Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Masyarakat Saudi Mendukung Perempuan Lakukan Aktivitas Publik

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 29 Mei 2014 21:26 9:26 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 29 Mei 2014 21:26
Bagikan
Dewan Syura Arab Saudi masih memperdebatkan para pelajar putri beraktivitas olahraga, namun masyarakat mendukungnya.
Bagikan

DI NEGARA di mana perempuan secara resmi tidak diperbolehkan bermain olahraga di depan umum, mengendarai mobil, atau mengeluarkan fatwa agama pada tingkat resmi, namun dalam pandangan masyarakat umum di Arab Saudi tampaknya secara signifikan lebih terbuka terhadap peran perempuan dalam masyarakat, kata satu penelitian.

Terdapat peningkatan pandangan di kalangan laki-laki dan perempuan Saudi bahwa mereka ingin melihat perempuan Saudi sebagai menteri, diplomat, dan ulama terkemuka kerajaan, menurut penelitian itu.

Studi yang dilakukan oleh Pusat Sayyidah Khadijah Binti Khuwailid, LSM yang didirikan di bawah payung Kamar Dagang dan Industri Jeddah, mensurvei pendapat dari 3.004 orang di atas usia 18 di 11 kota di seluruh kerajaan.

Ditanya tentang dukungan mereka terhadap perempuan yang bekerja, 88 persen mengatakan mereka mendukung perempuan menjadi pelatih pada klub olahraga perempuan, 57 persen mendukung perempuan bekerja menyiapkan makanan di dapur restoran, dan 44 persen mendukung bekerja di kantor-kantor pariwisata, kata penelitian tersebut, yang salinannya diperoleh dan disiarkan Gulf News (28/5/2014).

Menariknya, 52 persen mengatakan, mereka mendukung perempuan sebagai diplomat, 54 persen mendukung perempuan jadi menteri, 42 persen mendukung perempuan menjadi anggota ulama terkemuka, dan 48 persen mendukung wanita bekerja di pengadilan syariah.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

“Hasil ini kejutan yang menyenangkan,” kata Basmah Omair, CEO LSM tersebut. “Pendapat ini cerminan dari seluruh wilayah (Arab Saudi),” katanya kepada Gulf News.

Basmah-Omair

“Secara statistik kami tidak mendapatkan perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Semua orang mendukung gagasan itu dan ini bisa menjadi salah satu alasan yang membuat kita bisa melihat segera ada menteri perempuan atau diplomat,” kata Basmah.

Dukungan perempuan menjadi pelatih pribadi juga di antara “kejutan yang menyenangkan”, terutama pada saat ini ada perdebatan, apakah para pelajar wanita diizinkan melakukan aktivitas fisik.

Lembaga-lembaga yang sudah terbentuk saat ini adalah pusat medis yang di bawah lisensi “fisioterapi”, kata Basmah.

Saat Dewan Syura memperdebatkan terhadap kegiatan olahraga untuk pelajar wanita, pendapat dari penelitian menunjukkan banyak dukungan. Namun memang dalam beberapa tahun ada banyak penentangan terhadap hal ini.

“Studi ini menunjukkan, ada juga suara keras menentang. Tetapi jumlah mereka kecil dibandingkan dengan suara mendukung,” katanya.

Isu-isu Kontroversial

Hal yang sama terhadap isu-isu kontroversial lain yang berkaitan dengan perempuan, termasuk izin wanita mengemudi. Ditanya tentang kesediaan perempuan untuk mengemudi jika diizinkan oleh pemerintah, 47 persen mengatakan ingin mengemudi, dan 53 persen tidak ingin.

Adapun pendapat pria terhadap perempuan mengemudi jika diizinkan pemerintah, 44 persen mengatakan akan mendukung dan 54 persen mengatakan tidak mendukung.

“Yang menyenangkan masyarakat terbagi menjadi dua kelompok, suara yang kami pikir menentang setiap aktivitas perempuan, bukan merupakan suara mayoritas seperti yang kita pikiran sebelumnya,” katanya.

Pusat Sayyidah Khadijah Binti Khuwailid – yang dewan direksi diketuai putri Raja Saudi, Putri Adelah Binti Abdullah Bin Abdul Aziz– merekomendasikan serangkaian studi lanjutan sebagai langkah-langkah meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Saudiwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Tangkap 5 Orang Indonesia Penjual Obat Kuat dan Penggugur Kandungan
Tulisan selanjutnya Hubungan Tak Sehat Tingkatkan Risiko Kematian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?