Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hampir 90.000 Warga Hong Kong Minta Izin Bermukim di Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Desember 2021 18:31 6:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Desember 2021 18:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss hari Selasa (14/12/2021) mengumumkan bahwa UK Foreign Office menerima hampir 90.000 permintaan izin pemukiman kembali dari warga Hong Kong pemegang paspor British National (Overseas).

Inggris, yang menguasai wilayah Hong Kong sampai 1997, pada bulan Januari memperpanjang tawaran pemukiman kembali dan peluang untuk memperoleh status kewarganegaraan penuh bagi pemegang paspor BN(O) dan orang-orang yang di bawah tanggungan mereka, sebagai respon atas sikap keras aparat terhadap warga Hong Kong yang pro-demokrasi dan bersuara menentang Beijing.

“Sampai akhir September, sebanyak 88.000 orang telah mengajukan visa berdasarkan skema ini. Atas nama pemerintah, saya menyambut hangat kedatangan mereka di Inggris,” kata Liz Truss dalam sebuah laporan baru pemerintah Inggris soal Hong Kong, seperti dilansir DW.

Ketika rencana pemukiman kembali diumumkan, Inggris memperkirakan bahwa hingga 154.000 warga Hong Kong dapat pindah pada tahun pertama, dan sebanyak 322.000 di kurun lima tahun berikutnya.

Skema itu diluncurkan Inggris setelah Beijing menyatakan tidak lagi mengakui paspor BN(O) sebagai dokumen legal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menjelang penyerahan kembali wilayah Hong Kong oleh Inggris ke China tahun 1997, pemerintah Beijing berjanji akan menerapkan kebijakan “satu negara, dua sistem” setidaknya selama 50 tahun, yang memberikan kebebasan luas kepada wilayah itu sebagaimana yang dinikmatinya ketika masih menjadi koloni Inggris.

Akan tetapi, setelah penyerahan kedaulatan itu sikap Beijing dari waktu ke waktu justru berubah menjadi kaku dan keras, nyaris tidak ada toleransi untuk kebebasan bagi warganya. Aparat, dengan alasan keamanan nasional, menangkap orang-orang yang menyuarakan kebebasan dan demokrasi.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Migration Observatory di University of Oxford awal tahun ini menemukan bahwa hampir sepertiga dari pemegang paspor BN(O) mempertimbangkan untuk pindah ke Inggris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BeijingchinaHong Konginggris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Guru Cabuli Murid, Pakar Pidana: Tindakan Biadab Hukum Seberatnya
Tulisan selanjutnya varian baru covid-19 omicron Pertengahan Januari 2022 Omicron Bisa Jadi Dominan di Uni Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?