Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Memberi Maaf Bermanfaat Positif untuk Kesehatan Fisik

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 18 Mei 2014 21:08 9:08 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 18 Mei 2014 20:57
Bagikan
Bagikan

HASIL studi terbaru dari School of Psychology and Neuroscience University of St Andrews di Skotlandia memperlihatkan, mereka yang mampu memaafkan kesalahan diri dan orang lain lebih cenderung mampu melupakan kesalahan itu.

“Belajar untuk memaafkan orang lain dapat bermanfaat positif bagi kesehatan fisik dan mental seseorang,” kata Saima Noreen, penulis utama studi, seperti dilansir Medical Daily.

Dalam studi ini, para peneliti melibatkan 30 orang partisipan untuk mengeksplorasi hubungan antara memaafkan dan melupakan.

Para peneliti lalu meminta masing-masing partisipan membaca 40 skenario yang berisi kesalahannya, termasuk perselingkuhan, fitnah, dan pencurian.

Selanjutnya, para peserta mengevaluasi setiap pelanggaran yang telah dilakukan dan menjawab pertanyaan, “Jika Anda adalah korban, akankan Anda memaafkan kelakuan buruk tersebut?”

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Dua minggu kemudian, para partisipan ini kembali diminta membaca skenario kesalahan mereka. Namun, kali ini masing-masing skenario dipasangkan dengan kata isyarat yang tertulis dengan tinta merah atau hijau.

Bila kata isyarat muncul dengan warna hijau,  maka peserta diminta untuk mengingat skenario terkait; tapi ketika kata isyarat muncul dengan warna merah, mereka diminta menghindari berpikir tentang skenario.

Para peneliti menggunakan standar berpikir ini untuk menguji apakah pengampunan dapat mempengaruhi proses melupakan. Prosedur dasarnya ialah melatih orang untuk melupakan informasi tertentu atau detail, dan ini sering digunakan dalam penelitian memori.

Hasil penelitian menunjukkan, para partisipan yang mampu memaafkan kesalahan mereka di skenario pertama, dapat melupakan kesalahan itu, bahkan pada skenario kedua.

Hal ini memperlihatkan, sekali kesalahan telah dimaafkan, maka secara psikologis lebih mudah untuk dilupakan. Demikian hasil penelitian yang juga dimuat Antara baru-baru ini.

Sementara berdasarkan perspektif ilmu kognitif, mengatasi emosi negatif yang kuat pada seseorang yang melakukan kesalahan pada kita dan menolak dorongan untuk membalas dendam adalah dua sifat yang dianggap sebagai fungsi kontrol eksekutif.

Studi terdahulu menunjukkan, kontrol eksekutif juga terlibat dalam kemampuan untuk melupakan. Mungkin ini mekanisme kognitif yang menghubungkan antara memaafkan dan melupakan.

“Kemungkinan adanya hubungan antara memaafkan dan melupakan adalah terarah dan jauh lebih kompleks selama waktu yang cukup lama,” ujar Noreen.

“Kami berharap, bidang penyelidikan baru dapat menggabungkan melupakan dan memaafkan yang dapat memunculkan alat terapi kuat yang akan memungkinkan orang untuk” memaafkan dan melupakan “lebih efektif”, tambah Noreen.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi akan Hukum Mati Pemerkosa Bersenjata
Tulisan selanjutnya Saudi Pertimbangkan Beri Sanksi Belanda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Berita
5 September 2026 16:18
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan

Terbaru

  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?