Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

18 Tewas dalam Serangan di Pangkalan Militer Ukraina

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Februari 2022 20:40 8:40 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Februari 2022 20:45
Bagikan
Warga yang dievakuasi dari daerah yang dikuasai separatis Rusia di Ukraina timur mengisi formulir permohonan perumahan sementara di pusat rekreasi di Zvezda di wilayah Rostov, Rusia 20 Februari 2022. REUTERS/Sergey Pivovarov
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebanyak 18 orang tewas dalam serangan udara di pangkalan militer dekat kota pelabuhan Odessa, kata pemerintah setempat. Serangan itu terjadi pada hari pertama invasi ke Ukraina yang diluncurkan oleh Presiden Vladimir Putin.

“Delapan belas tewas – delapan pria dan 10 wanita. Saat ini, kami masih menggali puing-puing,” kata pemerintah daerah Odessa dalam sebuah pernyataan dikutip AFP.

Itu adalah serangan tunggal yang menyebabkan banyak kematian hingga saat ini yang dilaporkan oleh pejabat Ukraina, yang sebelumnya menyebutkan jumlah korban tewas secara nasional sekitar 50, termasuk sekitar 10 warga sipil. Serangan itu menghantam sebuah pangkalan militer sekitar 100 kilometer (62 mil) utara Odessa, di wilayah dekat perbatasan Ukraina dengan Moldova.

Ukraina hari ini menangguhkan operasi di salah satu dari tujuh pos pemeriksaan di wilayah Donbass timur yang dikuasai separatis yang didukung Rusia, menyusul meningkatnya penembakan.

Militer Ukraina mengatakan, setelah mempertimbangkan situasi berbahaya saat ini dan ketidakmampuan untuk menjamin keselamatan warga sipil yang menggunakan pos pemeriksaan, maka pos itu ditutup sementara. Perintah dikeluarkan untuk menangguhkan penggunaannya mulai pukul 8 pagi (0600 GMT) hari ini dan berlaku ‘sampai ancaman tetap ada’.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kekacauan di Kyiv

Kemacetan jalan parah terjadi di jalan utama keluar dari Kyiv hari ini setelah warga sipil mencoba meninggalkan ibukota setelah serangan Rusia di Ukraina. Lalu lintas di jalur empat lajur itu terlihat tidak bergerak sama sekali dimana kendaraan antre belasan kilometer.

Beberapa anggota masyarakat mulai mengantri untuk menarik uang tunai dan menambah kebutuhan. Tanda-tanda keprihatinan terlihat jelas terutama dengan beberapa pesawat melintasi wilayah udara, ledakan terdengar di beberapa tempat dan sirene darurat berbunyi di pagi hari.

Meskipun beberapa minggu peringatan kemungkinan serangan dari Rusia dikeluarkan, beberapa individu tidak mengharapkan itu benar-benar terjadi. “Saya tidak mengantisipasi situasi ini. Sampai pagi ini, saya yakin tidak akan terjadi apa-apa,” kata Nikita, 34, yang mengantre panjang di supermarket dengan beberapa kotak minuman memenuhi troli.

Beberapa supermarket dan toko kelontong juga penuh dengan pelanggan yang ingin tinggal di Kyiv. Kartu debit dan kredit masih bisa digunakan, sedangkan antrean panjang terlihat di depan anjungan tunai mandiri (ATM).

Beberapa anggota masyarakat mulai membawa tas dan koper untuk mencari jalan keluar kota dengan bus, mobil atau pesawat. Seorang wanita yang hanya dikenal sebagai Gulnara mengatakan dia seharusnya naik pesawat ke Baku dari Kyiv tetapi diberitahu bahwa semua penerbangan dibatalkan.

“Tidak ada yang memberi tahu kami apa yang sedang terjadi, apa yang akan terjadi dengan penerbangan kami, apa yang harus kami lakukan, atau ke mana kami harus pergi, katanya.”Kami tidak bisa kemana-mana. Tidak ada yang membantu kami,” tambahnya dikutip Reuters.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:invasi rusiainvasi ukrainakonflik rusia ukrainaperang rusiaPerang ukrainarusiarusia serang ukrainarusia vs ukrainaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BASARNAS Berikan Penghargaan kepada SAR Hidayatullah Atas Kiprahnya bagi Bangsa
Tulisan selanjutnya puasa rajab Makna Bulan Rajab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?