Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Muslim yang Mendengar dan Peduli

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 November 2021 13:22 1:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 November 2021 14:08
Bagikan
[Ilustrasi] Masyarakat membantu warga miskin di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Bagikan

Hidayatullah.com | KITA lahir seorang diri dan nanti ketika ajal tiba, kita pun akan menghadap-NYA seorang diri. Demikianlah kita sering diingatkan oleh kata-kata bijak di atas.

Kita sering lupa dan terlalu direpotkan dengan mengurusi dan terus membicarakan apa yang orang lain lakukan. Maknanya bukan kita tidak boleh memberi masukan pada orang lain, tetapi tidak perlu juga semua orang dikomentari dan semua yang dilakukan orang seolah selalu salah.

Saking repotnya, sampai kita lupa, seolah apa yang dilakukan orang menjadi tanggung jawab kita.  Tiada hari tanpa menjadi Komentator, tiada yang luput, dari anggota keluarga, tetangga, teman sekantor, jamaah satu masjid, sampai-sampai penjual sate yang lewat depan rumah pun ada saja yang dipermasalahkan.

Mengurusi apa yang dilakukan orang seharusnya berbeda dengan peduli, yang terakhir ini tidak selalu memposisikan orang lain salah dan keliru.  Mereka yang peduli biasanya terlebih dahulu bertanya tentang barangkali ada yang bisa dibantu, atau barangkali yang ditemuinya mendapat kesulitan.

Memulai dengan santun dan penuh empati, dengan kata lain mencoba memahami apa yang jadi kendala dari yang bersangkutan.  Banyak orang yang senang dibantu, tetapi pasti lebih banyak lagi orang yang senang jika yang membantunya pun faham apa yang menjadi kesulitan mereka, terutama tentang hal-hal tehnis, tidak mesti terkait urusan keuangan atau pembiayaan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Alih-alih mendapat respon yang baik, terkadang sikap yang terlalu banyak memberi komen tanpa solusi ini ditengarai sebagai nyinyir atau rewel.

Ada orang yang ekstrem mengambil sikap, yaitu tidak mau peduli apapun yang dilakukan orang lain. Pokoknya urusan orang lain adalah urusan mereka dan dia cuma mau mengurusi apa yang menjadi urusannya.

Jika orang lain salah dalam melakukan atau mengerjakan sesuatu, itu urusan dan salah mereka, tidak ada kewajiban buat dia  untuk peduli, apalagi jika memang tidak dimintakan bantuannya, sekalipun dia tau.

Dalam hadits riwayat An-Nasa’i, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ الْمِصْرِيُّ , حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ , عَنْ أَبِي هَانِئٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مَالِكٍ الْجَنْبِيِّ , أَنَّ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ حَدَّثَهُ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ : ” الْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ , وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ الْخَطَايَا وَالذُّنُوبَ “

“Ahmad bin Amr bin Sarh Al Mishri menuturkan kepadaku: Abdullah bin Wahb menuturkan kepadaku: dari Abu Hani’: dari Amr bin Malik Al Janbi: bahwa Fadhalah bin Ubaid pernah menuturkan kepadanya: bahwa Nabi ﷺ  bersabda: “Seorang mukmin adalah orang yang orang lain merasa aman dari gangguannya terhadap harta dan jiwanya. Dan muhajir (orang yang hijrah), adakah orang yang meninggalkan kesalahan-kesalahan dan dosa.” (HR: Ibnu Majah)

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda;

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الإِسْلاَمِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ، وَيَدِهِ»

“Dari Abu Musa radhiallahu’anhu ia berkata: para sahabat bertanya: wahai Rasulullah, amalan Islam apa yang paling utama? Beliau menjawab: barangsiapa yang kaum Muslimin selamat dari keburukan lisannya dan tangannya.” (HR: Buhari dan Muslim).

Muslim tidak boleh diam dan tidak peduli

Ini juga tentu bukan sikap yang benar, sebagai mahluk sosial dan terutama karena kita seorang Muslim, maka sikap utama yang harus ditampilkan adalah menebarkan keselamatan dan menjadi jalan keselamatan.

Islam dan Muslim adalah dua sisi dari mata uang yang sama, tak mungkin seseorang menjadi penganut Islam yang sempurna jika ajaran Islam yang seperti diteladankan Rasulullah ﷺ sebagai Rahmatan lil Alamin  tidak tercermin dalam peri kehidupan kesehariannya.

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu berkata, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.  Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.  Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat.”

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

“Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah ﷺ, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka sikap yang paling mendekati ideal adalah terus memperbaiki diri dan menjaga keluarga dari pengaruh buruk lingkungan, seraya tetap peduli pada lingkungan sekitar. Kewajiban menyampaikan dan menebar kebaikan adalah missi utama setiap Muslim menurut kadar ilmunya sesuai kemampuan, setelah itu, tidak didengar dan tidak dilaksanakan bukanlah tanggung jawab kita.

Sikap tidak mau peduli pada apapun kondisi umat justru melambangkan betapa piciknya pemahaman Dien kita, seolah semua adalah urusan dan tanggung jawab Ustadz dan Kiai, sebab jika kerusakan sudah merata dan adzab Allah datang, tidak cuma akan mengenai mereka yang berbuat kerusakan, kita pun akan tertimpa.

Ingatlah, Kejahatan tidak selalu terjadi karena ada peluang, sangat mungkin karena bisunya orang-orang yang tau dan faham.  Bukankah diam juga menciptakan peluang!.*/ Hamid Abud Attamimi

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimmuslim peduli
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya shaf shalat Anggota MUI Ditangkap, Cholil Nafis: Kita Serahkan pada Proses Hukum
Tulisan selanjutnya PDRI: Tuduhan Farid Oqbah Teroris adalah Tuduhan yang Keji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?