Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

M. Natsir di Antara Moral dan Politik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juli 2021 17:12 5:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juli 2021 17:12
Bagikan
Mohammad Natsir
Bagikan

Oleh: Taufik Abdullah

Hidayatullah.com | JIKA sejarah boleh direnungkan, terasalah betapa kekalahan paling dramatis, bukanlah yang terjadi pada diri Mohammad Natsir dan kawan-kawannya. Kekalahan paling tragis terjadi ketika “Bapak Bangsa dan Pemimpin Besar Revolusi” yang sejak muda telah berjuang bagi kemerdekaan bangsa, menemukan dirinya ditolak oleh bangsa yang dicintainya.

Kekalahan yang tidak kurang tragisnya ialah ketika “Bapak Pembangunan” yang telah “mengubah peta Indonesia” harus menerima kenyataan bahwa kehadirannya tak diinginkan lagi dan perilakunya dijadikan sebagai contoh dari perbuatan yang tidak pantas.

Bagaimana Natsir? Seperti apakah penilaian yang harus diberikan kepada seseorang yang menentang pelanggaran konstitusi tetapi ternyata kalah dalam pertarungan politik?

Masa honeymoon dalam kehidupan politik ternyata hanya terjadi ketika keharusan konstitusi relatif masih diikuti oleh pemegang kekuasaan. Seketika hal itu telah dilanggar, Natsir, sang moralis, ternyata tidak punya pilihan lain.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Sebagai pemikir, Mohammad Natsir memperlihatkan kejernihan dan ketajaman berfikir yang mempesona. Dengan bahasa yang teratur dan tersusun baik, pilihan kata yang tertib, sistematika berfikir yang rapi; siapapun akan mengakui juga bahwa ia adalah seorang pemikir yang cemerlang, betapapun mungkin perbedaan pandangan tidak selamanya bisa terelakkan.

Sebagai politikus dan pejuang politik, karirnya menunjukkan betapa tidak mudahnya ia terbebas dari dilema antara keharusan politik dengan tuntutan moral. Seketika ia memilih keharusan moral –memang ia tidak pernah bisa mempunyai pilihan lain– maka kemungkinan kekalahan dalam pertarungan politik pun telah menghadang.

Maka bisakah dielakkan sebuah pertanyaan yang menyesakkan dada?

Apakah perwujudan moralitas dalam pilihan politik adalah sesuatu yang sebaiknya dilupakan saja, ataukah sesuatu yang semestinya dihargai sebagai contoh dari perbuatan yang bisa memenuhi “kepuasan kultural bangsa”. Dan “pahlawan” secara teoritis adalah ia yang telah memberikan contoh perilaku yang sejalan dengan idealisme kultural yang dianut bangsa.

Pahlawan adalah ia –sebagaimana juga dikatakan oleh seorang pemikir– yang telah memberikan kepuasan kultur bagi bangsanya.*

Diambil dari “Natsir dalam Lintasan Sejarah Bangsa” dalam 100 Tahun Mohammad Natsir Berdamai dengan Sejarah, 2008

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:M Natsirmoralpolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selamat Jalan Ustadz Abdullah Said Baharmuz, Lelaki dengan Kekayaan Sesungguhnya
Tulisan selanjutnya Masjid dan Surau di Brunei Gelar Doa dan Shalat Sunnah Peringati Hari Jadi Sultan Hassanal Bolkiah ke-74

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?