Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putri Pendiri Huawei Pulang ke China Ditukar 2 Warga Kanada

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 September 2021 07:12 7:12 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 September 2021 22:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah lebih dari 1.000 hari dijebloskan ke penjara oleh China, warga Kanada Michael Kovrig dan Michael Spavor tiba di Calvari, Kanada, dan disambut oleh Perdana Menteri Justin Trudeau

“Michael menghadapi tragedi dengan ketabahan dan kemanusiaan. Meskipun mengalami ketidakadilan dan kesulitan, dia tetap kuat dan bersikap positif,” kata sebuah pernyataan yang dirilis International Crisis Group, (ICG), organisasi yang mempekerjakannya, yang menyebut penahanannya tidak adil.

Sebuah jet Royal Canadian Air Force dikabarkan membawa mereka pulang ke Kanada. Kovrig dijadwalkan melanjutkan perjalanan terbang ke Toronto di mana keluarganya tinggal, menurut keterangan istrinya, lansir RFI.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan Jumat malam (24/9/2021) bahwa Michael Kovrig, penasihat bidang hak asasi manusia dan mantan diplomat, serta Michael Spavor, seorang pengusaha, telah meninggalkan wilayah udara China dan sedang dalam perjalanan pulang ke Kanada.

Sebelumnya pada hari Jumat, seorang hakim mencabut kondisi pembebasan dari tahanan bersyarat Meng Wanzhou dan mengakhiri proses ekstradisi setelah putri pendiri Huawei itu membuat kesepakatan dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk menangguhkan dakwaan kasus penipuan terhadap dirinya. Wanita bos keuangan Huawei itu sudah kembali ke China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wanita itu ditangkap di bandara internasional Vancouver pada 1 Desember, 2018, atas permintaan pihak berwenang Amerika Serikat.

Keduà Michael tersebut ditahan secara terpisah dengan tuduhan spionase hanya beberapa hari setelah Kanada menahan eksekutif Huawei, Meng Wanzhou. Bagi banyak orang, ini adalah kasus “diplomasi sandera.”

Kovrig sebelumnya bekerja untuk Kementerian Luar Negeri Kanada di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan di China sebelum bekerja sebagai penasihat senior bidang Asia Timur Laut untuk ICG dan berkantor di China.

Kovrig dan Spavor diadili pada bulan Maret tahun ini. Pada bulan Agustus, Spavor dijatuhi hukuman 11 tahun penjara, sementara kasus Kovrig belum diputuskan.

Peneliti Human Rights Watch di China, Yaqiu Wang, menyambut baik pembebasan mereka. Namun, dia juga khawatir kasus ini akan menjadi preseden buruk.

“Namun, saya khawatir apa artinya ini bagi orang-orang asing yang saat ini tinggal di China: Anda dapat disandera kapan saja oleh pemerintah China karena taktiknya sekarang dipakai tried-and-true,” komentar wanita peneliti itu di media sosial.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatchinahuaweikanadaMeng WannzhouMichael KovrigMichael Spavor
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korupsi, Pejabat Uganda Dibui 40 Tahun Disuruh Bayar Kompensasi $5 Juta
Tulisan selanjutnya Serahkan Beasiswa Anak Yatim, Anies Baswedan: Orang Tua yang Wafat Kemarin adalah Syahid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?