Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Problem Moderat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Desember 2021 09:58 9:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Desember 2021 10:00
Bagikan
moderasi beragama
Bagikan

Oleh: Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi

Hidayatullah.com | ISTILAH moderat akhir-akhir ini mencuat menjadi istilah jawaban terhadap stigmatisasi umat Islam dengan fundamentalisme dan terrorisme. Istilah ini nampak nya berfungsi sebagai penjinak terorisme.

Mirip dengan fungsi sekularisme tahun 1970-an sebagai penjinak fundamentalisme. Pada tahun 2008 sebuah simposium digelar di Tokyo Jepang. Isunya adalah tentang arti Muslim moderat dan masa depan politik Islam.

Karena pentingnya istilah ini maka pada edisi tahun 2000 ke atas American Journal of Islamic Social Sciences mengangkat tema ini secara serial. Sedikitnya ada tiga kelompok yang memperebutkan arti moderat.

Ini yaitu mereka yang anti-Islam, orang Barat dan orang Islam.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Definisi Islam moderat yang anti Islam dapat dilihat pada situs “muslims against shariah”. Di situ ditulis begini di antaranya: moderat adalah yang tidak antibangsa Semit, menentang kekhalifahan, kritis terhadap Islam, menganggap Nabi bukan contoh yang perlu ditiru, pro-kebebasan beragama, pro-kesetaraan gender, menentang supremasi Islam, pemerintah sekuler, Pro atau netral terhadap Israel, tidak bereaksi ketika Islam dan Nabi Muhammad dikritik, menentang pakala, menentang syariat, menentang terorisme serta pro- humanisme universal.

Andrew McCarthy dalam National Review Online, 24 Agustus 2010 justru dengan tegas menyatakan siapapun yang membela syariat tidak dapat dikatakan moderat (No one who advocates shariah can be a moderate). Kedua pengertian ini sungguh-sungguh tidak moderat.

Islam moderat dalam perspektif Barat hampir seragam. Muslim moderat, kata Graham Fuller adalah yang menolak literalisme dalam memahami kitab suci, tidak monopoli penafsiran Islam dan menekankan persamaan dengan agama lain dan bahkan tidak menolak kebenaran agama lain. Inilah yang ditirukan orang liberal di Indonesia.

Fuller bahkan ngelantur, moderat adalah yang mendukung kebijakan dan kepentingan Amerika dalam mengatur dunia. Senada tapi lebih ekstrim lagi, Ariel

Cohen mengartikan moderat sebagai menghormati hak menafsirkan al-Qur’ an, hak menyembah Allah dengan caranya sendiri, atau tidak menyembah atau bahkan tidak percaya.  Lagi-lagi ini alam pikiran kelompok “Islam Liberal” yang kental bau orientalismenya.

Bagi Rabasa, moderat adalah mereka yang dapat menerima kultur demokratik, mendukung demokrasi dan menerima HAM internasional, termasuk mengakui kesetaraan gender, kebebasan beribadah, menghormati pluralitas, menerima sumber hukum yang tidak sektarian dan memusuhi terrorisme dan segala bentuk kekerasan.

Definisi Rabasa, Graham maupun Cohen memangg henar-benar liberal. Dan mungkin bagi orang liberal itu biasa dan “nothing wrong” tapi justru yang menemukan kesalahan  adalah John L. Esposito. Dengan bijak dia kritik begini:

Pertama, jika definisi Barat itu diterima maka Muslim konservatif dan tradisionalis menjadi tidak moderat. Selain itu jika seorang wanita Muslim memimpin shalat Jumat menjadi kriteria moderat, maka banyak orang Kristen, Yahudi dan penganut agama lain termasuk  Paus John Paul II yang patrialitis itu justru tidak masuk kriteria  moderat.

Louay Safi dan Ubid UIlah Jan tokoh Muslim di Canada, memiliki kesan yang sama. Pengertian moderat yang pro-Barat ataupun yang anti-lslam sama saja. Seorang Muslim belum dianggap moderat jika belum menolak al-Qur’an secara publik.

Tapi masalahnya, menurut Esposito, jika untuk menjadi moderat orang harus mengingkari kitab sucinya, maka Yahudi moderat juga harus mengingkari kitab sucinya. Padahal kitab suci itulah yang menjadi penyebab klaim negara ‘Israel’ dan pendudukan tanah Palestina.

Kerancuan lain juga ditemukan Safi. Menurutnya, pengertian “Muslim moderat di Barat adalah “a person Who is not comfortable with his/her Islamic roots and heritage, and openly hostile to lslam, and eager transcend all Islamic norms”.

Contoh yang nyata, katanya, ada pada figur Irsyad Manji seorang feminis terkenal mengkritik Syariat (Bukunya: The Trouble Islam: A Muslims Call for Reform in Her Faith), tapi pada saat yang sama mengaku sebagai pelaku lesbi. Anehnya  figur seperti ini oleh Barat dianggap sebagai “the voice of moderation”.

Bagi Muqtedar Khan, cendekiawan Muslim asal Kanada, moderat itu adalah yang berpikiran terbuka, kitis, menghormati semua orang, bermoral, beramar ma’ru nahi munkar (QS 5: 48, 3: 110), tidak ada intimidasi dan kekerasan. Sahabatnya Ubid Ullah Jan menambahkan, Muslim yang menolak ketidakadilan atau Muslim yang hidupnya hanya untuk ibadah masih dianggap moderat. Tentu semua itu tanpa kekerasan.

Jadi, istilah moderat bisa diplesetkan menjadi sama arti dengan liberal. Atau bahkan bisa menjadi anti-Islam dan pro-Barat. Inilah alat untuk mengalahkan apa yang mereka sebut radikalisme. Padahal untuk mengalahkan bayang-bayang fundamentalisme tidak perlu liberalisme.

Dan agar menang melawan hegemoni kolonialisme Barat tidak perlu ekstremisme. Kebajikanlah yang akan mengalahkan kejahatan atau kekerasan, vincit vim virtus.*

Artikel dari buku “MISYKAT: Refleksi tentang Westernisasi, Liberalisasi dan Islam”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hamid Fahmy Zarkasyiliberalmoderatpemikiran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dikenal Brutal Tukang Peras, Gaji Polisi Nigeria akan Dinaikkan
Tulisan selanjutnya PBNU Putuskan Percepat Pergelaran Muktamar NU ke-34 Jadi 22 Desember

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?