Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aljazair Tutup Wilayah Udaranya Bagi Pesawat Sipil dan Militer Maroko

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 September 2021 14:25 2:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 September 2021 14:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dewan Keamanan Tertinggi Aljazair hari Rabu (22/9/2021) memutuskan untuk menutup wilayah udara negaranya bagi semua pesawat Maroko baik sipil maupun militer, kata kantor Kepresidenan Aljazair kurang dari sebulan setelah pemutusan hubungan diplomatik dengan kerajaan tersebut.

Penutupan mencakup semua pesawat yang memiliki nomor registrasi Maroko, kata kepresidenan setelah pertemuan dengan dewan keamanan.

Keputusan itu diambil disebabkan provokasi dan permusuhan yang terus ditunjukkan oleh pihak Kerajaan Maroko.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Maroko tentang masalah ini, lapor Reuters. Sebuah sumber di Royal Air Maroc mengatakan penutupan itu hanya akan berdampak terhadap 15 penerbangan mingguan yang menghubungkan Maroko dengan Tunisia, Turki dan Mesir. Sumber itu menggambarkan penutupan tersebut tidak signifikan dan mengatakan jalur penerbangan dapat dialihkan melalui Mediterania.

Pihak maskapai tidak memberikan komentar resmi tentang keputusan Aljazair itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Aljazair akhir bulan lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Maroko, dengan alasan “tindakan permusuhan” oleh Kerajaan Maroko, menyusul komentar yang dibuat oleh utusan Maroko di New York yang mendukung penentuan nasib sendiri wilayah Kabylie di Aljazair.

Aljir juga menuduh Rabat mendukung MAK, kelompok separatis yang dinyatakan pemerintah sebagai organisasi teroris. Pihak berwenang menyalahkan kelompok itu atas kebakaran hutan besar belum lama ini, terutama di Kabylie, yang menewaskan sedikitnya 65 orang. MAK membantah tuduhan itu.

Perbatasan antara Maroko dan Aljazair ditutup sejak tahun 1994 dan Aljazair sudah mengisyaratkan akan mengalihkan ekspor gas dari pipa yang mengalir melalui Maroko, yang akan diperpanjang akhir tahun ini.

Hubungan kedua negara memburuk sejak tahun lalu, ketika isu Sahara Barat mencuat lagi setelah beberapa tahun lamanya sunyi. Maroko menganggap Sahara Barat sebagai wilayahnya, tetapi kelompok lokal Front Polisario – gerakan pro-kemerdekaan yang didukung Aljazair – ingin wilayah gurun tetapi kaya migas itu menjadi negara independen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AljazairFront PolisariomarokoSahara Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Lobi Dubes Saudi Minta Jamaah Umrah RI Bisa Diberangkatkan
Tulisan selanjutnya Umrah Sudah Dibuka sejak Muharram, Dubes Saudi: Peminatnya 1.000 – 1.500-an Jamaah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim

Berita
6 Juli 2026 20:46
Ledakan di Damaskus Dekat Hotel Presiden Prancis Menginap,18 Orang Terluka
Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
Amerika dan Perang Salib Baru?

Terbaru

  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?