Senin (10/5/2021) menghentikan kasus gugatan yang diajukan Tran To Nga, seorang warga Prancis asal Vietnam berusia 78 tahun, terhadap 14 perusahaan kimia multinasional berkaitan dengan penggunaan defoliant (perontok daun) Agent Orange oleh militer Amerika Serikat dalam Perang Vietnam.

Persidangan dimulai pada 25 Januari di pengadilan di Evry, daerah pinggiran selatan Paris.

Setelah mempertimbangkan selama lebih dari 3 bulan, pengadilan menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki yuridiksi untuk memproses kasus yang melibatkan tindakan-tindakan pemerintah AS di masa perang, lansir RFI.

Tran To Nga, seorang bekas jurnalis kelahiran tahun 1942 di wilayah yang kala itu dikenal sebagai Indochine française (teritori Prancis Indochina), menuding belasan perusahaan kimia itu – termasuk Monsanto dan Dow Chemical – menyebabkan luka parah pada dirinya dan orang lain dengan menjual bahan kimia defoliant Yang dikenal sebagai Agent Orange kepada pemerintah Amerika Serikat, yang menggunakannya untuk menimbulkan efek kerusakan pada saat perang.

Dia juga menuding perusahaan-perusahaan itu menyebabkan kerusakan lingkungan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam keputusannya, pengadilan mengatakan perusahaan-perusahaan itu bertindak “memenuhi pesanan” dari pemerintah AS yang melakukan tindakan-tindakannya sendiri sebagai negara berdaulat.

Berbagai LSM memperkirakan empat juta orang di Vietnam, Kamboja dan Laos terpapar 76 liter Agent Orange yang disemprotkan pasukan AS untuk merontokkan dedaunan sehingga musuhnya tidak dapat bersembunyi di antara lebatnya pepohonan, serta untuk menghancurkan sumber makanan mereka dalam peperangannya melawan pasukan Komunis Vietnam Utara antara tahun 1962 dan 1971.

Tran To Nga mengalami efek yang biasa tampak pada orang yang keracunan Agent Orange, seperti diabetes tipe 2 dan alergi insulin yang sangat langka.

Salah satu putrinya meninggal dunia akibat kelaianan bentuk pada jantung.

Perusahaan-perusahaan multinasional itu sejak lama menolak bertanggung jawab atas penggunaan bahan kimia yang mereka produksi oleh militer Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agent OrangeAmerika SerikatdefoliantPrancisVietnam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perundingan damai intra-afghanistan taliban as Pemimpin Taliban Memperingatkan AS Melanggar Kesepakatan Doha
Tulisan selanjutnya Pria China Terjebak di Tengah Jembatan Kaca yang Rusak Diterjang Angin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?