Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Dalam Pandangan Sains, Tidak Ada Istilah LGBT (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2021 07:19 7:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2021 17:00
Bagikan
Salah satu peserta demo DPR menolak RKUHP di Senayan, Jakarta, Senin (12/02/2018).
Bagikan

Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) makin marak. Topik ini sering menghiasi media (cetak, elektronik, hingga medsos), diperbincangan dalam berbagai seminar dan workshop, hingga diperdebatkan di gedung parlemen.

Prof. DR. Mohamad Amin, MSi (almarhum), pakar Biologi Molekuler di Universitas Negeri Malang, pernah membedahnya secara ilmiah. Pendekatan secara ilmiah diharapkan bisa objektif sehingga mampu memposisikan LGBT sebagaimana semestinya.

Lanjutan dari Artikel Dalam Pandangan Sains, Tidak ada Istilah LGBT (1)

Hidayatullah.com  | Manusia (laki-laki maupun perempuan) memiliki 46 (23 pasang) kromosom. Masing-masing memiliki 22 pasang kromosom yang bentuk dan ukurannya sama yang disebut autosom/kromosom tubuh (A), dan dua kromosom seks (kromosom kelamin).

Laki-laki memiliki kromosom kelamin XY, sedangkan perempuan memiliki kromosom XX. Dengan demikian komposisi kromosom laki-laki adalah 22AA+XY atau 44A+XY, dan perempuan adalah 22AA+XX atau 44A+XX dalam setiap sel tubuhnya.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Penentuan jenis kelamin itu ditentukan saat fertilisasi terjadi menjadi sebuah sel zigot. Perkembangan zigot menjadi morula adalah hasil pembelahan mitosis zigot. Demikian selanjutnya terjadi morfogenesis semua sel yang tumbuh dan berkembang ini berasal dari sel zigot.

lgbt

Setiap sel tubuh perempuan membawa dua kromosom X. Oleh karena itu, pada setiap pembentukan ovum, hanya menghasilkan ovum yang mengandung satu kromosom X.

Berbeda dengan laki-laki, yang membawa kromosom X dan Y, sehingga dalam pembentukan gamet (sperma) ada dua tipe, yaitu gamet yang membawa X dan gamet yang membawa Y. Jadi dalam pembentukan zigot, jenis kelamin zigot ditentukan oleh tipe sperma yang membuahi ovum.

Jika sperma yang membuahi ovum adalah sperma yang membawa X, maka jenis kelamin zigot/bayi adalah perempuan (XX). Sebaliknya bila yang membuahi ovum adalah sperma yang membawa kromosom Y, maka zigot/bayinya berjenis kelamin laki-laki (XY).

Perkembangan kelamin pada manusia secara genetis ditentukan oleh gen yang terlibat. Awal perkembangannya bermula dari pematang genital yang menjadi gonad bipotensial karena dikendalikan oleh gen SF1, WT1, dan LHX9.

Kromosom Y adalah faktor penting untuk penentuan jenis kelamin pada manusia, karena membawa gen yang mengkode testis determining factor yang mengorganisasi gonad menjadi testis atau ovarium.

Bila terjadi kesalahan dari proses normal, maka akan menghasilkan komposisi genetik yang berbeda dari yang semestinya. Hal ini akan menghasilkan suatu keadaan yang disebut sindrom.

Beberapa contoh sindrom yang umum diketahui:

1. Sindrom Turner, komposisi kromosom 44A+XO

Ciri-ciri: jenis kelamin wanita, mengalami ovariculardisgenesis (ovarium tidak tumbuh) sehingga mandul, kehilangan satu kromosom X, alat kelamin bagian dalam terlambat perkembangannya dan tidak sempurna (infantil) steril, kedua puting susu berjarak melebar, payudara tidak berkembang, badan cenderung pendek, dada lebar, leher pendek, mempunyai gelambir pada leher, dan lain-lain.

Gangguan kesehatan yang sering dialami: ginjal, tekanan darah tinggi, jantung, diabetes, katarak dan kelebihan berat badan. Kelainan ini ditemukan pertama kali oleh HH Turner pada tahun 1938. Penderita sindrome Turner berkelamin wanita, namun tidak memiliki ovarium.

2. Sindrom Klinefelter (44A+XXY)

Ciri-ciri: jenis kelamin pria, kelebihan satu kromosom X. Susunan kromosom kelamin XXY diakibatkan fertilisasi ovum XX oleh sperma Y atau ovum X oleh sperma XY. Klinefelter termasuk trisomi gonosomal (trisomi pada kromosom sex).

Penderita Kleinfelter berkelamin laki-laki tetapi mengalami testicular disgenesis (testis mengecil) dan mandul (steril), payudara membesar, dada sempit, pinggul lebar, rambut badan tidak tumbuh, tubuhnya cenderung tinggi (lengan dan kakinya panjang), mental terbelakang.
Kelainan ini ditemukan oleh HF Klienfelter (1942).

3. Sindrom Jacobson, mirip sindrom Klinefelter

Pria XYY memiliki ciri umum selalu bertindak agresif, kasar, dan sering berbuat kriminal.

4. Sindrom wanita super

Kromosom sexnya ada tiga XXX, tubuh seringnya tinggi, menderita schizoprenia.

5. Sindrom Down (laki-laki 47,XY+21, perempuan 47,XX+21)

Penderita mengalami kelebihan 1 autosom pada kromosom nomor 21 dan dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan, akibat terjadinya nondisjunction ketika pembentukan ovum.

Ciri-ciri: tinggi badan sekitar 120 cm, kepala lebar dan pendek, bibir tebal, lidah besar dan menjulur, liur selalu menetes, jari pendek dan gemuk terutama kelingking, telapak tangan menebal, mata sempit miring ke samping, gigi kecil-kecil dan jarang, IQ rendah, umumnya steril. Penderitanya ada yang idiot (IQ 24), imbisil (IQ 25-49), dan debil (IQ 50-69). Kelainan ini ditemukan oleh J. Langdon Down pada tahun 1866.

6. Sindrom Edwards (laki-laki 47,XY + 18, perempuan 47,XX + 18)

Sindrom ini terjadi karena nondisjunction pada autosom nomor 18 pada saat ovulasi. Ciri-ciri: kelainan pada alat tubuh, telinga dan rahang bawah kedudukannya rendah, mulut kecil, mental terbelakang, tulang dada pendek, umumnya hanya mencapai umur 6 bulan.

7. Sindrom Patau (47,XX/XY)

Penderitanya mempunyai 45 autosom. Kelebihan kromosom ini disebut trisomi. Dengan demikian seluruhnya terdapat 45 autosom dengan kromosom kelamin XY atau XX.

Ciri-ciri: kepala kecil, mata kecil, sumbing celah langit-langit, tuli, polidaktili, mempunyai kelainan otak, jantung, ginjal dan usus serta pertumbuhan mentalnya terbelakang. Biasanya penderita meninggal pada usia kurang dari 1 tahun.

Bermacam sindrom di atas terjadi akibat komposisi genetik yang berbeda dari yang semestinya. Akibatnya, secara fisik dan fisiologis berbeda dengan yang komposisi genetik normal.

Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa secara genetis tidak ada istilah LGBT. Jadi jika ada yang menyebut bahwa LGBT itu kelainan genetis, maka itu sebutan yang tidak ilmiah.* (bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:biologilgbtsains
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AILA Sebut Penerapan Permendikbud terkait Kekerasan Seksual di Kampus Rawan “Dimonopoli”
Tulisan selanjutnya bangsamoro Filipina Tangguhkan Pemilu di Wilayah Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?