Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Muhammadiyah Syah Kuala Banda Aceh Adakan Kajian Rutin Ilmiah

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Januari 2022 16:11 4:11 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Januari 2022 16:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Keluarga Besar Muhammadiyah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) kecamatan Syah Kuala kota Banda Aceh kembali mengadakan pengajian rutin pada hari Ahad (8/1/2022) pukul 9.30-11.30 di rumah ketua Aisyiah PC Syah Kuala Musfidar di Kopelma Darussalam Banda Aceh. Pengajian ini dihadiri para pengurus dan keluarga besar PCM Syah kuala.

Menurut penanggung jawab bidang pengajian  PCM Syah Kuala Habib Syukri,  ST., MT., pengajian rutin ini bertujuan untuk belajar dan menambah ilmu agama serta  silaturrahmi  keluarga besar PCM  Syah Kuala.  “Pengajian ini  bertujuan untuk belajar dan menambah ilmu agama dari para ulama dengan  menghadirkan narasumber dari para ulama  Muhammadiyah. Diakhir pengajian ada sesi tanya jawab agama berupa pertanyaan dari peserta pengajian kepada narasumber dan jawaban dari narasumber,” ujar Habib Syukri.

“Selain itu, pengajian ini juga bertujuan untuk menjalin silaturrahmi dan ukhuwah internal  keluarga besar PCM  Syah Kuala,” ujar Habib.

Selanjutnya, Habib menjelaskan bahwa pengajian rutin  setiap bulan sekali ini sudah diadakan oleh PCM Syah Kuala sejak tahun 2015. Namun selama 2 tahun terakhir ini ditiadakan karena  pandemi covid-19 mulai dari awal tahun 2020 sampai akhir tahun 2001.

“Pengajian rutin sebulan sekali ini sudah lama kami adakan sejak 7 tahun yang lalu yaitu 2015. Namun karena pandemi covid-19, maka pengajian  ditiadakan untuk sementara selama 2 tahun terakhir ini,” katanya. “Alhamdulillah, hari ini kami memulai kembali pengajian rutin. Ini pengajian perdana sejak berhenti selama 2 tahun terakhir ini. Bahkan mulai awal tahun 2022 ini, kami agendakan 2 kali pengajian dalam sebulan, mengingat antusiasnya para pengurus dan keluarga besar Muhammadiyah Syahkuala mengadakan kegiatan kajian ilmiah ini,” ungkap Staf Biro Rektor Unmuha ini.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Pengajian perdana PC Muhammadiyah Syah Kuala yang bertepatan dengan awal tahun 2022 ini menghadirkan narasumber ketua PC Muhammadiyah Syah Kuala Ustaz Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA. dengan topik kajian  “Urgensi Mempelajari Ilmu Syar’i”.

Menurut Yusran, yang juga anggota Ikatan dan Da’i Asia Tenggara, ilmu syar’i adalah ilmu berupa keterangan dan petunjuk untuk memahami syariat Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Yang termasuk ilmu syar’i yaitu Tauhid, Aqidah, Akhlak, Tajwid, Ulumul Qur’an, Ulumul Hadits, Ushul Fiqh, Fiqh, Maqashid syariah, Bahasa Arab, dan lainnya. Ilmu-ilmu inilah yang mendapat pujian dan sanjungan dari Allah swt dan Rasul-Nya saw bagi orang yang  mempelajarinya.”

Yusran yang juga sebagai Ketua Majelis lntelektual dan Ulama Muda (MIUMI) Provinsi Aceh menjelaskan hukum mempelajari ilmu Syar’i. “Mempelajari ilmu syar’i itu hukumnya wajib, berdasarkan Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 122 dan  hadits Nabi saw, “Menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah).

