Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Nasehat Ayah yang Menginspirasiku

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Juni 2021 17:07 5:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juni 2021 18:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | KALA  itu kami sekeluarga menikmati liburan akhir pekan bersama di rumah. Semua duduk berkumpul, duduk tak beraturan. Ada yang duduk di dekat pintu, berbaring di tengah ruangan, ada juga yang berkumpul di dekat mama.

Diusia belia tentu saja ia bagai magnet, kami selalu berebutan berada di dekatnya. Sehingga orangtua pun berkisah akan pengamalannya semasa jadi santri.

Bapak mulai berbagi kisahnya, konon semasa santri ia termasuk santri teladan. Hafalan lumayan banyak, serta menjadi salah satu santri  andalan ketika ada penugasan mengisi ceramah di masjid-masjid jama’ah. Hal ini menjadi sebab cukup seringnya beliau  berkomunikasi dengan pimpinan pesantren.

Suatu ketika, bapak begitu rindu sang ibu dan kampung halaman. Maklum, selama sejak lulus SMP berada di salah satu Pondok Pesantren di Balikpapan, hingga menjelang pernikahannya, beliau tidak pernah pulang kampung. Saat bapak pimpinan menahan dan tidak mendapatkan izin ia pun merasa dunianya seakan runtuh.

“Tidak usah pulang, do’akan saja orangtuamu dari sini. Itu lebih baik daripada  kau harus pulang kampong!” Bapak meniru beliau dengan logat Bugisnya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Hati bapak pun bergemuruh dan dilema, apakah harus ta`at pada pemimpin, atau pulang dan meninggalkan semua. Rindu yang begitu memuncak terhalang perintah untuk tetap tinggal. Di tengah rasa ketidakpastian, merasa ada bisikan yang sangat kuat untuk tetap berangkat. Tekadpun menguat, disiapkanlah segala keperluannya. Baju yang hanya beberapa lembar serta beberapa keperluan lain  dimasukkan ke dalam tas kecil.

“Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahiim,  jika memang ini jalanku, perlihatkanlah kekuasaan-Mu padaku. Hanya Engkau tempat bergantungku, Tiada Tuhan yang patut Aku sembah selain Engkau. Engkaulah saksi kerinduan hamba kepada ibu. Namun hamba tidak ingin, kepulangan hamba ini tidak Engkau ridhoi sebab hamba tidak taat kepada pemimpin. Hamba mohon kepada-Mu,perlihatkan bukti kekuasaan-Mu kepada Hamba-Mu yang hina ini,” demikian doa yang diiringi linangan air mata.

Dengan Langkah gontai ia berjalan  menuju gerbang. Kemudian duduk di bawah pohon sambil menunggu mobil angkutan menuju ke Pelabuhan. Tanpa patah semangat, hingga detik berganti menit, menit berganti jam, mobil tidak kunjung datang. Kepala mulai tidak stabil oleh serangan kantuk, akhirnya tertidur lelap.

Ia pun bermimpi bertemu ibunya. Hati nan girang, “Pucuk dicinta ulam pun tiba”, dipeluk erat sang ibu, bagai tak akan dilepasnya lagi. Diciumnya tangan sang ibu, lama. Senyum hangat yang sangat dirindukannya itu, sambil ibu mengusap-usap kepalanya. Begitu hangat dan lembutnya kasih sayang seorang ibu. Dipandanginya wajah Ibu. Rasa rindu yang tak terbendung telah menemukan alirannya, terobati.

Begitu keadaan kaget ketika terbangun dari tidur singkatnya. Sentuhan ibu dalam mimpi terasa begitu nyata. Genggaman tangannya juga masih terasa hangat. Ajaib! Rasa rindu yang tadinya begitu bergemuruh, kini telah terobati. Berangsur-angsur hatinya menjadi tenang kembali, seakan-akan ia telah mengunjungi ibu yang sangat ia cintai.

Bapak menceritakan kisahnya dengan genangan air mata di pelupuk. Kami pun ikut terbawa suasana. Tak terasa, sebagai anak sulung ikut meneteskan air mata mendengar kisahnya.

“Bagi seorang Muslim, do’a adalah senjata utama. Berdo’alah, Allah akan mendengarmu di manapun berada, apapun keadaanmu, apapun kebutuhanmu, mintalah kepada Allah, sebab hanya Dialah Sang Pemilik Segalanya. Tak ada yang mustahil jika Allah telah berkehendak.”

Nasihat yang begitu menginspirasi bagiku. Sehingga saya mengamalkannya ketika berhadapan suatu masalah. Khususnya tahun 2009, tepat di hari-hari terakhir di bangku Madrasah Aliyah, dan tidak lama lagi berganti status menjadi mahasiswi.

Saat itu kami sedang belajar Bahasa Arab bersama salah satu guru favoritku.

“Kamu akan lanjut dimana setelah lulus sekolah?” Tanya sang Guru padaku.

“Saya ingin kuliah di luar Balikpapan,” jawabku.

“Wah, bagus itu. Saya sarankan kamu kuliah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Di sana bagus, gurunya orang Arab, jadi bahasanya bisa lebih bagus.” Kata beliau lagi.

Saat itu adalah pertama kalinya mendengar nama LIPIA, dan langsung jatuh cinta. Sejak itulah do’a khusus selalu kupanjatkan, semoga suatu hari bisa kuliah di sana. Tiba masa, harapan itu pupus sebab terkendala biaya. Maka kuputuskan untuk kuliah di Perguruan Tinggi, di Balikpapan.

 Alhamdulillah, pertengahan 2010 Perguruan Tinggi ini membuka kesempatan bagi mahasiswi yang ingin kuliah di LIPIA untuk tugas belajar disana. Saya pun ikut tes. Betapa gembiranya hati ini. Do’a yang selama ini kupanjatkan terjawab begitu cepat. Sungguh Allah Maha mendengar do’a hamba-Nya. Segala persiapan berjalan lancar hingga keberangkatan bersama beberapa kawan untuk menuntut ilmu ke Ibu Kota. Ini menjadi salah satu pengalaman dari beberapa pengalaman. Semoga menjadi inspirasi bagi kawan-kawan semua. Aamiin. */Ummu Aidan, Pengajar di STIS Hidayatullah Balikpapan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ayahnasehat ayahSosok Ayah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya vaksin kedaluwarsa Israel-Palestina Sepakat Imbal Balik 1 Juta Dosis Vaksin Pfizer
Tulisan selanjutnya Gegara Covid-19 Starbucks Inggris Rugi Banyak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?