Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Haram Buang Air Sembarangan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Desember 2009 18:13 6:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Desember 2009 18:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Suatu hari, Ahmad (30), naik angkutan umum. Setengah jam perjalanan, tepat di tepi jalan, sopir memberhentikan kendaraan. Seolah tanpa bersalah, sang sopir (maaf) mengeluarkan alat vitalnya lalu kencing di sebelah angkot, meski banyak penumpang dan orang-orang sedang lalu lalang di jalanan.

Betapa kagetnya Ahmad. Meski ia seorang warga dusun, pemandangan seperti ini baru kali ini ia lihat. Di tempatnya, di kampung terpencil, kencing sembarangan –apalagi di jalanan—adalah aib. Tapi kekagetan itu hanya berumur pendek. Sebab ketika angkot berhenti di pemberhentian terakhir, ia justru melihat pemandangan tak kalah mengagetkan. Para tukang ojek, kenek, sopir, bisa dengan tenang kencing di bawah ban, di samping mobil mereka.

Adalah seorang kafir jahiliyah berkata kepada sahabat Salman Al-Farisiy. “Sungguh Nabi kalian telah mengajari kalian tentang segala hal sampai tata cara buang air”. Ketika itu, sahabat Salman menjawab, “Betul. Sungguh kami dilarang menghadap kiblat saat buang air besar atau kecil, (kami juga dilarang) cebok dengan menggunakan tangan kanan atau cebok kurang dari 3 batu, atau cebok dengan kotoran hewan, atau tulang”. (HR. Muslim). Begitulah kekaguman seorang kafir kepada akhlak Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad.

***

Islam memang agama sempurna, sehingga dalam urusan ‘ke belakang’ pun ada aturan dan adabnya. Begitu pentingnya urusan ini dalam syariat Islam sehingga Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kerap memperingatkan umatnya agar senantiasa berhati-hati dalam urusan ini. Mengabaikan adab ini bisa berakibat mendapatkan adzab.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah pernah melewati dua kuburan dari orang yang tengah mengalami siksa kubur. Kata beliau, yang seorang disiksa karena kerap menyakiti tetangganya dan yang seorang lagi disiksa karena senantiasa tidak sempurna bersuci (thaharah) setelah kencing. Na’udzubillah min dzalik.

Bersuci secara asal-asalan menyebabkan adanya kotoran yang bersifat najis tertinggal pada tubuh atau pakaian seseorang. Jika orang itu shalat, sementara ada najis di badan atau pakaiannya, maka shalatnya akan tertolak. Itulah sebabnya dia disiksa dalam kuburnya.

Sayangnya banyak orang, terutama kaum laki-laki, yang mengabaikan peringatan tersebut, kencing di sembarang tempat, seperti di pinggir jalan, tanpa melakukan thaharah sesuai syariat. Sebagian yang lain buang air besar di tempat-tempat terbuka, biasanya nongkrong di pinggir sungai, membiarkan auratnya terbuka dilihat orang yang sedang melintas. Celakanya, ada di antara mereka yang sudi membuang kotorannya di selokan yang airnya tidak mengalir. Sehingga tak pelak lagi, baunya akan menyebar ke mana-mana selain itu juga menimbulkan bibit penyaki.

Perilaku seperti itu jelas-jelas dikutuk Rasulullah Saw. “Takutlah (jauhilah) dua perbuatan terkutuk!”

Para sahabat bertanya, “Apakah kedua perbuatan itu wahai Rasulullah?”

Jawab Beliau, “Orang yang buang air besar di jalan tempat orang banyak melintas atau di tempat mereka berteduh (seperti di bawah pohon).” (H.R. Muslim).

Berikut ini adalah adab yang diajarkan Rasulullah tentang tatacara buang air besar dan kecil.

· Jangan menampakkan aurat kepada orang lain ketika buang air, usahakan mencari tempat yang tertutup. (H.R. Muslim)

· Jangan buang air di lubang binatang, di jalan tempat orang lewat, di tempat berteduh, di sumber air, di tempat pemandian, di bawah pohon yang sedang berbuah, atau di air yang mengalir ke arah orang-orang yang sedang mandi atau mencuci.” (H.R. Muslim, Tirmidzi)

· Abu Hurairah menceritakan, Rasulullah bersabda, ” Janganlah kamu kencing di air tenang, di mana kamu mandi pula di situ.” (H.R. Muslim)

· Masuklah ke dalam jamban (WC/toilet) dengan mendahulukan kaki kiri, ke luar dengan mendahulukan kaki kanan. (H.R. Tirmidzi)

· Sebelum masuk jamban, disunahkan membaca doa: Allahumma inni a’uu dzubika minal khubutsi wal khobaaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya kotoran dan dari segala macam yang membahayakan.). Khubutsi dan khabaaits oleh Ibnu Hibban al-Khaththabi, diartikan sebagai syaithan laki-laki dan syaithan wanita.

· Setelah keluar dari jamban disunnahkan membaca doa: Ghufronakal-hamdulillahilladzi adzhaba ‘anni adzaa wa ‘aafanii (Aku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan telah menyembuhkan aku.) (H.R. Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah).

· Jangan berlama-lama dalam jamban karena hal itu merupakan suatu mudharat. Apabila sudah selesai hajatnya, secepatnya keluar dari jamban. (H.R. Nasa’i, Ibnu Majah)

· Tidak boleh menjawab salam ketika berada di dalam jamban. Cara menjawabnya cukup dengan isyarat suara (H.R. Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

· Jangan membaca dan membawa lafadz Allah dan Muhammad atau ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam jamban. (H.R. Nasai)

· Bila terpaksa buang air di tempat terbuka, jangan menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Beliau bersabda: ” Apabila seseorang kamu buang air (besar atau kecil) janganlah menghadap atau membelakangi kiblat…”

· Pergunakanlah tangan kiri ketika membersihkan kemaluan dan dubur. Jangan menyentuhnya dengan tangan kanan. (H.R. Muslim)

· Bersucilah sebanyak bilangan ganjil minimal tiga kali. Barang-barang yang dibolehkan untuk beristinja yaitu air, batu, tanah liat yang keras atau kertas. (H.R. Bukhari Ibnu Majah). Semoga kita dapat melaksanakannya. [atw/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islam Bersemi di Chechnya Bersama Poligami dan Unta
Tulisan selanjutnya Aslim Taslam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?