Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2021 10:48 10:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2021 11:30
Bagikan
moderasi islam beragama
KH Muhyiddin Junaidi semasa Ketua MUI Pusat di kantor MUI, Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com — Ketua LHKI PP Muhammadiyah, Muhyiddin Junaidi mengatakan bahwa moderasi Islam dan moderasi beragama itu tidak sama. Hal itu ia sampaikan dalam pelatihan pengarus-utamaan paham tengahan wasathiyah Islam untuk dai dan daiyah serta para pegiat Islam moderat di media sosial, yang diadakan oleh Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah.

Bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, pelatihan itu disebut bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang pentingnya moderasi beragama dan wasathiyah Islam.

“Islam wasathiyah itu juga mendorong berbagai macam sifat yang positif baik dalam hubungan antara manusia dengan manusia, hubungan sesama makhluk beragama, juga antara warga bangsa. Jadi, ini berbeda dengan moderasi yang dipahami sebagian orang,” kata Muhyiddin, Rabu (24/11/2021), dilansir oleh Muhammadiyah.or.id.

Dalam kesempatan tersebut, Muhyidin juga menyampaikan bahwa moderasi beragama dan wasathiyah Islam sejatinya memiliki perbedaan sehingga perlu dipahami lebih lanjut. Wasathiyah Islam menurutnya mendorong kehidupan yang adil, bersih, penuh toleransi dan seimbang antara kebutuhan hidup di dunia dan akhirat.

Sementara itu, ungkap Muhyidin, moderasi beragama berpeluang menumbuhkan paham relativisme dan sinkretisme yang memandang bahwa kebenaran bersifat relatif.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Oleh sebab itu, Muhyidin menjelaskan agar para dai dan pegiat moderasi Islam menjalankan wasathiyah Islam dan tidak menelan mentah-mentah konsep moderasi beragama yang mengorbankan aspek akidah dan ibadah.

“Maka Muhammadiyah dan kader-kadernya ingin mewaspadai gerakan-gerakan tertentu yang punya tujuan ingin menyebarluaskan paham relativisme kebenaran,” kata Muhyidin.

Dalam acara pelatihan tersebut, para peserta menurutnya mendapatkan penguatan akidah dan kesiapan untuk menyampaikan wasathiyah Islam di era digital dengan cara yang mudah dan tepat sasaran. Para peserta dipesankan agar tidak menjadi kader-kader yang lemah akidah dan justru terjebak dalam paham liberalisme, konsumerisme dalam menebarkan gagasan moderasi.

“Materi yang disampaikan, pertama, mengenai bagaimana kita memahami konsep Islam wasathiyah di tengah pergolakan perubahan yang sangat dasyat di era digital. Sehingga jangan kita terbawa oleh arus perubahan sehingga diperlukan pemantapan akidah sehingga betul-betul solid,” ujarnya.

Kedua, Muhyiddin menuturkan, untuk menambah ilmu pengetahuan agar bisa dengan mudah mendeteksi mana yang benar dan salah.

Ketiga, memberi pemahaman bahwa kemajuan di bidang teknologi informasi tidak senantiasa memberikan dampak positif bagi umat manusia, tetapi juga ada dampak negatifnya.

“Sekarang media sosial ini tergantung siapa yang menggunakannya, yang bisa memberikan hal-hal positif dan juga sebaliknya. Karena itu perlu ada sterilisasi dan pengebalan akidah generasi muda kita agar jangan terbawa oleh arus yang sangat destruktif. Jadi harus ada milestone yang mereka pahami betul,” tuturnya.

Selanjutnya, Muhyiddin mengungkapkan, materi yang disampaikan yaitu untuk menyadarkan kepada para peserta di tengah tuduhan tentang kelompok terorisme dan radikalisme.

“Kita jangan latah menyuarakan itu tanpa mengetahui asal-asul dari semuanya, karena itu bagian tidak terpisahkan dari upaya musuh Islam menciptakan kekacauan dan perpecahan di kalangan internal umat Islam,” pungkas Muhyidin.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BNPTIslam Wasathiyahmoderasi beragamamoderasi islamMuhyiddin Junaidi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ormas islam Jelaskan tentang Standardisasi Dakwah, MUI: ‘Supaya Ada Persatuan di Antara Ormas Islam’
Tulisan selanjutnya Pemerintah dan DPR RI Diminta Perbaiki UU Cipta Kerja, YLBHI: Segera Hentikan Penggunaan UU ini dan seluruh PP Turunannya.

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?