Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Nabi Isa menurut Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Desember 2021 11:18 11:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 20 Desember 2021 12:00
Bagikan
nabi isa
Bagikan

Oleh: Qosim Nurseha Dzulhadi

Hidayatullah.com | DI  dalam Al-Qur’anu’l-Karīm Allah Subhānahū wa Ta‘ālā menyebutkan bahwa Dia telah mengutus banyak rasul. Diantara mereka ada yang diceritakan kepada Nabi Muhammad ﷺ ada juga yang tidak diceritakan kepada beliau (QS: an-Nisā’ (4):164, 40:78).

Menurut Rasulullah, jumlah nabi dan rasul adalah 124.000 orang. Yang menjadi rasul 313 orang. Dan yang disebutkan dalam Al-Qur’ān, dan wajib diimani, berjumlah 25 orang.

Dimulai dari nabi Ādam hingga nabi Muhammad ‘alayhimus-salām ajma‘īn. Dan beriman kepada nabi dan rasul Allah merupakan rukun Iman dalam akidah Islam.

Maka, siapa yang mendustakan salah satunya berarti mendustakan Al-Qur’ān. Nabi dan rasul diutus oleh untuk melakukan dua tugas utama: memberi kabar-gembira dan memberi peringatan (Qs.4:165). (Lihat, Hisyām al-Kāmil Hāmid Mūsā, Fath al-‘Allām: Syarh Manzhūmat ‘Aqīdat al-‘Awwām (Mesir: Dār al-Manār, 1434 H/2013 M), 52, 54, 59, 60-95).

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Dan diantara rasul-rasul Allah itu ada yang disebut dengan ulū’l-‘azmi, yang berjumlah lima orang, yaitu: Nabi Muhammad, nabi Nūh, nabi Ibrāhīm, nabi Mūsā dan nabi ‘Īsā ‘alayhimus-salām. Dan di dalam Al-Qur’ān ditegaskan bahwa para nabi dan rasul itu tidak boleh dibeda-bedakan (QS:2:285). Dan hanya Al-Qur’ān yang menegaskan demikian.

Perihal Nabi ‘Īsā

Perihal nabi Isa ‘alayhis-salām dalam Islām posisinya sangat jelas dan tegas. Dan sikap ini sangat bertolak-belakang dengan kaum Nasrani.  Di dalam Islām, nabi ‘Isā adalah ‘Abdullāh (hamba Allah) yang diberi al-Kitāb (al-Injīl, Qs.19:).

Kelahirannya adalah mukjizat, karena hanya melalui seorang ibu (Maryam) tanpa disentuh seorang laki-laki pun. Tapi, itu mudah bagi Allah. Dan apa yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi (Qs. 19:20-21).

Bukan Anak Allah, Bukan Allah

Dalam keyakinan Kristen nabi Isa adalah “anak Tuhan”. Menurut Islām, keyakinan ini adalah batil. Karena Allah tidak memiliki istri maka tidak memiliki anak (QS: al-Jinn: 3; 17:111).

Baik keyakinan Kristen menegaskan yang dari bahwa nabi ‘Īsā adalah anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri, sesungguhnya ini keyakinan batil. Jika demikian, maka dapat dipastikan bahwa ini adalah jalan kaum paganis (penyembah berhala). Sehingga mereka meyakini bahwa nabi ‘Īsā adalah “anak Tuhan” sekaligus  “Tuhan” itu sendiri (Qs. 9:3).

Paganisme tersebut telah pun menyebar di banyak umat; dimana penganutnya meyakini bahwa Allāh memiliki anak laki-laki dan anak perempuan yang disembah selain Allah (Qs. 21: 26-28). (Lihat, Syekh Yūsuf al-Qaradhāwī, Haqīqah at-Tawhīd (Kairo: Maktabah Wahbah, 1426/2006), 7).

Hormatilah Nabi ‘Īsā

Dalam Islām, Allāh mewajibkan umat Islām untuk mempercayai dan memuliakan para nabi dan rasūl Allāh. Juga mereka diperintah oleh Allāh untuk mempercayai Kitab Suci Al-Qur’ān, Zabūr, Taurāt dan Injīl dan seluruh Wahyu Allāh yang diturunkan kepada nabi-nabi dan rasūl-Nya (QS: 2:136,285; 3:84; 4:153).

Dan cara menghormati nabi ‘Īsā dengan mendudukkannya sebgai ‘hamba’ Allāh dan rasūl-Nya, yang mendapat Wahyu Allah berupa Injīl (QS: al-Hadīd: 26-27).

Selain itu, konsep “Juruselamat” dalam Kristen tidaklah tepat jika disematkan kepada nabi ‘Īsā ini. Padahal ini bukan ajaran Tuhan, melainkan ajaran Paulus seperti yang disampaikan oleh L. Tiemersma dalam karyanya ‘Tafsir Galati’. (Lihat, H. Muhammad Arsyad Thalib Lubis, Perbandingan Agama  Kristen dan Islam (Medan: Firma “Islamiyyah”, cet. II, 1394 H/1974 M), 38).

Ketegasan Islām dalam mengoreksi kekeliruan kaum Yahudi dan Nasrani terhadap nabi ‘Īsā sudah terjadi amat lama. Segala yang dinisbatkan kepada nabi ‘Īsā adalah ajaran sesat yang sudah dimasukkan orang ke dalam agama Tuhan yang suci.

Diantara doktrin-doktrin itu adalah: kepercayaan tentang dosa warisan, dogma penebusan dosa, kematian Yesus di tiang salib; keesaan Tuhan yang memiliki tiga oknum (Bapa, Anak dan Roh Kudus), dan yang lainnya. Keyakinan dan ajaran ini semua tidak benar.

Maka, pemahaman seperti ini harus dibersihkan. Karena ini mencederai posisi dan kedudukan nabi ‘Īsā ‘alayhis-salām.

Itulah cara menghormati dan memuliakan nabi Isa. Jika ini tidak dilakukan maka selamanya kita tidak mengasihi dan tidak menghormati nabi yang mulia ini. Wallāhu a‘lamu bis-shawāb.[]

Pengajar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (Medan) dan Penulis buku  ‘Membongkar Kedok Liberalisme di Indonesia’, ‘Islam vs Pluralisme Agama’, dan ‘Fiqih Peradaban’

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kisah Nabi IsaNabi Isa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bouncy Castle Tertiup Angin di Tasmania, Korban Nyawa Jadi 6 Anak, 2 Kritis
Tulisan selanjutnya Erdogan musk Presiden Erdogan Hadiahi Elon Musk NFT Karya Anak-anak Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang

Berita
18 Juni 2026 05:59
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

Terbaru

  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?