Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Media Corong Politikus Dikritik Sebagai Pers yang Tak Ideal

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 15 Mei 2014 05:42 5:42 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 14 Mei 2014 23:43
Bagikan
Atmakusumah (kanan) pada Lokakarya Peliputan Wilayah Konflik di Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan Ketua Dewan Pers Atmakusumah Astraatmadja mengkritik media-media yang menjadi corong penguasa politik. Menurutnya, pemberitaan pers yang ideal bukan seperti itu.

Wartawan senior ini mencontohkan, pada zaman orde baru pernah ada surat kabar yang jadi corong pemerintah. Saat itu pemerintah bahkan membeli terbitan media tersebut, lalu membagi-bagikannya kepada rakyat Indonesia.

Padahal semestinya, “(Media) tidak jadi corong kekuatan atau kekuasaan kelompok tertentu,” ujarnya, saat menjadi pembicara pada acara Lokakarya Peliputan Wilayah Konflik di Hotel Akmani, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Pada acara yang diikuti 30-an wartawan itu, Atmakusumah memaparkan tiga hal yang membuat pemberitaan pers disebut ideal. Pertama, menyajikan berita lempang (straight news), feature berita (news feature), dan tulisan beropini seperti komentar dan tajuk rencana.

Berita-berita tersebut, paparnya, diperuntukkan bagi kepentingan umum seluas mungkin dan tidak menunjukkan sikap partisan. Juga tidak menjadi corong kekuatan atau kekuasaan tertentu, serta mengikuti standar atau kode etik jurnalistik.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Namun, Atmakusumah berpendapat, media atau wartawan boleh-boleh saja berpihak. “Berpihak pada apa yang diyakini sebagai yang teradil. Tentu saja ini bisa relatif,” jelasnya, yang juga mengatakan bahwa sikap ini sebagai bentuk kebebasan pers.

Kedua, papar Atmakusumah, berita yang ideal harus komprehensif. Artinya, mengandung fakta-fakta yang rinci dari segala sisi dan dari semua pihak.

Dalam peliputan sebuah konflik, Atmakusumah mengaku dapat dilematis. Pemberitaan yang minimal, karena pers bersikap hati-hati, dapat dianggap menutup-nutupi informasi yang sebetulnya diperlukan masyarakat.

“Sebaliknya, pemberitaan yang komprehensif, yang mengandung fakta-fakta yang rinci dari segala sisi dan dari semua pihak, dapat dianggap provokatif,” paparnya.

Ketiga, tambahnya, berita yang ideal bersifat edukatif. Yaitu bertujuan mengakhiri kekerasan dan mengembangkan sikap menuju kehidupan harmonis.

Menurutnya, jika sebuah televisi menayangkan acara talkshow tentang melangsingkan tubuh, misalnya, itu bukan pers. Beda kalau suatu masalah sudah jadi persoalan masyarakat.

Pemilik Media Bukan Jaminan

Atmakusumah sempat menyinggung media-media yang saat ini banyak dimiliki para politikus. Baginya itu sah-sah saja, sebab siapa pun boleh mendirikan perusahaan media.

“Anda pun kalau mau menerbitkan koran silakan. Asal Anda cukup kaya, kalau (korannya) tidak laku (tetap eksis. Red.),” ujarnya kepada para wartawan dari berbagai media.

Menengok hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) belum lama ini, Atmakusumah berpandangan, para politikus tersebut tidak serta merta terangkat suaranya. Belum tentu kalau punya media, katanya, seorang politikus jadi disukai orang banyak.

“PDI-P yang tidak punya stasiun televisi malah nomor 1,” ujarnya, menyebut partai pemenang pileg 9 April 2014 tersebut.

Menurut Atmakusumah, saat ini pemberitaan pers di dunia termasuk Indonesia lebih dipercaya oleh masyarakat daripada pemberitaan dari aparat negara, seperti tentara dan pemerintah. Apalagi pengusaha.

“Dampak pemberitaan televisi katanya bisa lebih besar terhadap masyarakat,” tambahnya, pada acara gelaran Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) tersebut.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Media massapemilupolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Awas, Jangan Bertelepon 15 Jam Sebulan
Tulisan selanjutnya Ini Dia Alasan Kenapa Wartawan Ditawan Saat Perang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?