Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Selamat Jalan Ustadz Abdullah Said Baharmuz, Lelaki dengan Kekayaan Sesungguhnya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juli 2021 17:30 5:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juli 2021 16:10
Bagikan
Ustadz Abdullah Said Baharmus.jpg
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | KEMARIN, Jumat (16 Juli), sekitar pukul 15.15 an sebuah kabar duka terkirim di grup perkawanan WhatsApp. Ustadz Abdullah Said Baharmus, Lc wafat. Meski beliau sudah di  rawat sekitar sepekan di RS, awalnya di RS Ummi Bogor, lalu dipindahkan ke RS Yarsi, Jakarta.

Kabar sepekan itu lalu menyebutkan, bahwa ia dirawat karena sesak nafas, yang lalu dinyatakan positif Covid-19. Ia memang membawa penyakit lainnya, jantung dan ada sedikit masalah pada ginjalnya.

Ustadz Abdullah Said Baharmuz, aktif di banyak organisasi dan yayasan. Tercatat ia duduk sebagai Anggota Dewan Syuro’ Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Anggota Dewan Wakaf Gontor, Wakil Ketua Komisi Luar Negeri MUI, Ketua Yayasan Ar-Rahmah, Jakarta. Dan banyak yayasan-yayasan lain, dimana ia duduk sebagai ketua ataupun anggotanya.

Ia memang dikenal sebagai orang yang banyak bekerja ketimbang berbicara. Hidupnya sederhana, tapi lewat Yayasan Ar-Rahmah yang dipimpinnya, yang bergerak di bidang sosial- dakwah, dan yang lebih mengkhususkan pada pembangunan masjid dan sekolah/pesantren.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Entah sudah berapa ratus masjid yang dibangunnya, dan masjid yang dibangunnya cukup mewah dan dengan ukuran tidak kecil. Ia hanya membangun masjid di mana di tempat yang akan dibangunnya memang perlu dibangun masjid. Syaratnya, tanahnya sudah ada, tanah wakaf dengan surat-surat resmi. Itu agar tidak terjadi persoalan dikemudian hari.

Begitu pula persyaratan saat membangun sekolah/pesantren. Lalu orang bertanya, darimana ia dapatkan uang untuk membangun masjid, yang terkadang satu masjid bisa bernilai Rp 2-3 milyar. Setelah tanah yang dibangun tidak bermasalah, ia lalu mencarikan dana ke Timur Tengah. Dan selalu ia dapatkan dana itu, dana pembangunan masjid/sekolah/pesantren berupa wakaf dari pendonor.

Tidak itu saja, ia juga membuatkan yayasan pengelolaan masjid yang sudah terbangun itu. Masjid itu selalu dinamakan Masjid Ar-Rahmah, sesuai dengan nama Yayasan Ar-Rahmah.

 

Masjid Ar-Rahmah Surabaya, salah satu masjid yang dibangun atas upaya Yayasan Ar-Rahmah

Ia membangun masjid-masjid itu, tidak hanya di Jawa, tapi juga di luar Jawa. Tidak bisa dibayangkan betapa sibuknya Ustadz Abdullah itu. Ia terus berjalan bergerak memastikan bahwa bangunan masjid-masjid yang dikerjakan itu sesuai amanah yang diberikan pihak pendonor. Meski masa pandemi Covid-19, ia terus bergerak, tidak ingin amanah yang diberikan itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Maka masa pandemi itu tidak menghalangi langkahnya.

Langkahnya itu dihentikan oleh wabah Covid-19 yang dikirim-Nya. Meski sehari sebelum ia wafat dilakukan PCR, dan hasilnya nagatif. Karena itulah beliau dikuburkan selayaknya jenazah yang meninggal. Dimandikan keluarga dan kerabatnya, juga jenazah disholatkan secara berjamaah, dan dihantar ke pemakaman. Ia dimakamkan di Pesantren Ar-Rahmah, Serang-Banten. Sekitar pukul 10.00, (Sabtu,17 Julu) jenazah di sholatkan di Masjid Ar-Rahmah di kawasan Pesantren. Tampak masjid megah itu penuh dengan jamaah yang mensholatkan.

