Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Tuhan Bukan Orang (Arab)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Desember 2021 16:41 4:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Desember 2021 18:30
Bagikan
Arab
Bagikan

Lagi-lagi ini soal bahasa. Di suatu negara antah barantah, ada seorang tokoh berkata di depan publik seperti ini, “Tuhan saya bukan orang Arab”

Oleh: Mahladi Murni

Hidayatullah.com | LAGI-LAGI ini soal bahasa. Konon, di suatu negara antah barantah, ada seorang tokoh berkata di depan publik seperti ini. “Saya tidak suka makan Depok campur kuah.”

Orang-orang yang mendengar hal tersebut keheranan. Mereka tahu Depok bukanlah jenis makanan, melainkan nama wilayah yang terletak di sebelah selatan Jakarta, ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka lalu berupaya mengingatkan sang tokoh. Mereka bilang apa yang diungkapkan sang tokoh keliru. Depok tidak tepat bila disandingkan dengan makanan. Sebab, keduanya berbeda.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Namun, sang tokoh bersikukuh bahwa ia benar. “Saya tahu kalau Depok bukan makanan. Karena itulah saya bilang tidak suka. Beda kalau saya mengatakan suka, maka saya keliru. Tapi saya kan bilang tidak suka,” begitu tangkis sang tokoh.

Masyarakat pun bingung bercampur heran sambil geleng-geleng kepala.

Pada kesempatan lain, masih di negeri antah barantah, tokoh yang tadi berujar lagi. “Saya bukan orang pintar matematika,” katanya.

Masyarakat lalu bertanya, “Kalau begitu, apakah bapak pintar biologi?”

“Bukan,” kata sang tokoh itu lagi.

“Atau, Bapak pintar bahasa Indonesia?”

“Bukan juga,” kata tokoh tersebut?

“Pintar kimia?” kata masyarakat lagi.

“Juga bukan,” timpal sang tokoh.

Masyarakat mulai bingung. “Lalu bapak ini sebenarnya pintar apa?”

“Saya gak pintar semuanya,” kata sang tokoh dengan suara datar.

“Ooalaah pak, pak! Bapak salah berkomunikasi. Seharusnya bapak bilang, ‘Saya bukan orang pintar.’ Jangan ditambah kata ‘matematika’. Kami jadi salah persepsi,” kata masyarakat sambil menepuk jidad mereka.

Pada kali ketiga, sang tokoh tadi berkata lagi kepada masyarakat. “Tuhan saya bukan orang Arab.”

Karena sebelumnya sang tokoh sudah dua kali melontarkan perkataan yang keliru, maka kali ini masyarakat tidak langsung menerima begitu saja perkataan beliau.

“Apa ada yang aneh?” kata sang tokoh.

“Ya jelas dong Pak!” kata masyarakat serentak. “Tuhan itu bukan mahluk, apalagi berjenis manusia. Jadi tidak tepat bila disandingkan dengan kata ‘orang’, apalagi orang Arab. Jadi kalimat bapak tidak tepat, sebagaimana dulu bapak menyandingkan kata Depok dengan kata makan. Apa bapak sudah lupa?”

Sang tokoh terdiam.

“Kalau bapak mau menggunakan kalimat seperti itu, sebaiknya bapak cukup mengatakan, ‘Tuhan itu bukan orang’. Itu saja Pak! Sebab, Tuhan memang bukan orang. Sebagaimana dulu bapak juga seharusnya bilang, ‘Saya bukan orang pintar’. Kalau bapak tambah lagi dengan kata ‘Arab’ sebagaimana dulu bapak tambahi kata ‘matematika’, maka orang-orang akan bingung,” jelas masyarakat.

Sang tokoh masih terdiam. Mulutnya terbuka sedikit. Entah dia bingung atau dia malu. Tak jelas maknanya.

Namun tiba-tiba sang tokoh itu berteriak. “Saya tetap tidak salah! Kalian semua yang salah! Makanya kalian kalau belajar bahasa jangan terlalu mendalam. Begini jadinya!”

Seketika semua masyarakat di sana jatuh pingsan … *

Penulis adalah wartawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arabbahasakomunikasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Sebut Kasus Novia Bunuh Diri Tak Ada Unsur Pemerkosaan, Logikanya Suka sama Suka
Tulisan selanjutnya MUI Kembali Raih Sertifikat ISO, Wujudkan Organisasi Profesional dan Akuntabel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?