Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ini Dia Alasan Kenapa Wartawan Ditawan Saat Perang

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 15 Mei 2014 05:36 5:36 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 15 Mei 2014 05:36
Bagikan
Juru bicara ICRC Pusat Robin Waudo.
Bagikan

Hidayatullah.com–Sudah sering terjadi wartawan ditawan saat meliput peperangan. Menurut Juru bicara (Jubir) Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Pusat Robin Waudo, hal ini disebabkan karena dua hal, berita dan uang.

Robin Waudo mengatakan itu saat menjadi pembicara pada acara Lokakarya Peliputan Wilayah Konflik kerjasama ICRC dan Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) di Hotel Akmani, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Robin Waudo menjelaskan, ketika para wartawan bertugas di medan perang, mereka akan menulis apa yang mereka dapatkan di lapangan.

Mereka, lanjut Robin Waudo, akan melaporkan apa yang terjadi, apa yang salah, siapa yang salah, atau siapa yang membunuh. Hal ini tentu dikhawatirkan oleh pihak-pihak yang sedang berperang, yang akhirnya menawan wartawan.

“Itu yang membuat mereka (wartawan) pasti akan diculik. Jadi itu alasan pertama,” ujarnya melalui penerjemah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Alasan kedua, jelasnya, para penculik berharap mendapat tebusan setelah menculik wartawan. Sebab wartawan biasanya memiliki jaringan yang kuat di luar medan perang.

Di samping itu, katanya, “Dalam konflik sudah jelas tidak memandang itu wartawan atau bukan,” ujar pria yang disebut pernah membebaskan beberapa wartawan dalam konflik di Tripoli, Libia ini.

Staf ICRC Diculik

Pada lokakarya tersebut, Robin Waudo juga mengungkap, selama ini sudah banyak staf ICRC yang diculik saat bertugas di wilayah konflik.

Untuk tahun 2014 ini saja, sebutnya, sudah 2 tim yang diculik dalam konflik di Suriah dan Mali. Yang di Mali sudah dibebaskan setelah 30 hari diculik.

“(Yang di) Suriah masih dalam proses,” ujarnya tanpa menyebut siapa penculiknya.

Robin Waudo pun mengungkap sepak terjang ICRC selama ini, khususnya dalam kasus penculikan. ICRC, katanya, sudah punya mekanisme untuk menangani kasus itu.

Biasanya, paparnya, ICRC akan mencari tahu siapa yang menculik. ICRC pun menghidupkan jaringannya (network) yang terlibat dalam suatu konflik. Untuk mencari informasi penculik, mereka juga menggali dari orang yang mereka tahu maupun yang belum mereka kenal.

“Di Suriah ada tim yang berbicara dengan orang-orang yang terlibat dengan konflik di lapangan. Di Jenewa (Swiss, pusat ICRC. Red) kita juga berbicara dengan pihak lain. Biasanya pihak-pihak yang bertempur di Suriah punya perwakilan di Eropa,” bebernya mencontohkan.

Selain dua tim di Suriah dan Swiss, lanjutnya, ada juga tim yang berbicara dengan keluarga korban.

“Kita kasih tahu apa yang kita lakukan, misalnya tidak berbicara kepada media,” ujarnya.

Jika telah berhasil menemui penculiknya, lanjutnya, langkah ICRC kemudian adalah melakukan negosiasi.

Namun, jelas Robin Waudo, dalam negosiasi tersebut, ICRC tidak masuk ke permasalahan konflik. Tapi lebih pada persoalan kemanusiaannya. Misalnya, memastikan korban penculikan bisa terhubung dengan keluarga, atau menjaga kondisi fisik dan mental korban.

“Ini biasanya berhasil,” ungkapnya, seraya mencontohkan sebuah kasus penculikan di Sudan dan Filipina.

Robin Waudo mengatakan, dalam proses pembebasan korban, ICRC tidak akan memberikan tebusan. Sebab hal ini akan memicu penculikan-penculikan selanjutnya.

“Ini kerangka teoritis kita. Biasanya di lapangan dibutuhkan sumber daya, waktu, tenaga (yang lebih dari teori. Red), untuk dapat hasil positif atau negatif. Hasil negatif misalnya teman meninggal,” ujarnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:wartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media Corong Politikus Dikritik Sebagai Pers yang Tak Ideal
Tulisan selanjutnya Karya Ibu Rumah Tangga Bisa Jadi Jurnalistik, Media Mainstream Belum Tentu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?