Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga China Geram, Ingin Aturan Covid-19 Diperlonggar seperti di Negara Lain

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Maret 2022 14:07 2:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Maret 2022 14:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kasus infeksi harian Covid-19 pada hari Jumat di China dilaporkan hampir 5.000, sementara rakyat tampak semakin geram dengan cara-cara pemerintah menanggulangi coronavirus.

Hari Jumat (25/3/2022), otoritas kesehatan melaporkan 4.988 kasus, dengan penambahan tertinggi pada infeksi asimptomatik, yang dicatat terpisah oleh China.

Di Shanghai, pejabat kesehatan di kota berpenduduk sekitar 25 juta orang itu melaporkan 1.609 kasus pada hari Jumat. Lebih dari 1.500 kasus tidak menunjukkan gejala, naik tajam dari 979 pada hari sebelumnya.

Shanghai menolak me-lockdown seluruh kota dan lebih memilih menutup bangunan atau daerah tertentu di mana terdapat infeksi dan melakukan tes massal untuk warganya. Namun, sebagian penduduk mengklaim bahwa mereka telah dikurung jauh lebih lama dari yang diperingatkan, dan lainnya melaporkan masalah dalam memperoleh makanan segar dan pengiriman barang kebutuhan lainnya.

“Lockdown 2+2+2+2+2 hari diperpanjang terus tak berkesudahan setiap dua hari,” keluh seorang warga seperti dilansir The Guardian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kebijakan berubah setiap hari, harga naik setiap hari. Saya harus bangun jam 5 setiap hari untuk mengambil makanan. Masih belum apakah makanan masih bisa dikirim. Beginilah cara pemerintah kita memperlakukan warganya?” imbuhnya geram.

Setelah kematian seorang perawat di Shanghai yang ditolak masuk rumah sakit setelah mengalami serangan asma, banyak orang marah karena cara penanganan Covid-19 China sepertinya justru yang menjadi penyebab kematian dan bukannya virus itu sendiri.

“Saya tidak takut dengan coronavirus, saya takut tidak bisa mendapatkan pengobatan untuk penyakit lain,” kata salah satu orang pengguna Weibo.

“Saya benar-benar tidak tahu mengapa orang yang seharusnya dirawat [di rumah sakit] tidak dapat dirawat? Berapa banyak nyawa yang dibutuhkan untuk mengubah kebijakan ‘satu cocok untuk semua’?” kata yang lain.

Pekan lalu, postingan media sosial menjadi viral karena kerumunan orang di Shenyang memukuli jendela toko dan berteriak frustrasi setelah mendengar pengumuman warga harus menjalani tes Covid-19 lagi.

Pada hari Rabu “Mengapa China tidak mencabut pembatasan Covid-19 seperti negara-negara asing?” adalah topik yang ramai dibicarakan di Weibo, menurut What’s On Weibo.

Perdebatan antara epidemiolog Liang Wannian – pendukung strategi zero-Covid Presiden Xi Jinping – dan direktur sebuah rumah sakit di Beijing bernama Jiang Rongmeng – yang mengatakan Omicron lebih mirip seperti flu biasa – mengundang banyak perhatian masyarakat China.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacovid-19
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya dukun rara Ritual Dukun Rara di Mandalika: Mengaku Pegang ‘Remote Langit’ Sampai Dibantu Leluhur
Tulisan selanjutnya Tanzania Jelaskan Sikapnya Kenapa Netral dalam Konflik Rusia-Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?