Semua Merasa Kehilangan

Setelah berita wafatnya Ustadz Abdullah Said Baharmus menyebar, maka ucapan ta’ziah di grup-grup perkawanan tidak henti-henti disampaikan. Bahkan muncul semacam “kesaksian” dari mereka yang mengenal Ustadz Abdullah secara baik. Semua kesaksian yang diberikan penuh puja-puji atas kerja-kerjanya yang sepi dari pemberitaan, tapi dengan hasil luar biasa.

Satu diantaranya, sebuah tulisan dari Iskandar Alukhal (PPMI Madinah, 2016). Menurutnya, Ustadz Abdullah Said Baharmus, Lc, adalah sosok yang memiliki singgasana khusus di hati para mahasiswa Universitas Islam Madinah.

Baiklah sedikit perlu dikutip di sini, kesaksian Iskandar Alukhal atas Ustadz Abdullah itu, agar sedikit terungkap sosok Allahyarham.

“Beliau berpuluh tahun, selalu membantu para mahasiswa menjelang keberangkatan mereka ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Mulai dari pengurusan visa, medical check up, tiket pesawat, lobi masuk ke kantor-kantor keimigrasian Jakarta, sampai berurusan dengan pihak Universitas Islam Madinah.”

Lanjutnya, “Saya rasakan sendiri, betapa sulitnya dulu mengurus berkas-berkas itu agar bisa terbang ke Madinah, jika diurus sendiri (sebelum ada Jam’iyyatur Rahmah), mondar-mandir di Jakarta, keluar masuk ke kantor, lempar sana lempar sini…”

“Ia (Ustadz Abdullah Said Baharmuz) lakukan itu semua bukan atas permintaan Universitas Islam Madinah, atau karena dibayar oleh instansi-instansi terkait, akan tetapi murni, ikhlas karena ingin membantu mahasiswa Indonesia yang diberi taufiq oleh Allah SWT bisa melanjutkan studinya di Madinah.” Subhanallah.

Entah berapa ratus mahasiswa yang dibantunya itu, yang tidak sedikit saat ini jadi da’i-da’i kenamaan dengan menyandang gelar S-2 dan S-3, tentu itu sedikit banyak atas jasa baik beliau  Allahyarham.

Semua yang mengenal beliau punya kenangan baik atasnya. Satu hal ciri khas Ustadz Abdullah, ia selalu tersenyum, pribadinya ramah pada siapa saja yang dikenalnya, bahkan pada orang yang baru dikenalnya.

Ustadz Abdullah memilih hidup sederhana, bahkan teramat sederhana jika diukur dengan proyek-proyek yang diikhtiarkannya selama ini. Ia memang kaya hati yang sebenarnya, dan itu tampaknya passion yang dipilihnya.

Pribadi sederhana itu telah meninggalkan dunia fana ini, dalam usia 66 tahun. Ia memiliki 4 anak; dua perempuan dan dua lelaki (Farah, Novel, Yasmin dan Afif). Si sulung 24 tahun, sedang si bungsu 17 tahun.

Afif yang saat ini belajar di Pondok Modern Gontor Darussalam, mengikuti jejak Sang Abi. Afif tadi yang memberikan sambutan atas nama keluarga, menjelang sholat jenazah. Pada mulanya ia tegar, tapi hal yang wajar jika ia tampak tersedu dan mata berkaca-kaca. Ia katakan, bahwa Abi orang baik bagi keluarga… dan ia akan mengikuti jejak Sang Abi.

Ustadz Abdullah Said Baharmus jasadnya memang sudah tidak hadir lagi di alam ini, tapi tidak amal-amal jariahnya yang in Syaa Allah akan terus mengalir tak henti-henti ia terima. Selama ini ia memang hanya terus menabung, dan pada saatnya dipastikan ia akan memanen hasilnya tanpa henti. Subhanallah.

Selamat Jalan Ustadz Abdullah Said Baharmus, semua merasa kehilangan, tapi Allah punya rencana lain yang lebih baik untuknya, dan setidaknya juga ingin memperlihatkan amalan-amalan hamba-Nya, yang seolah sunyi bahkan tidak terdengar, dan pada saatnya karya-karya ikhlasnya itu layak Allah perlihatkan sebagai ibrah bagi kita semua… Wallahu a’lam. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jam’iyyatur RahmahPP Modern GontorPPMI MadinahUstad Abdullah Said Baharmuz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Video] Banjir di Eropa Barat Telan Korban Sedikitnya 150 Orang
Tulisan selanjutnya M. Natsir di Antara Moral dan Politik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?