Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prof Hamid Zarkasyi: Peradaban Islam Dimulai dari Pemahaman Terhadap Al-Qur’an

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 19 Desember 2021 13:06 1:06 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 19 Desember 2021 13:06
Bagikan
Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi dalam Seminar Kepemudaan Rakernas Pemuda Hidayatullah 2021
Bagikan

Al-Quran sebagai sumber peradaban harus betul-betul difahami diamalkan, bukan hanya dibaca dan dihafalkan. Dari Al-Qur’an sebagai rujukan inilah dapat diturunkan menjadi gerakan-gerakan pendidikan, ekonomi dan politik.

Hidayatullah.com | DIALOG peradaban terus digalakkan demi mewujudkan kembali pedaban Islam. Fakta sejarah bahwa Islam adalah agama yang telah terbukti mampu berkembang memberikan peradaban yang bermartabat dan kaya akan konsep dan sistem kehidupan yang teratur selama berabad-abad lamanya.

Karena itu diperlukan diskursus peradaban yang dimulai dari pemahaman (tafaqquh) terhadap al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Demikian disampaikan Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasy dalam Seminar Kepemudaan Pemuda Hidayatullah di arena Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021.

Rakernas Pemuda Hidayatullah ini dilaksanakan di Kampus Ar-Rohmah Putri II Pesantren Hidayatullah Malang, 17-19 Desember 2021. Rakernas ini mengusung tema, “Membumikan Diskursus Peradaban Islam menuju Gerakan Pemuda Hidayatullah yang Progresif Beradab”.

“Sebelum kita memahami apa itu peradaban, kita harus memahami dulu apa itu Islam,” ujar Prof Hamid memulai diskusinya, Sabtu (18/12/2021).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Prof. Hamid yang juga Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor ini menjelaskan bahwa umat Islam tidak bisa memisahkan antara syariat, aqidah dan akhlak. Karena, menurutnya ada yang hanya mementingkan salah satu dan mengabaikan yang lain.

Al-Qur’an sebagai rujukan utama adalah ma’dubah (makanan jiwa). Oleh sebab itu sangat relevan hadits Nabi yang menjelaskan bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an. “Jadi Al-Quran itu sebagai sebagai ta’dib nabi sehingga menjadi ahsanul taqwim.” ujar Prof. Hamid.

Makna adab disini adalah kombinasi dari ilmu, iman dan amal. Orang beradab adalah orang yang beramal sesuai dengan syariat, aqidah dan akhlak.

Selain dari itu al-Quran sendiri kitab suci yang memiliki sekian banyak perangkat untuk membangun peradaban. Asas dari seluruhnya itu disebutkan dalam Surah Ibrahim 24-25 yang menggambarkan pohon sebagai Tauhid dari dasar

“Itu metafora dari pedaban Islam yang dengan Tauhid itu ia akan menjadi sebuah peradaban ilmu pengetahuan yang tidak pernah dicapai oleh peradaban sebelumnya dan setelahnya hingga hari ini,” ujarnya.

Artinya peradaban yang dibangun oleh umat Islam itu adalah peradaban yang betul-betul mempunyai dampak terhadap manusia dan kemanusiaan.

Prof Hamid mengutip pernyataan seorang Orientalis, dalam bukunya “Islamic Civilazation in Thirty Lives, The 1000 Years”, Chase Robinson mengatakan, “Al-Qur`an jadi inspirasi, wisdom, referensi, etiket, perilaku… Al-Qur`an tidak membuat orang terpelajar, tapi tanpa Al-Qur`an tidak perneh terpikirkan,”

Menurut Prof. Hamid, itu artinya bahwa di zaman dulu orang itu selalu membaca Al-Quran, ketika mereka perlu petunjuk mereka membaca Al-Qur’an. Tetapi hanya sekedar bisa membaca dan menghafal Al-Quran tidak menjadikan orang itu terpelajar.

Oleh karena itu Al-Quran sebagai sumber peradaban harus betul-betul difahami diamalkan, bukan hanya dibaca dan dihafalkan. Dari Al-Qur’an sebagai rujukan inilah dapat diturunkan menjadi gerakan-gerakan pendidikan, ekonomi dan politik.

Dari Al-Qur`an Menjadi Tradisi Ilmu

Tradisi Ilmu dalam Islam adalah tradisi yang dibangun dari Tafaqquh terhadap Kitab suci Al-Qur`an yang kemudian berkembang menjadi ilmu (syariah), iman (aqidah) dan amal (akhlaq). Ketiganya menyatu dalam kehidupan para ulama’ dan saintis Muslim yang membentuk Worldview Islam.

Tradisi intelektual dalam Islam juga memiliki medium tranformasi dalam bentuk institusi pendidikan yang disebut al-Suffah dan komunitas intelektualnya disebut Ashhab al-Suffah.

Di lembaga pendidikan pertama dalam Islam ini kandungan wahyu dan hadith-hadith Nabi dikaji dalam kegiatan belajar mengajar yang efektif. Meski materinya masih sederhana tapi karena obyek kajiannya tetap berpusat pada wahyu, yang betul-betul luas dan kompleks.

“Problemnya adalah kita hari ini belum sampai menurunkan al-Quran ini menjadi gerakan. Kita hanya setingkat menghafal dan memahami Al-Quran . belum sampai menurunkan menjadi gerakan pendidikan, ekonomi dan politik,” ujar Prof. Hamid.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hamid Fahmy Zarkasyipemuda Hidayatullahperadaban Islamseminar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya varian baru covid-19 omicron WHO: Menular Cepat Omicron Ada di 89 Negara, di Populasi yang Sudah Divaksinasi
Tulisan selanjutnya PBB: Semua Pihak dalam Perang Sipil di Ethiopia Melakukan Pelanggaran HAM Berat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?