Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kirim Bantuan, Erdogan: Intervensi Militer Rusia di Ukraina “Bertentangan Hukum Internasional”

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Februari 2022 09:29 9:29 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 Februari 2022 09:30
Bagikan
Erdogan Tokoh Muslim Global
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bulan Sabit Merah Turki dan Badan Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) yang dikelola negara pada Jumat mengumumkan bahwa mereka akan mengirim konvoi bantuan kemanusiaan ke Ukraina. Konvoi itu akan “memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak, berkoordinasi dengan Palang Merah Ukraina,” ungkap Kerem Kinik, kepala Bulan Sabit Merah Turki, di Twitter.

“Tim kami sedang dikerahkan ke wilayah tersebut dengan tenda gudang penyimpanan, tenda tipe keluarga dan kendaraan katering,” kata Kinik, menambahkan bahwa bahan-bahan ini akan diberikan kepada pengungsi dan pengungsi internal.

Pada bagiannya, AFAD menyatakan bahwa lima truk bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, selimut, tempat tidur, bahan kebersihan dan tenda, akan dikirim ke Ukraina dengan tim kemanusiaan. Melawan ancaman sanksi oleh Barat, Moskow secara resmi mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina sebagai negara merdeka awal pekan ini, diikuti dengan dimulainya operasi militer di Ukraina pada Kamis.

Tolak Intervensi Militer

Turki menolak intervensi militer Rusia di Ukraina, serta menyebutnya aksi yang “tidak dapat diterima”. Melalui sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras intervensi militer yang lama ditakuti akan dilakukan Rusia terhadap Ukraina dan meminta Moskow untuk mengakhiri tindakan “tidak adil dan melanggar hukum.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami menganggap operasi militer yang diluncurkan oleh Tentara Federasi Rusia terhadap Ukraina tidak dapat diterima dan kami menolaknya,” kata pernyataan itu dikutip Anadolu Agency.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbincang dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Kamis setelah Rusia melancarkan intervensi militer terhadap Ukraina. Kedua pemimpin itu membahas perkembangan terakhir, ungkap Direktorat Komunikasi Turki dalam sebuah pernyataan.

Bantuan Turki ke Ukraina

Erdogan menegaskan kembali dukungan Turki untuk perjuangan Ukraina dalam melindungi integritas teritorialnya. Berbicara di kompleks kepresidenan setelah KTT Dewan Keamanan Turki tentang serangan Rusia, Erdogan mengatakan intervensi militer Rusia di Ukraina “bertentangan dengan hukum internasional dan merupakan pukulan berat bagi perdamaian, ketenangan, dan stabilitas kawasan.”

Intervensi itu tidak hanya menghancurkan kesepakatan Minsk, tetapi juga “merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan merupakan ancaman serius bagi keamanan kawasan kami dan dunia,” tambah pernyataan itu.  Kementerian Turki menyoroti “kebutuhan untuk menghormati integritas teritorial dan kedaulatan suatu negara,” dan negara itu juga menentang perubahan perbatasan dengan penggunaan kekuatan.

“Dukungan kami untuk kesatuan politik, kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina akan terus berlanjut,” tambah kemlu itu.

Pengumuman itu muncul tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan lampu hijau intervensi militer di Ukraina pada Kamis pagi, hanya beberapa hari setelah Moskow mengakui dua wilayah yang dikuasai separatis di Ukraina timur. Putin mengatakan tindakan itu mengikuti permintaan bantuan dari otoritas Donetsk dan Lugansk, yang baru-baru ini diakui Rusia sebagai negara merdeka.

Ketegangan mulai meningkat akhir tahun lalu ketika Ukraina, AS, dan sekutunya menuduh Rusia mengumpulkan puluhan ribu tentara di perbatasan dengan Ukraina. Mereka mengklaim bahwa Rusia sedang bersiap untuk menyerang tetangga baratnya, tuduhan yang secara konsisten ditolak oleh Moskow.

Intervensi militer Rusia di Ukraina memasuki hari kedua pada hari Jumat, dengan laporan terbaru menunjukkan bahwa pasukan Rusia bergerak menuju ibu kota Kyiv dari beberapa arah. Putin telah memerintahkan intervensi militer pada Kamis, hanya beberapa hari setelah mengakui dua wilayah yang dikuasai separatis di Ukraina timur.

Dia mengklaim bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki negara tetangga, tetapi ingin “demiliterisasi” dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia mencoba membangun pemerintahan boneka dan mengatakan Ukraina akan membela negara mereka dari agresi Rusia.

Ketegangan mulai meningkat akhir tahun lalu ketika Ukraina, AS dan sekutunya menuduh Rusia mengumpulkan hampir 150.000 tentara di perbatasan dengan Ukraina. Mereka mengklaim Rusia sedang bersiap untuk menyerang Ukraina, tuduhan yang secara konsisten ditolak oleh Moskow.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia mencoba memasang pemerintahan boneka dan mengatakan Ukraina akan membela negara mereka dari agresi Rusia.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Perang Rusia UkrainaRecep Tayyip ErdoganrusiaTurkiUkaina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islam Bukan Agama Evolutif
Tulisan selanjutnya zakat penyintas bencana alam Bersama Yayasan Muslim dan PT BNP Paribas Asset BMH Bantu Paket Perlengkapan Dapur Penyintas Erupsi Semeru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?