Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Agar Tidak Menjadi A Lost Generation

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Februari 2012 22:31 10:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Februari 2012 22:31
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

“A LOST GENERATION” awalnya adalah untuk menggambarkan kondisi generasi pasca Perang Dunia I tahun 1920-an, atau disebut juga Generation of 1914 yaitu tahun dimulainya Perang Dunia I.

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi masyarakat dimana mereka kehilangan arah dan pegangan, masyarakat tidak yakin akan dirinya sendiri mau berbuat apa dan untuk apa, tidak ada leadership yang proaktif mengatasi problem-problem yang ada di masyarakat, masyarakat menjadi sekumpulan makhluk hidup yang hanya makan, minum, kawin, punya anak dan kemudian mati. Tidak ada karya yang berarti dan tidak mewariskan nilai-nilai…

Di Indonesia kita mengenal ada generasi atau angkatan 45, yaitu generasinya para pejuang yang ikut terlibat dalam revolusi kemerdekaan yang akhirnya menghasilkan kemerdekaan negeri ini tahun 1945.

Dalam skala yang lebih kecil pernah muncul generasi atau angkatan 66, yang terwakili oleh para pemuda dan mahasiswa yang terlibat dalam peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru tahun 1966.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Sempat pula muncul istilah angkatan 98 untuk mengappresiasi para mahasiswa yang terlibat dalam reformasi, peralihan dari era Orde Baru ke era Reformasi. Namun sayangnya angkatan 98 ini ibarat bunga dia layu sebelum berkembang. Ketika para tokohnya mendapat kesempatan, sebagian oknum-nya menyia-nyiakannya dengan mengikuti budaya korup para pendahulunya. Walhasil lebih dari 1 dekade kita memasuki era Reformasi, masih sulit kita sebut generasi apa kita kini?

Ketiadaan leadership, panutan atau keteladanan di masyarakat saat ini membuat situasi mirip situasi lost generation pasca PD I tersebut berulang di negeri ini. Kita tidak yakin siapa yang patut kita pilih seandainya pemilu diadakan hari ini, kita tidak yakin siapa yang bener-bener menegakkan hukum di negeri ini, kita tidak yakin akan adanya pihak/lembaga/institusi yang bener-bener memperjuangkan nasib rakyat.

Namun situasi seperti ini selalu bisa kita ubah, manakala ada sekelompok kecil masyarakat yang memiliki passion untuk mulai membuat perubahan. Perubahan-perubahan ini awalnya bisa saja kecil dan sektoral, tetapi bila perubahan tersebut menular ke masyarakat lain – dampaknya bisa besar. Bisa menjadi Tipping Point bagi perubahan besar berikutnya.

Keberadaan sekelompok kecil masyarakat yang akan membuat perubahan ini memang juga diperintahkan di dalam Al-Qur’an:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran (3) : 104).

Pertanyaannya kemudian adalah siapa yang harusnya melakukan amar ma’ruf nahi munkar ini? Seharusnya memang pemerintah yang memiliki kewenangan, aparat dan segala resources yang diperlukannya. Tetapi bila ini-pun tidak terjadi, bukan berarti masyarakat tidak bisa melakukan perubahan-perubahan.

Berikut adalah beberapa di antara perubahan-perubahan atau pekerjaan besar ‘membangun kapal Nabi Nuh’ yang dapat kita lakukan bersama dengan ‘segolongan umat’ yang ada di sekitar kita.

1. Pembekalan iman yang baik bagi anak, remaja dan dewasa sehingga dalam situasi apapun mereka punya pegangan dan arah hidup yang dituju.

2. Pendidikan dan pelatihan life skills yang baik sehingga generasi ini dan generasi kedepan memiliki keunggulannya di tengah persaingan global.

3. Pengelolaan sumber daya alam yang optimal oleh bangsa sendiri, agar apa yang di sediakan Allah di bumi ini dapat bener-bener digunakan untuk pemakmuran rakyatnya.

4. Penciptaan sistem peraturan dan perijinan yang pro penciptaan lapangan kerja dan kemakmuran, agar masyarakat ter-encourage untuk berusaha dan menciptakan lapangan kerja.

5. Implementasi hukum yang adil, agar terbangun masyarakat yang patuh hukum.

6. Menciptakan keteladanan-keteladanan di berbagai bidang untuk membangun sikap positif masyarakat akan masa depannya.

7. Dlsb. dlsb.

Selama masih ada segolongan umat yang tahu betul dan yakin dengan apa yang dilakukannya, insyaAllah generasi ini dan generasi yang akan datang tidak akan menjadi a lost generation…, insyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belajar Kesabaran Dari Seorang Hakim
Tulisan selanjutnya FBI Tertarik Karakter dan Narkoba Steve Jobs

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?