Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Hubungan Tak Sehat Tingkatkan Risiko Kematian

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 29 Mei 2014 21:50 9:50 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 29 Mei 2014 21:50
Bagikan
Bagikan

KEKHAWATIRAN, konflik, dan tuntutan dalam hubungan dengan teman, keluarga, dan tetangga, dapat berkontribusi pada kematian dini, menurut studi baru di Denmark.

“Konflik terutama diasosiasikan dengan risiko kematian lebih besar tanpa melihat siapa sumber konflik,” menurut penelitian tersebut. “Kekhawatiran dan tuntutan terhubung dengan risiko kematian jika terkait dengan pasangan atau anak-anak.”

Para pengangguran terutama paling rentan, menurut Rikke Lund, peneliti kesehatan publik di University of Copenhagen, dan para koleganya.

Dampak perlindungan kesehatan dari dukungan jaringan sosial dan hubungan dekat dengan keluarga dan teman diakui secara luas, tulis tim Lund dalam Journal of Epidemiology and Community Health.

“Namun konsekuensi-konsekuensi kesehatan dari aspek-aspek penuh stres dari hubungan sosial, seperti konflik, kekhawatiran dan tuntutan, kurang diketahui,” tulisnya, dilansir VOA, Kamis (29/5/2014).

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Hasil penelitian terhadap 9.870 orang dewasa pada usia 30-an, 40-an, dan 50-an itu menunjukkan bahwa orang-orang yang selalu atau sering menghadapi kekhawatiran atau tuntutan karena pasangannya, memiliki risiko kematian dua kali lipat dibandingkan mereka yang jarang menghadapi hal-hal tersebut.

Para peserta yang selalu atau sering mendapat kekhawatiran atau tuntutan dari anak-anak mereka, memiliki peningkatan risiko kematian 50 persen. Konflik yang sering terjadi juga terkait dengan peningkatan risiko kematian.

Julianne Holt-Lunstad, seorang peneliti psikologi dari Brigham Young University di Provo, Utah, mengatakan, seperti halnya olahraga dan makan makanan sehat, memupuk aspek-aspek positif dari sebuah hubungan juga dapat melindungi kesehatan.

Namun tidak berarti bahwa semua hubungan tidak sempurna harus diakhiri, ujarnya.

“Isolasi sosial juga tidak baik untuk kita. Adalah penting untuk memupuk aspek-aspek positif dibandingkan dengan memfokuskan diri untuk menjauhkan orang dari kehidupan kita,” ujarnya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kematian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masyarakat Saudi Mendukung Perempuan Lakukan Aktivitas Publik
Tulisan selanjutnya Islamisasi Alam Melayu lahirkan Budaya Intelektualisme Sunni

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Berita
29 Agustus 2026 19:05
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?