Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

ICC Akan Selidiki Dugaan Kejahatan Kemanusiaan di Venezuela

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 November 2021 16:16 4:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 November 2021 16:16
Bagikan
Venezuela marak kerusuhan dan penjarahan akibat kelangkaan bahan pangan.
Bagikan

Hidayatullah.com—International Criminal Court (ICC) akan menyelidiki apakah terjadi kejahatan kemanusiaan di Venezuela saat terjadi unjuk rasa besar-besaran anti-pemerintah tahun 2017.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan negara menghormati keputusan ICC untuk melakukan investigasi.

Lebih dari 100 orang tewas saat aparat bertindak keras menghadapi para pengunjuk rasa.

Demonstrasi bermula setelah Mahkamah Agung memutuskan untuk membubarkan parlemen yang mayoritas kursinya diduduki politisi dari partai oposisi.

Kepala Jaksa ICC Karim Khan mengumumkan langkah tersebut setelah melawat tiga hari ke ibukota Venezuela, Caracas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baik oposisi Venezuela maupun pemerintahnya mendesak ICC untuk menyelidiki dugaan kejahatan yang dilakukan oleh lawan-lawan mereka.

Pemimpin oposisi Juan Guaido, yang mengklaim dirinya sebagai presiden sementara Venezuela dan mendapat dukungan lebih dari 50 negara, menyambut baik perkembangan tersebut.

Di Twitter dia menulis penyelidikan itu akan memungkinkan para korban dan keluarganya untuk “mengklaim hak untuk mendapatkan keadilan yang tidak diberikan di Venezuela”.

Human Rights Watch mengatakan investigasi itu membuka jalan bagi korban untuk memperoleh keadilan dari “malapetaka” Maduro.

“Investigasi pertama ICC di kawasan Amerika dilakukan berllatar belakang penindasan ekstrem yang dilakukan pemerintah Maduro terhadap rakyat Venezuela,” kata José Miguel Vivanco, direktur Human Rights Watch untuk wilayah Amerika, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC Jumat (5/11/2021).

Khan mengatakan tugasnya adalah menegakkan supremasi hukum, bukan untuk menyelesaikan masalah politik.

“Sekarang saya meminta kepada semua pihak – karena kita bergerak ke tahap baru saat ini – untuk memberikan ruang bagi kantor saya untuk melakukan pekerjaannya,” ujarnya. “Saya akan tidak terpengaruh dengan segala upaya untuk mempolitisasi pekerjaan independen kantor saya.”

Maduro mengeluh bahwa pemerintah tidak diberikan akses ke dokumen dan informasi selama penyelidikan awal ICC pada 2018.

“Kami buta pada tahap itu,” kata Maduro.

Sekitar 150 anggota polisi dan militer telah didakwa atau dihukum karena pelanggaran hak asasi manusia atas tindakan keras yang dilakukan terhadap demonstran tahun 2017, menurut Kementerian Publik.

Pihak oposisi mengatakan prose hukum tersebut dilakukan sekadar upaya untuk menghindari penyelidikan oleh ICC.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ICCkejahatan kemanusiaanNicolas MaduroVenezuela
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diplomat Rusia Ditemukan Tewas di Luar Gedung Kedutaan di Jerman
Tulisan selanjutnya Kapal US Navy ini Diberi Nama Harvey Milk Aktivis Gay

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?