Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

WHO: Suntikan Booster Justru Memperpanjang Pandemi Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Desember 2021 19:45 7:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Desember 2021 19:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Suntikan vaksin dosis penguat (booster) kemungkinan justru akan memperpanjang masa pandemi dan bukan mengakhirinya, kata World Health Organization (WHO) memperingatkan.  

Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam keterangan pers hari Rabu (22/12/2021) mengatakan bahwa program suntikan booster menyeluruh cenderung memperpanjang pandemi daripada mengakhirinya, karena suplai vaksin tersedot ke negara yang tingkat cakupan vaksinasinya sudah tinggi dan pada waktu yang sama ruang dan peluang virus menyebar dan bermutasi di kalangan orang yang belum terlindungi vaksin masih terbuka.

“Tidak ada satupun negara yang bisa mempercepat jalan keluarnya dari pandemi,” imbuhnya.

Saat ini, sekitar 20% vaksin Covid-19 yang setiap hari disuntikkan di sejumlah negara merupakan dosis booster. Padahal baru setengah dari negara anggota WHO yang dapat memvaksinasi 40% penduduknya, sementara hampir tiga perempat nakes di Afrika belum divaksinasi sama sekali.

“Boosters tidak dapat dilihat sebagai tiket untuk melanjutkan berbagai pesta perayaan tanpa perlu tindakan pencegahan lainnya,” imbuh Dr Tedros seperti dilansir Euronews.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mendesak pemerintah-pemerintah untuk fokus mendukung upaya vaksinasi 40% dari populasi setiap negara.

Dia mengatakan bahwa pasokan vaksin seharusnya cukup untuk memvaksinasi seluruh populasi global pada kuartal pertama tahun 2022. Apabila itu sudah dicapai, baru kemudian di akhir tahun suntikan booster dapat diberikan.

Saat ini, banyak negara Barat sudah bergegas memberikan dosis booster untuk kalangan dewasa, sebab varian Omicron lebih cepat menular di antara mereka.

Pekan ini setidaknya 106 negara sudah melaporkan adanya coronavirus varian Omicron di wilayah mereka, kata WHO. Varian ini mendongkrak jumlah infeksi terutama di kawasan Eropa, Afrika dan Amerika.

“Saat kita mendekati tahun baru, kita semua harus mengambil pelajaran menyakitkan yang diajarkan tahun ini kepada kita. Tahun 2022 harus menjadi akhir dari pandemi Covid-19, tetapi tahun itu juga harus menjadi awal dari hal lain, yaitu era baru solidaritas. Kita harus meninggalkan tahun 2021 dengan kesedihan dan menatap tahun 2022 dengan harapan,” tegas Dr Tedros.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:boostercovid-19OmicronpandemivaksinWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Disebut Terlahir Laki-laki, Istri Presiden Prancis Melayangkan Gugatan
Tulisan selanjutnya varian baru covid-19 omicron Di Afsel Infeksi Omicron Jauh Lebih Tidak Parah Dibanding Delta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?