Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Syiah dalam Pandangan Pendiri NU

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juni 2021 15:29 3:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2021 16:40
Bagikan
Ilustrasi: Kitab Risalah Ahlus Sunnah
Bagikan

Oleh: Ubed Ahmad

Hidayatullah.com | BEBERAPA waktu lalu akun Twitter milik Habib Abubakar Bin Hasan Assegaf Pasuruan sempat “ramai” tentang masalah Syiah. Dalam cuitan yang bertanggal 08 Juni 2021 itu, mantan Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut terlihat sedang meminta klarifikasi kepada PBNU lewat akun Twitter resminya mengenai pernyataan salah seorang warganet yang mengklaim bahwa NU telah menyatakan jika Syiah bukan aliran sesat. Ia juga menyatakan bahwa dalam tradisi agama Islam nusantara faktanya adalah sebagian berasal dari tradisi Syiah.

Tentu hal ini mengundang kontroversi terutama di kalangan Nahdliyyin sendiri. Karena Nahdatul Ulama yang merupakan salah satu gerbong Ahlussunah Wal Jamaah adalah ormas yang tegas melawan aliran-aliran sempalan di dalam Islam. Pernyataan yang menyatakan bahwa NU adalah Syiah minus Imamah dan Syiah adalah NU plus Imamah yang pernah dilontarkan seorang oknum tokoh NU serta pidato oknum petinggi NU lainnya yang pernah mendukung kegiatan perayaan Arbain-an bulan Muharram dan bahkan menganggap dungu bagi warga NU yang menolak perayaan itu tentu tidak lantas bisa menjadi pedoman bagi Nahdliyyin.

Sebab para Muassis NU sendiri sangat menolak paham yang suka mencaci para Sahabat dan istri Nabi tersebut. Di dalam kitab Risalah Ahlussunah Wal Jamaah yang ditulis oleh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dengan tegas menyatakan bahwa hendaknya bagi seluruh umat Islam di Indonesia mewaspadai beberapa aliran sempalan seperti Mujasimah dan Syiah.  Hadratus Syaikh Muhammad Hasyim Asy’ari berkata, “Ada juga kelompok Rafidzah yang selalu mencela Abu Bakar dan Umar R.A. dan lainnya. Tetapi fanatik kepada sahabat Ali bin Abi Thalib dan Ahli Bayt R.A.

Berkata Sayid Muhammad dalam kitab Syarah Qamus, bahwa sebagian kaum Rafidzah ada yang menjadi kafir, semoga Allah menjauhkan kita darinya. Kemudian beliau menyitir pendapat Imam Qadhi Iyadh yang berkata di dalam kitab “Syifa”, bahwa ﷺ bersabda, “Takutlah kepada Allah (untuk mencela) para sahabatku, janganlah kalian mencela sahabatku sepeninggalku. Barangsiapa mencintai mereka maka aku mencintainya dengan sepenuh cintaku, barangsiapa membenci mereka maka aku akan membencinya dengan kebencianku. Barangsiapa mencela mereka, sama dengan mencelaku. Barangsiapa mencelaku sama dengan mencela Allah. Barang siapa mencela Allah maka Allah akan menyiksanya.” (HR: Tirmidzi, Ahmad).

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Jangan kalian mencela para sahabatku, barang siapa mencelanya maka baginya laknat Allah, para Malaikat dan segenap manusia, dan Allah tidak akan menerima amal kebaikannya.”

Nabi bersabda, “Janganlah kalian menghina para sahabatku. Sesungguhnya akan ada di akhir zaman orang-orang yang suka mencela para sahabatku. Jangan kalian menshalati mereka ketika mati, jangan shalat bersama mereka, jangan menikahkan anak-anak kalian dengan anak mereka, dan jangan duduk bersama mereka, dan jika mereka sakit janganlah kalian menjenguknya.”

Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda, “Barangsiapa mencaci-maki sahabatku maka pukullah dia.” Nabi memberitahukan bahwa menyakiti para sahabat adalah sama halnya dengan menyakiti Nabi itu sendiri. Dan menyakiti Nabi adalah haram hukumnya.

Dalam Risalah Ahlussunah Wal Jamaah bab II, KH Hasyim Asy’ari mengutip beberap hadist.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

“Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘ahnu, beliau berkata: Rasulullah ﷺ telah bersabda,”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.”

Dan juga hadis yang berbunyi, “Janganlah kalian menyakiti aku dengan menyakiti A’isyah.” (Risalah Ahlussunah Wal Jamaah Fasal II, Hadratus Syaikh Muhammad Hasyim Asy’ari).

Di dalam Qanun Asasi Nahdlatul Ulama Hadratus Syaikh Muhammad Hasyim Asy’ari juga berpesan, “Ini adalah jam’iyyah yang lurus, bersifat memperbaiki dan menyantuni. Ia manis terasa di mulut orang-orang yang baik dan bengkal di tenggorokan orang-orang yang tidak baik. Dalam hal ini hendaklah anda sekalian saling mengingatkan dengan kerjasama yang baik, dengan petunjuk yang memuaskan dan ajakan memikat serta hujjah yang tak terbantah. Sampaikan secara terang-terangan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, agar bid’ah-bid’ah terberantas dari semua orang. Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila fitnah-fitnah dan bid’ah-bid’ah muncul dan sahabat-sahabatku di caci maki, maka hendaklah orang-orang alim menampilkan ilmunya. Barang siapa tidak berbuat begitu, maka dia akan terkena laknat Allah, laknat Malaikat dan semua orang.” (Qonun Asasi Nahdatul Ulama).

Dari penjelasan pendiri Nahdlatul Ulama tersebut sudah nyata terbantahkan jika ada klaim yang menyatakan bahwa NU tidak menganggap Syiah adalah aliran yang tidak sesat.

Jelas sekali fitnah tersebut dilakukan oleh para oknum tidak bertanggung jawab yang berasal dari luar NU dan juga oknum dalam NU sendiri. Termasuk oknum yang mencuit di media sosial Twitter yang “dilawan” oleh Habib Abubakar Bin Hasan Assegaf tersebut. Wallahu A’lam Bis Showab.*

Nahdliyyin, tinggal di Pasuruan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnahAliran sesatNahdhatul UlamaNUsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gubernur BI: Mata Uang Kripto Bukan Alat Pembayaran yang Sah di Indonesia
Tulisan selanjutnya Sejarah Islam indonesia Amanat Sejarah Umat Islam Indonesia (3): Menumbuhkan Pergerakan Nasional untuk Negara Merdeka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Suriah Larang Kelompok Bersenjata Selain Militer Negara
Berita

Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

Berita
8 Juni 2026 10:25
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral

Terbaru

  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?