Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dana Ziswaf Capai Rp 14,1 Triliun, HNW Usulkan Program Beasiswa Pelajar Indonesia di Timur Tengah

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Februari 2022 21:14 9:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Februari 2022 21:14
Bagikan
zakat digital
Bagikan

Hidayatullah.com –– Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid mendorong pentingnya realisasi pembagian zakat untuk program penyiapan kader-kader ulama, melalui para mahasiswa yang belajar di berbagai Perguruan Tinggi Islam (PTI) Luar Negeri, terutama di Timur Tengah. Menurutnya, sebagai “fi sabilillah” mereka merupakan bagian dari 8 kelompok yang berhak menerima zakat, apalagi dengan banyaknya ulama yang wafat di masa pandemi Covid-19.

“Apalagi banyak juga mahasiswa muslim Indonesia di Luar Negeri seperti di Pakistan, Yaman, Mesir, Sudan, Maroko, Yordania, Turki, yang terdampak Covid-19 termasuk kondisi ekonomi keluarga yang membiayainya. Saya sering menerima keluhan dan aspirasi mereka yang meminta bantuan dan kehadiran Negara di tengah kesulitan yang dihadapi akibat masih meluasnya dampak Covid-19.

Mengutip Ketua MUI KH Chalil Nafis, sampai akhir 2021 saja sekitar 900 Kyai/Nyai/Habaib/Ulama yang wafat akibat pandemi. Yang terakhir Ketua Majelis Fatwa MUI; Prof Dr. KH A Hasanuddin, MA, juga wafat.

“Untuk itu saya mendorong agar ada peningkatan alokasi dana zakat bagi para mahasiswa tersebut, dalam rangka kaderisasi ulama, untuk menjaga kesinambungan peran para Ulama apalagi di era pasca Covid-19. Agar pengamalan dari sila pertama Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, dan Islam yang Wasathiyah tetap dapat terus terjaga juga,” ujar Hidayat setelah Rapat Kerja Komisi VIII dengan Baznas dan Badan Wakaf Indonesia, Senin (14/2/2022).

Anggota DPR-RI Komisi VIII ini menerangkan, sejak Rapat Kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama pada 8 April 2020, dirinya menyampaikan usulan seperti ini. Alhamdulillah sudah ada keputusan yang disepakati untuk juga membantu mahasiswa Indonesia di Perguruan Tinggi Agama di Luar Negeri karena mereka juga terdampak Covid-19.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

HNW sapaan akrabnya menyambut adanya Program Beasiswa Cendekia Luar Negeri dan Kaderisasi 1000 Ulama dari Baznas yang sudah disalurkan ke beberapa Negara di Malaysia, Mesir dan India. Tapi jumlah penerimanya masih jauh di bawah 1000 sebagaimana judul program yang dicanangkan.

Karenanya HNW berharap agar Baznas dan Lembaga-Lembaga Amil Zakat lainnya sebagai lembaga-lembaga yang bernaung di bawah Kementerian Agama juga turut merealisasikan, menyukseskan program dan keputusan tersebut. Apalagi, dana Ziswaf yang dikumpulkan sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 14,1 Triliun.

“Sebagai wakil Rakyat dari daerah pemilihan Jakarta II meliputi Luar Negeri, saya banyak menerima aspirasi dari mahasiswa di PTI luar negeri khususnya Timur Tengah, soal hajat mereka akan bantuan tersebut. Dan kini saya kembali mengusulkan agar program bantuan pendidikan sebagai bagian dari distribusi zakat untuk Mahasiswa jurusan Agama di PTI Luar Negeri untuk segera dilaksanakan dan diprioritaskan pada tahun anggaran 2022,” lanjutnya.

Secara khusus HNW meminta Baznas sebagai otoritas zakat nasional yang sudah mulai menjalankan program bantuan beasiswa cendekia luar negeri dan Kaderisasi 1000 Ulama, agar menjadi terdepan dalam mewujudkan dan menyukseskan program yang mencetak para kader Ulama tersebut. Misalnya dengan meningkatkan prioritas alokasi untuk mahasiswa calon ulama di berbagai Perguruan Tinggi di Timur Tengah.

Sebab, dari Rp 516 Miliar rencana penyaluran ZIS di Baznas Pusat tahun 2022, beasiswa cendekia luar negeri hanya diberikan kepada 467 orang dengan anggaran Rp 4 Miliar, sementara program kaderisasi seribu ulama hanya diberikan kepada 30 orang dengan anggaran Rp 711 juta. Artinya keberpihakan bagi para pelajar Islam di Luar Negeri sebagai penerus para Ulama dan Kyai/Nyai tidak mencapai 1% dari total penyaluran dana ZIS Baznas Pusat.

“Tentu keberpihakan tersebut harus ditingkatkan, misalnya program kaderisasi seribu ulama maka harusnya diberikan kepada ratusan santri/mahasiswa setiap tahunnya, agar seribu ulama yang diharapkan segera tercapai. Dengan begitu maka manfaat penyaluran dana ZIS akan semakin dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan umat, dan menguatkan citra kelembagaan Baznas, yang akan berdampak positif pada peningkatan pengumpulan ZIS di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Atas masukan yang disampaikan langsung oleh Fraksi PKS dalam Raker tersebut, Ketua Baznas Prof. Noor Achmad menyampaikan persetujuannya dan akan menyiapkan mekanisme teknis dengan struktur Baznas baik di Pusat maupun di daerah. Hal itu juga menjadi keputusan Rapat di mana Baznas dan BWI diminta untuk meningkatkan cakupan program yang lebih nyata dan menyentuh masyarakat, di antaranya adalah bantuan bagi mahasiswa PTI di Luar Negeri.

“Kami setuju sekali dan kami juga telah bertemu mereka, kami siap membantu baik melalui program di Baznas Pusat maupun di Baznas daerah,” pungkas Prof Noor Achmad.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BaznasHidayat Nur WahidZiswaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Menghapus Semua Tanda Pemerintahan Lama
Tulisan selanjutnya Tugasmu Hanya Menyampaikan!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?