Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menuntun dengan Qalbu, Memimpin dengan Akal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Maret 2022 19:21 7:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2022 17:00
Bagikan
Bagikan

Menuntun dengan qalbu artinya, mengedepankan perasaan yang bersumber dari kuatnya ibadah dan amal sholeh (ahsanu amala) yang dilakukan

Oleh: Asih Subagyo

Hidayatullah.com | DALAM Surat Shad, Alah SWT menyinggung bagaimana seharusnya menjadi pemimpin. Islam mengajarkan kita menjadi pemimpin yang bias menuntun dengan qalbu dan memimpin dengan akal.

يَٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَٰكَ خَلِيفَةً فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ

“Artinya: Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS: Shad [38]: 26)

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam tafsir Al-Muyasar dijelaskan bahwa dalam ayat ini terkandung pesan kepada ulil amri (pemerintah, dan siapapu yang memimpin-red) agar mereka menetapkan hukum dengan berpijak kepada kebenaran yang diturunkan dari Allah swt dan tidak menyimpang darinya karena hal itu akan menyesatkan mereka dari jalann-Nya.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.” (HR: Bukhari dan Muslim)

Hal yang paling mendasar yang dapat diambil dari hadis diatas adalah bahwa dalam level apapun, manusia adalah pemimpin termasuk bagi dirinya sendiri. Setiap perbuatan dan tindakan  memiliki resiko yang harus dipertanggungjawabkan.

Setiap orang adalah pemimpin meskipun pada saat yang sama setiap orang juga  membutuhkan pemimpin dan kepemimpinan ketika ia harus berhadapan untuk menciptakan solusi hidup dimana kemampuan, keahlian, dan kekuatannya dibatasi oleh sekat yang ia ciptakan sendiri dalam posisinya sebagai bagian dari komunitas.

Sebenarnya masih banyak lagi sebenarnya, dalil yang berkaitang dengan kepemimpinan dan urgensinya hingga level implementasi bahkan juga monitoring dan evalusisanya.

Akan tetapi, setidaknya kita tersontak ketika diingatkan oleh Pemimpin Umum Hidayatullah saat Tarhib Ramadhan 29/3/2022, bahwa dalam memimpin di setiap level apapun, harus leading with heart dan managing with mind. (menuntun dengan qalbu, memimpin dengan akal, red).

Menuntun dengan qalbu artinya, mengedepankan perasaan yang bersumber dari kuatnya ibadah dan amal sholeh (ahsanu amala) yang dilakukan. Memimpin seperti ini akan melahirkan sebuah intuisi yang ilhami untuk melahirkan sejumlah konsepsi ilahiyah, yang akan memandu setiap pemimpin dalam memimpin apa yang dipimpinnya, dalam level apapun termasuk memimpin dirinya sendiri ataupun dalam keluarga.

Konsekwensi logisnya akan terjadi kedekatan antara pemimpin dengan yang dipimpin, seperti hubungan saudara (kal jasadil wahid), bukan hubunga transaksional, sebagaimana hubungan bos dan majikan.

Oleh karenanya, seorang pemimpin akan memimpin secara adil, dan jauh dari hawa nafsu, serta kepentingan pribadi. Karena jika dalam memimpin sudah dipandu dengan hawa nafsu, pasti akan merugikan bahkan menyesatkan, yang cepat atau lambat, sebagaimana yang digambarkan QS Shad ayat 26 di atas.

Selanjutnya, dimana letak manajemen, akal dan rasio. Inilah kemudian yang diistilahkan dengan managing with mind. Artinya seorang pemimpin harus memnggunakan “akalnya” dalam mengelola yang yang dipimpin.

Kepalanya tidak boleh kosong. Sehingga, seorang pemimpin juga dituntut untuk memiiki wordview yang cermerlang, dengan wawasan yang luas, otak encer, serta kemampuan managerial skill yang memadai.

Untuk mendapatkannya, bisa melalui jalur pendidikan formal maupun non-formal, literasi (baca/tulis) dan lain sebagainnya.

Tuntutan berikutnya adalah, seorang pemimpin juga mesti memahami dan tidak alergi terhadap adanya tools manajemen modern yang disesuaikan dengan visi, misi dan budaya organisasi, sehingga dalam mengelola yang dipimpinnya berlaku kaidah SMART (Specific, Measureable, Achievable, Relevant, dan Time-bound). Sebab seorang pemimpin juga mesti mampu mengatur dalam menyusun perencanaan strategis.

Dan tools ini akan membantu dalam merealisasikan seluruh program yang telah dirumuskan tersebut. Karena, managing with mind, itu output-nya adalah hasil kerja yang bisa dirasakan perubahannya, bahkan yang nampak bisa dilihat secara fisik.

Dengan demikian maka, kemampuan seorang pemimpin dalam menintegrasikan dan memadukan antara leading with heart dan managing with mind, akan melahirkan kepemimpinan yang visioner dan melakukan quantum leap, yang bisa jadi dapat menerobos dimensi ruang dan waktu. Implementasinya dapat dimulai dari sekala yang paling kecil, sesuai dengan kapasitas kita masing-masing, sebab pemimpin itu sebenarnya adalah diri kita masing-masing. Wallahu a’lam.*

Instruktur Hidayatullah Institute

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akalMemimpinpemimpinqalbu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mencari ilmu sepanjang hayat Sifat Muslim: Mencari Ilmu Sepanjang Hayat
Tulisan selanjutnya Susunan Pengurus Baru PA 212 Diresmikan, Abdul Qohar Ketua Umum, Habib Rizieq Pembina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?