Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Filipina Tangguhkan Pemilu di Wilayah Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2021 16:57 4:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2021 18:00
Bagikan
bangsamoro
Muslim Bangsamoro
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Filipina telah mengumumkan akan menunda pemilihan umum yang dapat mengakhiri puluhan tahun pertumpahan darah antara faksi-faksi Muslim yang bertikai. Pemilu yang seharusnya menentukan pemberian otonomi untuk pemerintahan sendiri di wilayah Islam yang bergolak itu ditunda dengan alasan pandemi dan proses perdamaian yang mandek.

Pemungutan suara adalah ketentuan utama dalam kesepakatan damai 2014, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang diperkirakan telah merenggut 150.000 nyawa, yang seharusnya berlangsung Mei mendatang di Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao.

Namun, mantan pemberontak dari kelompok Front Pembebasan Islam Moro (MILF), yang ditunjuk untuk memimpin pemerintahan transisi, mengatakan mereka membutuhkan lebih banyak waktu.Ini untuk memungkinkan pemilihan legislatif lokal berlanjut dan sebagai gantinya pemungutan suara otonom akan diadakan pada tahun 2025.

“Presiden Rodrigo Duterte menandatangani … (RUU) kemarin untuk mengatur ulang pemilihan di Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao menjadi 2025,” kata juru bicara kepresidenan Harry Roque kepada wartawan dikutip AFP.

Dia mengatakan undang-undang tersebut memberi Duterte kekuatan untuk menunjuk 80 anggota otoritas transisi yang masa jabatannya akan berakhir dengan pemilihan 2025. Mantan pemberontak MILF memperingatkan kegagalan proses perdamaian dapat menarik pemuda Muslim yang frustrasi di wilayah tersebut untuk bergabung dengan lebih banyak kelompok Muslim garis keras yang masih meluncurkan kampanye bersenjata di Filipina selatan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Georgi Engelbrecht, seorang analis senior untuk pengawas perdamaian International Crisis Group yang berbasis di Brussels, bulan lalu mengatakan kepada AFP bahwa penundaan itu harus dilakukan.

“Ini karena pandemi dan ketidakmampuan pemerintah transisi untuk menyusun undang-undang pemilu membuat mereka memiliki pilihan terbatas, sehingga harus menunda jajak pendapat publik untuk kekuasaan otonom,” katanya. “Perpanjangan ini bukan solusi yang paling sempurna, melainkan awal,” katanya.

Sebuah laporan pemantauan April lalu memperingatkan proses mendiskualifikasi 40.000 pejuang MILF adalah ‘percikan’ menunggu ‘ledakan’ dengan hanya di bawah sepertiga meletakkan senjata mereka.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangsamorofilipinaMuslimpemilu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dalam Pandangan Sains, Tidak Ada Istilah LGBT (2)
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Masukkan Al-Qard Al-Hassan Lebanon sebagai Entitas Teroris untuk Membiayai Hizbullah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?