Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Taliban Minta Bimbingan Ulama, IUMS: Pemerintah Baru Afghanistan Harus Adil dan Damai

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 September 2021 06:51 6:51 am
Ahmad
Dipublikasikan 21 September 2021 09:00
Bagikan
Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) berbasis di Qatar mendesak pemerintah baru dibawa Taliban untuk membangun pemerintahan yang adil dan damai
Bagikan

Hidayatullah.com–Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) berbasis di Qatar mendesak pememrintah baru dibawa Taliban untuk membangun pemerintahan yang adil  dan damai. Pernyataan ini disampaikan Syeikh  Ahmad al-Raysuni, dan Sekretaris Jenderal Syeikh Ali al-Qaradagi setelah bertemu di kantor politik Taliban di ibukota Qatar, Doha.

Selama pertemuan itu, Syeikh Ali Al-Qaradagi meminta Taliban untuk membentuk pemerintahan yang adil. Taliban mengambil alih Afghanistan pada pertengahan Agustus dan telah mengumumkan pemerintahan sementara yang beranggotakan 33 orang.

Taliban mengeklaim akan bersikap lebih moderat, dengan menjanjikan sejumlah hal yang berupa perubahan dari aturan-aturan pemerintahan mereka terdahulu. Di antaranya adalah dengan menghormati hak-hak perempuan, yang selama ini menjadi kekhawatiran secara luas para aktivis dan pejuang kemanusiaan.

“Kami akan menghormati hak-hak perempuan. Kebijakan kami adalah bahwa perempuan akan memiliki akses ke pendidikan dan pekerjaan, serta untuk memakai jilbab,” ujar juru bicara Taliban, Suhail Shaheen.

Selain itu, Taliban berusaha menampilkan wajah yang lebih moderat dengan mengatakan bahwa seluruh warga di Afghanistan akan dilindungi, baik harta benda dan kehormatan mereka. Kelompok ini berjanji untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi Negara, katanya dikutip Anadolu Agency.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya, tanggal  18 September 2021, pimpinan tertinggi Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS), yang disponsori oleh Qatar bertemu dengan Taliban. Delegasi Taliban dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Sher Mohammad ‘Abbas Stanikzai, yang juga termasuk anggota biro politik Taliban Al-Mawlawi Muti’ Al-Haqq, biro politik berbahasa Inggris juru bicara Suhail Shaheen dan juru bicara biro lainnya, Muhammad Na’eem.

Dalam pertemuan tersebut, ulama yang tergabung dalam IUMS, termasuk ketua organisasi Syeikh Ahmad Al-Raissouni dan sekretaris jenderalnya Syeikh ‘Ali Al-Qardaghi, memuji pemerintah baru atas peranya menawarkan untuk memberikan bantuan apa pun yang diperlukan dalam urusan manajemen negara. Wakil Menteri Luar Negeri Stanikzai berterima kasih kepada IUMS atas dukungannya dan meminta bimbingan anggotanya selama mendirikan Imarah Islam.

Pertemuan itu berlangsung satu minggu setelah IUMS mengirim surat ucapan selamat kepada pemimpin baru Afghanistan Sheikh Al-Mullah Mohammad Hasan Akhund. Surat itu menyatakan harapan bahwa “pemerintah baru Afghanistan akan menghadirkan model pemerintahan Islam yang benar, seperti aturan yang didirikan oleh Nabi Muhammad dan penerusnya,  dan menekankan kesiapan IUMS untuk “bekerja sama sepenuhnya [dengan pemerintahan baru] dan membantunya dengan cara apa pun yang dapat dilakukannya.”

Bimbingan Ulama

Sementara itu, dalam pertemuan, Sher Mohammad ‘Abbas Stanikzai, Wakil Menlu Afghanistan di pemerintahan Taliban, yang memimpin delegasi, mengatakan pada pertemuan ingin mengambil ilmu dan nasehat ulama.  “Kami bangga berada di sini karena kami bertemu dengan para ulama paling senior di IUMS. Tujuan dari kunjungan itu. adalah berterima kasih kepada IUMS  secara langsung setelah surat yang [mereka kirim] kepada PM  Hasan Akhund dan untuk memberi selamat kepadanya dan pemerintahan barunya…,” katanya dikutip MEMRI.

Stanikzai menambahkan Afghanistan butuh bimbingan ulama untuk menjalankan pemerintah barunya. Apalagi saat ini kondiri negaranya mengalami krisi ekonomi.

“Afghanistan membutuhkan ulama dan bimbingan dari para ulama [IUMS], ” menjelaskan bahwa” negara Afghanistan menderita dari kenyataan bahwa semua pemerintahan sebelumnya meninggalkan negara yang sedang runtuh secara ekonomi dan 70% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.”

Dia menambahkan: “Kami ingin menetapkan [aturan] ini dengan bantuan dan bimbingan para ulama kami di semua bidang.”

Selanjutnya dia berterima kasih kepada IUMS karena mendukung Imarah Islam Afghanistan dan bekerja sama dengannya, dan meminta bantuannya dalam membangun dan melestarikan negara Afghanistan. Menurutnya,  “surat pengakuan IUMS kepada Imarah Islam Afghanistan, tidak hanya bagian dari ulama dunia Muslim tetapi pada bagian dari seluruh umat Islam,” tambahnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanIUMSPersatuan Ulama Muslim InternasionalTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya rezim suriah Rezim Suriah Lanjutkan ‘Proses Rekonsiliasi’ di Tafas, Akhiri Perlawanan Kota Daraa
Tulisan selanjutnya Dua Pelarian Palestina Terakhir ‘Disiksa’ oleh Pasukan ‘Israel’ selama Penangkapan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?