Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Asal Istilah Takjil, yang Populer Saat Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 April 2022 15:44 3:44 pm
Ahmad
Dipublikasikan 31 Maret 2022 08:30
Bagikan
Bagikan

Jika dibandingkan kata aslinya, istilah takjil Ramadhan berarti ‘menyegerakan berbuka puasa’ namun bergeser dengan makna ‘makanan untuk berbuka puasa’

Hidayatullah.com | SALAH satu istilah hal yang popular selama bulan Ramadhan adalah kata takjil. Tahukah Anda, bahwa istilah takjil  yang populer saat Ramadhan berasal dari bahasa Arab.

Kata takjil  kerap dipakai saban Ramadhan di negara ini merupakan serapan dari bahasa Arab. Kata dasarnya aijala (verba transitif), “menyegerakan’, kata turunannya ta’jiil (nomina abstrak), ‘penyegeraan’ (dalam hal berbuka puasa).

Dalam bahasa Indonesia takjil  dimaknai sebagai verba menyegerakan (dalam hal berbuka puasa) dan nomina konkret ‘makanan untuk berbuka puasa seperti yang tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI V (2016). Arti takjil sebagai ‘makanan’ tersebut dipersoalkan tiap Ramadhan oleh sebagian orang yang mempelajari bahasa Arab.

Mereka berpandangan bahwa arti takjil dalam bahasa Indonesia harus dikembalikan ke arti aslinya. Mereka juga menyalahkan orang yang menggunakan takjil  dengan arti ‘makanan’. Bagi mereka, hal itu merupakan salah kaprah yang perlu diluruskan.

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Bagaimana seharusnya masyarakat Indonesia memaknai takjil ? Benarkah kata itu harus dipakai sesuai dengan artinya dalam bahasa Arab?

Awalnya KBBI Edisi Pertama (1988) kamus pertama yang memuat entri takjil  -menyerap takjil dengan ati ‘menyegerakan berbuka puasa’ sebagai istilah dalam bidang Islam. Karena di Indonesia takjil sering dipakai dengan makna ‘makanan’, baik oleh masyarakat pada umumnya maupun oleh media massa, kamus pun menambah arti takjil.

KBBI IV merupakan kamus pertama yang merekam makna ini. Sebelumnya, KBBI hanya memuat entri takjil dengan kelas kata verba.

Kamus lain yang mencatat arti takjil sebagai makanan untuk berbuka puasa’ ialah Loan-Words in Indonesian and Malay (2008), yakni food such as dates used to break the fast (makanan seperti kurma yang digunakan untuk berbuka puasa) .Kamus ini juga mencatat takjil   dengan arti hastening (menyegerakan).

Jika dibandingkan pemakaian kata takjil di Indonesia dengan arti ‘menyegerakan berbuka puasa’ dan makna ‘makanan untuk berbuka puasa’, arti yang terakhir inilah yang dikenal secara luas dan sering dipakai penutur bahasa Indonesia. Makna yang pertama itu hampir tak terdengar digunakan mayoritas masyarakat Indonesia.

Penilaian ini, bukan penilaian berdasarkan survei atau penelitian. Mengapa masyarakat Indonesia cenderung memaknai takjil sebagai ‘makanan?’ Diperlukan penelitian untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sementara itu, dalam bahasa Indonesia ada perbukaan. Setidaknya ada empat kamus yang mencatat kata ini: Kamus Umum Bahasa Indonesia/ KUBI (1952), Susunan Poerwadarminta, Kamus Moderen Bahasa Indonesia (tanpa tahun diperkirakan sekitar 1950-an), susunan M. Zain, KBBI Edisi Pertama, dan KUBI (1994) susunan Badudu-Zain.

Dalam kamus Poerwadarminta perbukaan bermakna (1) hal berbuka (puasa); (2) makanan dan sebagainya untuk berbuka puasa dalam kamus M. Zain ada entri perbukaan puasa dengan definisi ‘minuman atau kue-kue atau asam-asaman untuk membuka puasa dan untuk membukakan napsu makan.

Dalam KBBI Edisi Pertama kata perbukaan berarti makanan yang disediakan untuk berbuka puasa (seperti kue, kurma, atau kola Pada KUBI (1994) perbukaan berarti ‘makanan dan minuman untuk berbuka puasa’. Dalam bahasa percakapan sehari-hari perbukaan sering disebut dengan bukaan.

Kata perbukaan juga terdapat dalam Kamus Dewan Edisi Keempat (2005). Dalam kamus itu perbukaan berarti ‘makanan dan minuman yang disajikan untuk berbuka puasa’.

Konon kata tersebut jarang dipakai dalam percakapan di negeri jiran karena dianggap terlalu baku. Orang di sana (Malaysia, red), menggunakan kata juadah dalam obrolan sehari-hari.

Juadah tidak bermakna spesifik sebagai ‘makanan untuk berbuka puasa’, tetapi hanya bermakna ‘makanan’, yang dalam keseharian dipakai untuk menyebut kudapan. Karena itu, ketika digunakan, kata itu didampingi oleh kata puasa: orang Malaysia biasa menyebut juadah puasa.

Namun, yang jelas hingga saat ini kata takjil tidak dipakai di sana. Kata dasar perbukaan adalah buka. Kata buka/perbukaan ini diserap oleh berbagai bahasa daerah sesuai dengan penyerapan masing-masing, antara lain, pabukoan (bahasa Minang), pappabuka (bahasa Bugis), appabuka (bahasa Makassar), pebukoan (bahasa Lampung), bhukaan (bahasa Madura), dan parbuko (Bahasa Mandailing).

Saat ini pemakaian kata-kata tersebut mungkin bersaing dengan kata takjil  (nomina konkret) di daerah masing-masing sebagai-mana lazimnya kata bahasa asing masuk ke dalam bahasa daerah. Meskipun terdapat kata perbukaan/bukaan dalam bahasa Indonesia/Melayu, pemakaiannya tidak seluas penggunaan kata takjil .

Hal itu diperparah oleh hilangnya kata perbukaan dalam KBB/KBBI Edisi Kedua (1991) hingga KBBI V (2016) tidak memuat kata tersebut. Mayoritas masyarakat Indonesia memilih takjil untuk mewakili pikiran/maksudnya akan makna ‘makanan untuk berbuka puasa’ tersebut.

Mayoritas masyarakat Indonesia memilih takjil  untuk mewakili pikiran/maksudnya akan makna makanan untuk berbuka puasa.

Arti takjil  telah berkembang di Indonesia. Pergeseran maupun perkembangan makna kata serapan asing dalam bahasa sasaran merupakan hal yang lumrah. Penutur bahasa Indonesia tidak bisa disalahkan mengartikan takjil sebagai makanan masyarakat ingin memaknainya begitu dan tidak seorang pun yang bisa melarangnya.

Bahasa adalah kesepakatan dan masyarakat Indonesia bersepakat memakai takjil dengan arti makanan Lagi pula, makna kata pinjaman (serapan) terserah peminjamnya. Kadang-kadang peminjam hanya meminjam bentuknya tanpa meminjam maknanya, dan kadang-kadang meminjam bentuk sekaligus artinya.*/Holy Adib, Perca-perca Bahasa (Diva Press)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan Ramadhanmakananmakanan berbuka puasatakjil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya bendera palestina Bendera Palestina dikibarkan di Seluruh Amerika Latin, Ada Apa?
Tulisan selanjutnya Ketua APDESI Asli Keberatan Organisasinya Dicatut Dukung Jokowi 3 Periode

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer

Berita
11 Juli 2026 11:43
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?