Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Saudi Pertimbangkan Beri Sanksi Belanda

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Mei 2014 06:05 6:05 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Mei 2014 06:05
Bagikan
Penghasut sayap kanan Belanda, Geert Wilders.
Bagikan

Hidayatullah.com–Arab Saudi mempertimbangkan memberi sanksi terhadap Belanda setelah aksi anti-Islam yang dilakukan politisi sayap kanan Geert Wilders, kata Kementerian Luar Negeri Belanda.

Pada bulan November, anggota parlemen anti-Islam mencetak stiker meniru bendera Saudi. Pada bendera Saudi terdapat teks “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”, diganti “Islam adalah sebuah kebohongan, Muhammad kriminal, Al Quran adalah racun”.

Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan pada Sabtu (17/5/2014) bahwa Arab Saudi merasa “tersinggung” oleh Wilders dan sedang mempertimbangkan sanksi.

“Kami memiliki indikasi yang menunjukkan bahwa Arab Saudi sedang mempertimbangkan langkah-langkah komersial terhadap Belanda,” kata juru bicara Friso Wijnen.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Belanda menjauhkan diri dari tindakan Wilders, menunjukkan bahwa penghasut populis tersebut bukan bagian dari pemerintah dan ide-idenya tidak representatif.

Laman Middle East  Online mengutip Arab News, pemerintah Saudi telah meminta bisnis Belanda tidak lagi dimasukkan dalam proyek-proyek lokal di negeri ini, dan mengurangi jumlah visa yang dikeluarkan untuk pengusaha Belanda.

Situs ini juga memberitakan, Riyadh marah karena kurangnya tindakan yang diambil terhadap Wilders oleh pemerintah Belanda.

Wilders melalui Partai untuk Kebebasan (PVV) sedang berjuang meraih suara untuk pemilu Eropa pada akhir Mei, dan telah bersekutu dengan pihak sayap kanan lainnya di seluruh benua, termasuk Front Nasional Prancis yang dipimpin oleh Marine Le Pen.

Dia sebelumnya telah membandingkan Al Quran dengan buku Adolf Hitler, Mein Kampf,  dan mengklaim agama Islam adalah fasis.

Upaya untuk menuntut Wilder telah gagal. Dia dibebaskan atas tuduhan menghasut kebencian pada tahun 2011, dengan hakim mengatakan bahwa komentarnya itu ditujukan terhadap agama daripada kelompok etnis. Sebagaimana diketahui di negara-negara Barat menghasut untuk kategori etnis bisa dihukum, sedang terhadap agama tidak.

Wilder juga menimbulkan kemarahan baru-baru ini setelah ia berjanji selama pemilihan lokal pada bulan Maret untuk memastikan “hanya sedikit orang Maroko” di Belanda.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memberi Maaf Bermanfaat Positif untuk Kesehatan Fisik
Tulisan selanjutnya 20 Fakta tentang Penyakit MERS CoV

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?