“Mengenai kewajiban ini, para ulama membagi ilmu syar’i itu kepada dua bagian. Pertama; wajib ‘ain yaitu ilmu Tauhid, Aqidah, Fiqh Ibadah, Tajwid, dan Akhlak. Maknanya,  setiap muslim wajib belajar ilmu-ilmu ini. Jika tidak belajar, maka seseorang berdosa. Kedua: wajib kifayah yaitu ilmu syar’i selain ilmu-ilmu fardhu ‘ain. Maknanya harus ada beberapa orang di suatu kampung yang belajar ilmu-ilmu ini. Jika tidak, maka berdosa semua penduduk kampung tersebut”, ujar dosen Fiqh dan Ushul Pascasarjana UIN Ar-Raniry ini.

Selanjutnya, doktor Fiqh dan Ushul Fiqh jebolan International Islamic University Malaysia (IIUM) menjelaskan pentingnya ilmu syar’i dalam kehidupan. “Dengan ilmu syar’i, seseorang akan mengetahui kewajiban kepada Allah swt berupa  mentauhidkan Allah swt, beribadah kepada-Nya, mematuhi-Nya,  mencintai-Nya, mengagungkan-Nya,  takut kepada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, berharap kepada-Nya, dan sebagainya. Begitu pula,  mengetahui hal-hal yang diharamkan terhadap Allah swt  termasuk menghindari berbuat maksiat.

“Dengan ilmu syar’i,  seseorang seseorang akan mengetahui mana yang benar dan mana salah, mana yang petunjuk dan mana yang sesat, mana yang wajib dilakukan dan mana yang haram, serta mana yang halal dikonsumsi dan mana yang haram.”

“Dengan ilmu akidah, maka seseorang akan mengetahui aqidah yang benar yaitu aqidah yang berdasarkan Al-Qur’an As-Sunnah yang dinamakan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Begitu pula mengetahui aqidah yang sesat yaitu aqidah yang  bertentangan dengan aqidah Alquran dan As-Sunnah (Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah).”

“Dengan ilmu Fiqh Ibadah, seseorang dapat mengetahui cara beribadah yang benar yaitu sesuai dengan petunjuk Nabi saw dan mengetahui rukun dan syarat dalam ibadah yang wajib dilakukan agar ibadahnya diterima Allah swt. Begitu pula mengetahui hal-hal yg dilarang dalam ibadah seperti bid’ah dan hal-hal membatalkan ibadah sehingga harus ditinggalkan dan dijauhi,” ujar Yusran.

Dengan ilmu bahasa Arab seperti nahwu, sharaf dan lainnya, maka seseorang dapat memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup seorang muslim yang wajib diamallkan. Selain itu juga mengetahui dan memahami ilmu-ilmu syar’i yang ditulis oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka dengan bahasa Arab.

Selanjutnya, sebagai penutup kajian ini, ustaz yusran menjelaskan bahaya kebodohan umat akibat tidak menuntut ilmu syar’i.  “Jika umat tidak paham agama atau tidaj berilmu agama, maka akan terjadi berbagai kemaksiatan dan kemungkaran seperti paham sesat, syirik, khurafat, tahayul, bid’ah, pembunuhan, pemerkosaan, perzinaan, pencurian,  mabuk-mabukkan, pelecehan agama,  manipulasi, korupsi, menghina, mencaci, mengfitnah, ghibah, menipu, dan perbuatan atau perkataan lainnya yang diharamkan dalam agama”, pungkas Ustaz Yusran.

Di akhir kajian ilmiah ini, ada sesi khusus diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Peserta sangat antusias mengikuti pengajian ini dengan  banyaknya pertanyaan kepada ustaz yusran. Tanpa terasa diskusi dan tanya jawab memakan waktu 1 jam. Mengingat waktu yang lewat dari jadwal yang direncana, maka pengajianpun diakhiri. Meskipun demikian, masih ada peserta yang ingin tanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Banda AcehMuhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Potensi dan Prestasi Setan
Tulisan selanjutnya senjata iran Iran Dituduh Menyelundupkan Senjata ke Yaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Berita
8 Juni 2026 12:15
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?